Press "Enter" to skip to content

Hamid Rizal Buka Seminar Geopark Natuna

KR, Natuna- Terkait instruksi Presiden RI yang menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara, terdapat tiga istilah pada peta pariwisata nasional yaitu,  Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN), dan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN).

Ketiga bentuk kawasan ini memiliki tujuan yang sama, untuk mengupayakan percepatan pembangunan kawasan pariwisata.

“Dengan ditetapkannya Natuna sebagai salah satu wilayah Geopark Nasional, berbagai program kerja tingkat Nasional akan bergulir bagi daerah, melibat semua pihak terutama dalam hal pengelolaan, pelestarian, observasi, serta peluang peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui Pendidikan dan peningkatan wawasan, kesadaran kepedulian lingkungan, serta peluang upaya pengembangan ekonomi lokal berbasis geowisata. ” Jelas Bupati Natuna Hamid Rizal.

Hamid Rizal berharap melalui kegiatan seminar Geopark Natuna ini, peserta kegiatan mendapatkan wawasan yang lebih luas, sehingga kedepan dalam peran dan fungsi yang dijalankan dapat lebih kreatif, ambil peduli terhadap kelestarian lingkungan, bijak mengelola potensi daerah menjadi bernilai ekonomis namun terus berupaya memelihara lingkungan sekitar agar tetap terjaga.

Statemen Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal ini disampaikan saat membuka secara resmi Seminar Geopark Kabupaten Natuna Tahun 2019 yang merupakan rangkaian kegiatan Natuna Expo sempena Peringatan Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-20, Selasa (8/9) di Gedung Serbaguna Sri Serindit, Ranai.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Asisten Deputi Bidang Jejaring Inovasi Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Natuna, dan peserta Seminar.

Ketua penyelenggara sekaligus Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Hardinansyah melaporkan bahwa tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengaruh Status Geopark Nasional bagi daerah.

“Kegiatan ini akan diselenggarakan selama satu hari (8 Oktober 2019) dengan peserta berjumlah 100 orang yang berasal dari unsur berbagai Stakeholder, BUMD, pengusaha, tokoh masyarakat, awak media dan pelaku industry pariwisata. ” Jelas Hardinansyah R.

Sedangkan narasumber yang dihadirkan untuk memberikan materi berasal dari Deputi SDM dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman RI (Latief Nurbana dan Anton) dan Mega Fatimah Rosana (Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Pajajaran Bandung).  (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *