19 Juni 2026

Proyek Dana DAK Natuna 2024 Segera di Lelang

KR Natuna_ OPD di lingkungan Pemkab Natuna diperintah untuk segera melaksanakan lelang proyek yang di danai DAK tahun anggaran 2024, perimtah ini  kembali disampaikan Sekdakab Natuna Boy Wijanarko Varianto , Kamis (27/6/2024)  saat dikonfirmasi masih  minimnya proyek yang sudah dilelang melalui Layanan Pelelangan Secara Elektronik (LPSE) hingga Juni 2024.

Sekdakab Natuna Boy Wijanarko Varianto

Boy Wijanarko mengatakan, setiap bulan ia melakukan rapat evaluasi dengan OPD untuk mempercepat penyerapan anggaran, khusunya DAK.

Menurutnya, penyerapan anggaran DAK harus secepat mungkin. Paling lambat wajib dilelang pada tanggal 22 Juli 2024 agar pemerintah daerah tidak mendapat sanksi.

Dirinya belum mendapat informasi secara pasti apa penyebab belum dilelangnya semua paket DAK di kabupaten Natuna.

“Kalau pada bulan Juli ini belum dilelang, nanti kita bakal dapat sanksi pengurangan DAK,” ujarnya.

Ia mengatakan akan terus melakukan rapat dan koordinasi terkait lambatnya pegadaan proses lelang, apalagi dirinya selaku penanggungjawab.

Kadis PU Natuna Agus Supardi

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Natuna, Agus Supardi, mengatakan, proyek DAK tersebar di beberapa dinas.

Ia mengaku bawah sebanyak 6 paket DAK di dinasnya sudah dilakukan lelang, tinggal menunggu tahap pengerjaan.

Adapun paket tersebut adalah peningkatan jalan lapis hotmix Sebintang-Batu Bayan Rp 9,4 miliar, jalan Semdang-Batubi Jaya Rp 7 miliar, jalan lapis hotmix Air Raya-Kantor Bupati Rp 4 miliar, Lapis hotmix Sual-Air Raya Rp 2,5 miliar, lanjutan pembangunan jalan Semente-Segeram Rp 6,7 miliar dan peningkatan jalan lingkar Pulau Laut Rp 6,3 miliar.

Bahkan kata Agus, kegiatan tersebut diinput ke aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OM SPAN).

“Jadi pada Juli nanti sudah psm dan kegiatan mulai jalan,” pungkasnya.

Pantauan media ini dilaman LPSE Natuna, baru 21 paket tender atau lelang yang muncul di situs pengadaan pemerintah tersebut.

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Natuna, Hendri Dunan membenarkan paket lelang di Pemkab Natuna masih sedikit.

“Kita sifatnya menunggu, ketika ada permintaan dari dinas teknis baru kami proses,” ujar Hendri saat dihubungi, Senin, 24 Juni 2024 lalu.

Hendri menyebut, bahwa saat ini rata-rata paket lelang yang sudah jalan baru dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Ada juga yang melakukan melalui sistem e-katalog,” ungkap Hendri.

Hendri mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenang untuk mendorong pihak pemerintah segera melakukan proses paket lelang.

“Kewenangannya itu langsung di Pemkab,” tuturnya.

Hendri menjelaskan, bahwa pengadaan paket tender itu ada beberapa proses, mulai dari permintaan dari dinas, kemudian ditindaklanjuti dengan penetapan Kelompok Kerja (Pokja) hingga proses pemilihan sampai penetapan pemenang.

“Untuk paket lelang bisa memakan proses 25 hari, sedangkan yang seleksi 45 hari,” ujarnya.

Dinas PU Gunagan Dana Dak 2024 Untuk Bangun Jalan di Natuna

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Natuna, Agus Supardi mengatakan, pembangunan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ada di lima tempat di wilayah Kabupaten Natuna di tahun 2024.

Pertama, pembangunan ruas jalan lingkar Pulau Laut sekitar Rp 6,3 Miliar, pembangunan jalan Sibintang Batu Bayar ada sekitar Rp 8 miliar lebih.

Berikutnya, pembangunan ruas jalan Semedang Batubi Jaya sekitar Rp 7 miliar.

Selanjutnya, pembangunan jalan Semente Segeram ada sekitar Rp 8 miliar, pembangunan ruas jalan Suwal Air Raya sekitar Rp 2 miliar.

“Tidak hanya itu, ada juga pembangunan jalan air raya kantor bupati, dan beberapa jalan lainya yang masuk dalam tahun ini,” katanya.

Penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) kabupaten Natuna untuk pembangunan jalan pada tahun 2024 mendatang akan mengalami penurunan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Natuna, Agus Supardi,  mengatakan, pemerintah pusat akan mengalokasikan DAK sebesar Rp 37 miliar.

“Sudah ada komitmen dari pemerintah pusat untuk DAK 2024, namun turun dari tahun ini yang nilainya sebesar Rp 50 miliar,” sebutnya di kantor Bupati Natuna, Rabu,(8/11/2023).

Penurunan DAK pada tahun 2024 berlaku secara nasional, karena pemerintah pusat memberikan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Namun kalau dihitung-hitung, nilai yang akan diterima Pemda Natuna sudah cukup besar.

Secara administrasi, Dinas PUPR sudah menyelesaikan pembuatan DED, asistensi dengan Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN), hingga verifikasi dengan Bapenas dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Mereka sudah menyetujui ruas jalan, panjang jalang, volume dan dana yang kita usulkan. Kita tinggal menunggu ketok palu pemerintah pusat berapa DAK ini disalurkan secara nasional. Kalau misalnya bertambah ya syukur, tapi kalau tidak kita juga maklum karena bertepatan dengan pelaksanaan Pemilu,” ujar Agus menjawab konfirmasi media ini

Dana DAK 2023 sudah Dievaluasi Sebelum Penerimaan DAK 2024

Rapat Evaluasi dana DAK natuan TA 2023

Pemkab Natuna akan menerima dana DAK tahun 2024 sebesar Rp 83 Milyar, lebih kecil dari penerimaan dana DAK tahun 2023 sebesar 119 Milyar.

” Tahun ini Natuna menerima dana DAK untuk Proyek fisik sebesar RP 83  Milyar  sedangkan proyek non fisik sebesar Rp 65 Milyar,” jelas kadis BKAD kab.Natuna Suryanto SE.MA

Total pembiayaan dana DAK kabupaten Natuna 2024 sebesar RP 148 Milyar

” dana DAK fisik sebagian besar besar di dinas PU dsedangkan DAK Untuk Non fisik meliputi dana BOS SD dan SMP ditambah BOP PAUD dan tunjangan profesi guru,” tambah Suryanto.

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, mealui Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan DAK Fisik Tahun 2023, Persiapan Kegiatan DAK Fisik Tahun 2024. Bertempat di Ruang Rapat Lantai ll Kantor Bupati Natuna, Kamis, 01/02/2024.

“Rapat evaluasi dana dak fisik ini adalah bertujuan untuk mengetahui kendala dan hambatan dalam pengalokasian dana dak di tahun 2023 dimana kendala- kendala ini akan kita cari solusi jalan keluarnya bersama-sama,” ujarnya

Beliau juga menyampaikan rapat evaluasi dana dak fisik akan terlihat pencapaian dan realisasi yang telah di capai sebagai bahan acuan agar lebih baik dalam merealisasikan anggaran dana dak fisik.

“Melalui kegiatan evaluasi dak fisik 2023 kita akan mengetahui pencapaian dan realisasi pelaksanaan kegiatan DAK Fisik ini. Sehingga bisa menjadi acuan kita untuk lebih baik lagi dalam merealisasikan anggaran dana dak fisik di tahun berikutnya,” ucapnya (red)