Hari Jadi Wonosobo ke-201, Pisowanan Agung Jadi Simbol Persatuan dan Gotong Royong

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Prosesi Pisowanan Agung menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 yang digelar pada Jumat (24/7/2026). Prosesi budaya yang berlangsung dari Pendopo Kabupaten Wonosobo menuju Alun-alun Wonosobo tersebut diikuti kirab 15 gunungan hasil bumi yang dibawa oleh perwakilan dari 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo sebagai simbol rasa syukur sekaligus semangat kebersamaan membangun daerah.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan peringatan Hari Jadi ke-201 tahun ini dilaksanakan secara sederhana seiring kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, antusiasme masyarakat dinilai tetap tinggi sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah.

“Alhamdulillah, peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 berlangsung dengan baik dalam suasana yang sederhana karena kita sedang melakukan efisiensi anggaran. Namun demikian, konsep yang disusun sangat baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” kata Afif.
Mengusung tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, perayaan tahun ini berfokus menyatukan seluruh energi masyarakat demi mewujudkan pembangunan daerah yang adil dan sejahtera.
Menurut Afif, makna “Nyawiji” adalah menyatukan seluruh kekuatan dan potensi yang dimiliki masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Wonosobo.
“Hari ini saatnya kita mengumpulkan seluruh kekuatan dan energi menjadi satu kesatuan. Dengan bersatu, kita dapat menghadirkan kebijakan-kebijakan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada usia ke-201, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan terus melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah berjalan sekaligus menghadirkan kebijakan baru yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Afif juga mengajak masyarakat melihat pembangunan secara menyeluruh dan terus menjaga semangat gotong royong sebagai modal utama mewujudkan Wonosobo yang maju, adil, dan sejahtera.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201, di antaranya Permadani, Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para seniman, tenaga pendidik, Pemerintah Desa Plobangan beserta masyarakatnya, BUMN, BUMD, serta seluruh masyarakat Wonosobo.
Prosesi Pisowanan Agung turut dimeriahkan kirab 15 gunungan hasil bumi yang dibawa oleh perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Masing-masing gunungan berisi beragam hasil pertanian, seperti buah-buahan dan sayuran yang menjadi representasi potensi pertanian serta kesuburan wilayah di setiap kecamatan.
Usai prosesi upacara, gunungan hasil bumi tersebut dipersilakan untuk diambil oleh masyarakat. Ribuan warga yang memadati kawasan Alun-alun Wonosobo tampak antusias berebut hasil bumi dari setiap gunungan. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas kemakmuran dan kesuburan tanah Wonosobo, sekaligus menggambarkan semangat berbagi berkah agar hasil bumi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Rangkaian puncak Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 kemudian dilanjutkan dengan pentas kolosal Tari Grebek Tenong di Alun-alun Wonosobo. Pertunjukan yang melibatkan sekitar 280 penampil tersebut merupakan kolaborasi siswa SMP se-Kabupaten Wonosobo bersama para seniman dan pengrawit daerah sebagai wujud pelestarian seni budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengatakan salah satu rangkaian Hari Jadi tahun ini adalah Ruwat Sukerta Cukur Rambut Gimbal yang diikuti tujuh anak, terdiri atas satu anak laki-laki dan enam anak perempuan.
“Tradisi ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam merawat nilai-nilai budaya sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andang.
Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, Andang berharap insan pers turut berkontribusi melalui pemberitaan yang edukatif.
“Kami berharap rekan-rekan wartawan menyajikan berita yang edukatif dan substantif, bukan sekadar mengejar viral. Buatlah berita yang mampu membangun nilai-nilai etika serta menumbuhkan rasa hormat anak kepada orang tua,” pungkasnya. (Aris)

