Festifal Kota Apung Sedanau” Langkah Awal Jual WisataUnggulan


KR Natuna- Sedanau adalah sebuah pulau kecil ibukota kecamata Bunguran Barat kabupaten Natuna, nama Sedanau sempat mendunia saat sebuah pesawat khasmir price milk Air India yang dilaporkan mengangkut 19 penumpang terdiri dari 16 peumpang dan 3 orang awak peswat, pada Senin, 11 April 1955, sekitar pukul 19.00 jatuh di laut diantara perairan Pulau Jalik dan Pulau Penganak, tak jauh dari Sedanau -Natuna. Pesawat itu merupakan pesawat yang dicarter pemerintah Tiongkok (RRC) untuk digunakan membawa delegasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang sedianya dipimpin langsung Perdana menteri RRT Zou Enlai untuk menghadiri Konfrensi Asia Afrika di Bandung.
16 Orang dilaporkan tewas 3 berhasil selamat, meski sebagain badan pesawat sempat dievakusi, Sisa reruntuhan pesawat berjenis Lockheed L-7492A sebagian masih berada didasar laut lokasi kejadian yang tak jauh dari Sedanau.
Sedanau juga melahirkan sosok sastrawan yang sangat dikenal di kancah nasional, bernama B.M Syamsuddin yang memiliki nama Asli Bujang Mat Syamsudin, BM Syam seorang Sastrawan, yang lahir di Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, 10 Mei 1935.
Di Pulau kecil ini setiap tahun juga mengekspor ikan langka “Napoleon” ke mancanegara khususnya ke Hongkong, Ikan Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu jenis ikan langka, bahkan hanya dijumpai di kawasan Samudera Hindia dan Samudra Pasifik. Hal inilah yang membuat ikan napoleon memiliki harga jual yang tinggi dalam industri perikanan.
Di Natuna, ikan napoleon banyak dibudidayakan di Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Adapun harga ikan napoleon yang sudah besar mencapai Rp 1 juta per kilonya.
Untuk Natuna mendapat kkuota 1000ekor Napoleon ynag bisa diekspor, nilainya bisa mencappai belasan milyar. Jika ditotal dengan ikan campuran pertahun Natuna melaui pelabuhan Sedanau bisa mengekspor 132 tonikan hidup yakni jenis kerapu, kakatua, napoleon dan lobster.
Selain keungulan ini di Sedanau juga terdapat destinasi pantai “Pasir Marus” yang eksotik, pantai ini masih alami menyuguhkan pemandangan cantik terutama saat matahari terbenam (sunseat).
Sejumlah Keungulan ini mendorong pemerintah Natuna mencoba menawarkan pesona wisata Sedanau dengan menggelar “Festival Kota Apung Sedanau ” pada Minggu, (23/06) .
Festival Kota Apung dimotori oleh Pokdarwis Aurora Kelurahan Sedanau berkolaborasi dengan Kecamatan Bunguran Barat dan didukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna.
Dalam Festival Kota Apung dilaksanakan Lomba Dayung Sampan, Fashion Show dan Tangkap Itik. Acara berlangsung meriah meski sempat diawali hujan. Rintik-rintik hujan tidak menyurutkan antusias peserta lomba dan penonton. Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Diawali Penampilan Tarian Persembahan dari Sanggar Panglima Hujan SMKN 1 Bunguran Barat dilanjutkan dengan berbagai perlombaan ynag diikui masyarkat dengan antusias .
Bupati Natuna Wan Siswandi berharap acara Festival Kota Apung dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan banyak pihak agar lebih meriah.
“ Kedepan beberapa atraksi seperti pelepasan ikan, lomba bagan milik masyarakat Sedanau dan lomba bakar ikan akan kita laksanaka rutin tiap tahun,”. terang Wan Siswandi 
Festival Kota Apung Sedanau juga dimeriahkan dengan Lomba Fashion Show yang diikuti 13 peserta lomba dengan tema pemanfaatan bahan daur ulang.
Berbagai kreasi penampilan peserta melenggang unjuk diri dihadapan juri dan para undangan untuk memperebutkan juara I, II dan III. Usai pelaksanaan Lomba Fashion Show.
Lomba Dayung Sampan dipimpin langsung oleh Bupati Natuna Wan Siswandi sebagai pemberi aba-aba memulai lomba. Lomba Dayung Sampan berlangsung sengit dengan persaingan ketat antar peserta dengan memperebutkan juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II.
Pada Lomba menangkap itik, para peserta sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Dengan memadukan ketangkasan berenang dan kegesitan peserta dalam menangkap 3 ekor Itik yang dilepas diatas air laut. Adegan menggelitik tawa penonton disaat Itik yang dilepas enggan berenang melainkan ingin naik kembali kedalam Boat Panitia. Beberapa peserta berhasil memenangkan meraih juara I, II dan III.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah dan foto bersama. Ucapan terimakasih kepada semua jajaran Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat, Pokdarwis Aurora, sponsor, peserta lomba, panitia yang terlibat dan masyarakat Kelurahan Sedanau yang telah memperlancar dan menyukseskan acara Festival Kota Apung Sedanau 2024 ini.
(PD)



