25 Juli 2026

Ratusan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi, Tradisi Berbagi Berkah Warnai Hari Jadi Wonosobo ke-201

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Ratusan masyarakat memadati Alun-alun Wonosobo untuk mengikuti tradisi Grebeg Gunungan Hasil Bumi usai Prosesi Pisowanan Agung dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201, Jumat (24/7/2026). Antusiasme warga terlihat saat 15 gunungan berisi aneka hasil pertanian dipersilakan untuk diambil sebagai simbol berbagi berkah kepada masyarakat.

Sebanyak 15 gunungan hasil bumi dibawa oleh perwakilan dari 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Masing-masing gunungan berisi beragam hasil pertanian, mulai dari sayuran hingga buah-buahan yang menjadi representasi potensi sekaligus kesuburan tanah di setiap wilayah.

Setelah prosesi Pisowanan Agung dan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo selesai dilaksanakan, masyarakat dipersilakan mengambil hasil bumi yang tersusun pada setiap gunungan. Dalam hitungan menit, gunungan yang semula berdiri megah pun habis dibawa warga yang telah memadati kawasan Alun-alun Wonosobo.

Salah seorang warga, Atar, mengaku sengaja datang dari Kasiran untuk menyaksikan Prosesi Pisowanan Agung. Selain menikmati jalannya kirab budaya, ia juga telah menantikan momen ketika masyarakat diperbolehkan mengambil hasil bumi dari gunungan.

“Saya memang sengaja datang dari Kasiran untuk melihat Prosesi Pisowanan Agung. Dari awal sudah menunggu momen berebut gunungan hasil bumi karena menurut saya itu menjadi salah satu bagian yang paling menarik,” ujarnya.

Keinginannya pun terwujud. Atar berhasil membawa pulang sejumlah hasil bumi dari gunungan, di antaranya terong, mentimun, buncis, dan tomat.

“Alhamdulillah tadi dapat terong, mentimun, buncis, sama tomat. Senang sekali bisa dapat hasil bumi dari gunungan,” katanya.

Hasil bumi yang diperolehnya itu tidak akan dinikmati sendiri. Ia berencana membawa seluruh sayuran tersebut ke rumah untuk diberikan kepada sang ibu.

“Nanti sayur-sayur ini saya bawa pulang dan diberikan kepada ibu supaya dimasak. Semoga membawa berkah juga untuk keluarga,” pungkasnya.

Tradisi Grebeg Gunungan Hasil Bumi bukan sekadar menjadi atraksi budaya, melainkan memiliki makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah. Gunungan hasil bumi menjadi simbol kemakmuran dan kesuburan Kabupaten Wonosobo, sekaligus wujud harapan agar keberkahan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Momen berebut hasil bumi juga menjadi simbol semangat berbagi rezeki. Melalui tradisi ini, hasil pertanian yang sebelumnya dikirab sebagai lambang kemakmuran kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai representasi berkah yang harus dinikmati bersama.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, sebelumnya menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 mengusung tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, yang mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu membangun daerah.

“Hari ini saatnya kita mengumpulkan seluruh energi menjadi satu. Kita bersatu untuk menghadirkan kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi masyarakat Kabupaten Wonosobo,” ujar Afif.

Semangat tersebut tercermin dalam tradisi Grebeg Gunungan Hasil Bumi yang tidak hanya menjadi bagian dari prosesi budaya, tetapi juga menggambarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan berbagi berkah kepada seluruh masyarakat. (Aris)