21 Agustus 2026

Inovasi Tangani Anak Zero Dose, Puskesmas Selomerto 1 Wonosobo Raih Juara 3 Jateng Jangkep Award

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Inovasi digital yang dikembangkan Puskesmas Selomerto 1 Kabupaten Wonosobo dalam pelaporan cakupan imunisasi berhasil mendapat pengakuan di tingkat Jawa Tengah.

Puskesmas tersebut meraih Juara 3 Jateng Jangkep Award 2026 kategori Inovasi Pelaporan Cakupan Imunisasi. Penghargaan ini diberikan atas terobosan sistem pelaporan digital internal yang dinilai mampu mempercepat pengumpulan data sekaligus mendukung penanganan anak yang belum mendapatkan imunisasi (zero dose).

Kepala Puskesmas Selomerto 1, dr. Isni Nur Harjanto, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh tim. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan tim IT di puskesmas tersebut berangkat dari kebutuhan untuk membuat proses pengumpulan dan pelaporan data imunisasi lebih cepat dan akurat.

“Awalnya kami tidak mengira bisa mendapat penghargaan ini karena bagi kami ini bagian dari tuntutan kerja. Tim IT kami mengembangkan cara yang menyambungkan pengumpulan data dari lapangan ke aplikasi provinsi secara cepat. Kuncinya ada pada respon cepat dan ketepatan pengisian laporan,” ujar dr. Isni saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8/2026).

Sistem tersebut mengintegrasikan data yang dihimpun petugas di lapangan dengan sistem pelaporan tingkat provinsi melalui tautan spreadsheet dan situs web internal. Data yang terkumpul kemudian dapat dipantau secara real-time oleh petugas puskesmas maupun kader kesehatan.

Keberadaan sistem ini membuat sasaran anak yang terlambat memperoleh vaksin maupun yang mengalami penolakan imunisasi dapat diketahui dengan lebih cepat. Tim kesehatan pun dapat segera melakukan penanganan maupun penyisiran (sweeping) terhadap sasaran yang belum mendapatkan imunisasi.

Tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, sistem tersebut juga dirancang secara transparan sehingga data dapat diakses oleh orang tua balita. Dengan demikian, proses pemantauan cakupan imunisasi dapat melibatkan lebih banyak pihak.

Bagi dr. Isni, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada sistem pelaporan. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat, terutama orang tua, juga menjadi bagian penting untuk memastikan anak memperoleh imunisasi secara lengkap.

“Masyarakat perlu paham bahwa vaksin ini sangat penting. Mencegah penyakit itu jauh lebih baik daripada kita harus menanggung risiko kesehatan yang timbul di kemudian hari. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu untuk membawa anak ke pos imunisasi,” imbaunya.

Jateng Jangkep Award 2026 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada fasilitas kesehatan yang dinilai memiliki dedikasi serta inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Salah satu fokus ajang tersebut adalah mendorong percepatan penurunan jumlah anak zero dose di Jawa Tengah.

Pada kategori inovasi pelaporan imunisasi tahun ini, Juara 1 diraih Puskesmas Juwiring Kabupaten Klaten. Sementara Juara 2 diberikan kepada Puskesmas Jumantono Kabupaten Karanganyar, disusul Puskesmas Selomerto 1 Kabupaten Wonosobo di posisi ketiga.

Raihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. dr. Isni berharap sistem yang telah dikembangkan dapat terus disempurnakan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan sekaligus menjadi pemantik bagi tenaga kesehatan muda untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Aris)