8 Maret 2026

HPSN 2026, Wonosobo Gaungkan Gerakan ASRI dari Rumah hingga Destinasi Wisata

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Aksi Bersih Sampah Serentak dan Dialog Interaktif secara daring bersama Gubernur Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Selasa (24/2/2026). Kegiatan dipusatkan di Taman Plaza Wonosobo dan diikuti jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subiyanto, terkait Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah, kegiatan dipusatkan di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, dan diikuti secara daring oleh seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI melalui implementasi Gerakan Wonosobo ASRI.

“Wonosobo juga harus ASRI, Aman, Sehat, Rapi, dan Indah. Kenapa rapi? Karena dulu kita sering mendapati sampah yang berserakan. Ini yang harus kita benahi bersama,” tegasnya.

Menurut Afif, gerakan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau ini sebuah gerakan, berarti semua harus tergerak. Gerakan bersama-sama bersih sampah, baik di kota maupun di desa. Harapannya dimulai dari rumah, dengan memilah sampah. Tidak semua sampah harus dibuang ke TPA,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Bupati berencana mengajak ASN, TNI-Polri, BUMN, BUMD, serta komunitas untuk melakukan aksi bersih di sejumlah kawasan strategis dan destinasi wisata seperti Telaga Menjer dan kawasan Dieng. Upaya tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kita pastikan wisatawan yang datang ke Menjer dan Dieng tidak disuguhi tumpukan sampah. Wonosobo harus bersih dan membanggakan,” tambahnya.

Pemilihan Taman Plaza sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena kawasan tersebut merupakan salah satu ikon ruang publik di Wonosobo. Ke depan, area tersebut akan tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus dikembangkan menjadi ruang kreatif masyarakat.

“Taman Plaza ini ikonnya Wonosobo. Ke depan tetap menjadi ruang terbuka hijau, tetapi bisa kita desain ulang agar lebih representatif, termasuk menjadi panggung terbuka bagi potensi seni dan budaya masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menyampaikan bahwa seluruh pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan komunitas lingkungan diminta melaksanakan aksi bersih di lingkungan kerja masing-masing.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti peserta dengan mengenakan kaos olahraga berwarna putih sebagai simbol kebersamaan dan semangat menjaga kebersihan.

Melalui momentum HPSN 2026 ini, Pemkab Wonosobo berharap Gerakan Wonosobo ASRI tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi budaya kolektif yang dimulai dari rumah tangga, lingkungan RT/RW, desa, hingga tingkat kabupaten.

“Gerakan Wonosobo ASRI adalah gerakan kita bersama. Bersih lingkungannya, sehat masyarakatnya, indah daerahnya,” pungkas Andang. (Diskominfo/Aris)