Wonosobo Jadi Tuan Rumah Pra POPDA Jateng, Ratusan Atlet Pelajar Berebut Tiket Provinsi

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Prakualifikasi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Pra POPDA) Provinsi Jawa Tengah Zona IV Tahun 2026 resmi dibuka di GOR Wonolelo Wonosobo, Rabu (10/6/2026). Kabupaten Wonosobo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah ajang yang mempertemukan atlet-atlet pelajar terbaik dari enam kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Kedu tersebut.
Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam perebutan tiket menuju POPDA Provinsi Jawa Tengah sekaligus wadah pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial yang diproyeksikan mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Ratusan atlet, pelatih, official, serta perwakilan pemerintah daerah dari enam kabupaten peserta hadir dalam pembukaan kegiatan. Suasana meriah mewarnai dimulainya kompetisi yang akan berlangsung selama tiga hari dan menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga pelajar di Jawa Tengah.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, Pra POPDA tidak hanya menjadi ajang persaingan olahraga antar pelajar, tetapi juga momentum penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi.
“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah kompetisi olahraga, tetapi juga menyaksikan lahirnya atlet-atlet masa depan yang suatu saat akan membawa kebanggaan bagi daerah, Jawa Tengah, bahkan Indonesia,” ungkap Afif dalam sambutannya.
Menurut Afif, kehadiran para atlet dari berbagai daerah turut memperkuat jalinan persaudaraan dan kebersamaan di antara generasi muda. Melalui olahraga, para pelajar dapat belajar tentang nilai-nilai sportivitas, penghormatan terhadap lawan, serta semangat kebangsaan.
“Olahraga mengajarkan kita untuk bersaing secara sehat, menghormati lawan, menjunjung sportivitas, dan tumbuh bersama dalam semangat kebangsaan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga oleh generasi muda,” tegasnya.
Mengusung tema “Tingkatkan Tradisi Prestasi”, Bupati menilai bahwa keberhasilan seorang atlet lahir dari proses panjang yang ditempuh melalui latihan, kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah. Menurutnya, atlet yang berkualitas tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan teknik yang baik, tetapi juga integritas serta mental juang yang kuat.
“Kemenangan memang membanggakan, tetapi pengalaman, proses, dan karakter yang terbentuk selama perjalanan itulah yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Afif menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pra POPDA memiliki peran strategis dalam mengukur hasil pembinaan olahraga pelajar di daerah. Ajang ini juga menjadi sarana menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mewakili daerah dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pra POPDA Jawa Tengah Zona IV Tahun 2026, Hafiz Fajri, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026. Hari pertama dimanfaatkan untuk kedatangan kontingen dan kegiatan silaturahmi, sedangkan pertandingan dilaksanakan pada 10 dan 11 Juni.
Sebanyak enam kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Kedu turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Masing-masing daerah mengirimkan 77 atlet dan 26 official untuk mengikuti pertandingan pada empat cabang olahraga, yakni sepak bola putra, sepak takraw putra, bola voli putra-putri, serta bola basket putra-putri.

Pertandingan digelar di sejumlah venue yang telah disiapkan, yakni GOR Wonolelo untuk cabang bola voli, Stadion Gelora Pancasila untuk sepak bola, GOR Don Bosco untuk bola basket, dan GOR MAN Wonosobo untuk cabang sepak takraw.
Hafiz menambahkan, para juara dan runner-up dari masing-masing cabang olahraga akan memperoleh tiket untuk berlaga pada POPDA Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses. Semoga para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya serta membawa prestasi yang membanggakan bagi daerah masing-masing,” ujarnya.
Penyelenggaraan Pra POPDA Jawa Tengah Zona IV di Wonosobo tidak hanya menjadi arena perebutan tiket menuju tingkat provinsi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda.
Melalui semangat sportivitas, persahabatan, dan tradisi prestasi yang terus dijaga, ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (Adv/Aris)

