Pemkab Wonosobo Pastikan Stok Bapokting Aman Jelang Ramadan 1447 H

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadan 1447 Hijriah dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil. Kepastian tersebut disampaikan langsung Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat ditemui di Pendopo Bupati, Senin (23/2/2026).
Afif menjelaskan, laju inflasi daerah masih terkendali di angka 2,51 persen secara year on year. Bahkan pada Januari 2026 tercatat deflasi sebesar -0,51 persen. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Meski tren harga relatif stabil, kita tidak boleh lengah. Pemerintah menyiapkan strategi operasi pasar melalui pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk intervensi, Pemkab Wonosobo akan menggelar Pasar Murah pada 5–14 Maret 2026 yang menyasar 182 titik desa. Dalam program subsidi tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir dengan nilai tebus Rp10.000.
“Stok pangan Wonosobo aman. Masyarakat tidak perlu panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, ketersediaan beras, minyak goreng, dan gula hingga pekan terakhir dalam kondisi aman.
“Fluktuasi harga masih dalam koridor terkendali. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada cabai merah, namun ini fenomena nasional. Secara umum stok aman dan harga relatif stabil,” jelasnya.
Ia menambahkan, sasaran pasar murah diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 yang belum menerima bantuan sosial lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah tumpang tindih penerima manfaat.
Selain penyelenggaraan pasar murah, Pemkab juga akan memperketat pengawasan keamanan pangan di delapan pasar utama. Upaya lain yang dilakukan yakni mengintensifkan distribusi beras SPHP dan Minyakita guna meredam potensi lonjakan harga menjelang Lebaran.
Koordinasi dengan Bulog, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa terus diperkuat untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan potensi deflasi di sektor hortikultura juga menjadi perhatian melalui penguatan kerja sama antar daerah.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkab Wonosobo berkomitmen menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat demi mendukung kelancaran ibadah Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. (Diskominfo/Aris)
