Press "Enter" to skip to content

Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lift di BPKAD

PALEMBANG | koranrakyat.co.id — Penyidik Kejaksaan Negeri Palembang menetapkan dua orang tersangka terkait kasus korupsi lift di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Palembang tahun 2016.

Kasi Pidsus Kejari Palembang Andi mengatakan, dua tersangka tersebut yakni satu orang PNS berinisial ARM dan satu orang dari PT Japri Sentosa yang merupakan rekanan sebagai pelaksana pada proyek pengadaan lift, berinisial M.

“Sebelumnya keduanya hanya berstatus sebatas saksi. Namun setelah diperiksa dan didapatkan bukti yang cukup kuat, keduanya dijadikan tersangka,” ujar Andi, Selasa

Andi yang didampingi Kasi Intelijen Eko Yuristianto mengatakan, tersangka ARM kini memiliki jabatan di Sekretariat Kota (Setda) Palembang.

Pada pengadaan lift di kantor BPKAD tahun 2016, ARM berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan lift tersebut.

Sementara jabatannya saat itu merupakan Kabid Anggaran BPKAD Palembang, sedangkan tersangka M sebagai rekanan atau pelaksana.

“ARM tercatat sebagai warga Palembang, sedangkan M warga domisili dari Jakarta. Tersangka M ini merupakan distributor lift salah satu merek atau produk dari Cina,” ujarnya.

Andi mengatakan, kedua tersangka belum dilakukan penahanan dan masih dalam proses pemanggilan.

Pada pemangilan pertama, keduanya tidak hadir dengan alasan. Namun akan dilanjutkan pada pemanggilan kedua.

“Kalau memang pemanggilan kedua tidak hadir tanpa adanya alasan yang jelas, tentu akan kita jemput paksa. Tapi kami yakin keduanya koperatif karena selama ini selalu hadir jika dipanggil,” ujarnya.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, jumlah kerugian negara yang diderita akibat dugaan korupsi tersebut masih dihitung. Andi berujar, selama proses penyidikan masih berlangsung, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

“Kerugian negara masih dihitung oleh pihak yang ahli. Namun dari penghitungan jaksa penyidik, kerugian negaranya berkisar Rp310 juta. Pastinya saat ini jaksa penyidik masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut, ” ujarnya. (*)

sumber: sumsel.antaranews.com

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *