Untuk Kelola Potensi Perairan Laut, Subi Butuh Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lengkap


KR Natuna,Untuk meningkatkan pengelolaan Potensi Perairan Laut Subi dibutuhkan Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lengkap, Tertegrasi dengan SKPT Selat Lampa yang telah ditetapkan sebagai pelabuhan Ekpor.
” Pelabuhan pendaratan ikan yang dilengkapi faisitas lengkap akan memudahkan nelayan Natuna yang melaut di sekitar perairan laut Natuna dekat SUBI , baik nelayan Ranai, nelayan Pulau Tiga, nelayan Midai, nelayan Serasan, maupun Nelayan Subi khususnya dan Pulau Panjang, nelaan-nelayan tradiional ini akan terbantu karena dari segi jarak rata- rata mereka melaut akan lebih dekat e Subi, hingga memudahkan untuk mendapatkan logistik mupun untuk menjual hasil tangkap, ini akan lebih efesien” jelas Muja Kalangun selaku anggota DPRD Natuna asal dapil Subi, Midai, Pulau Panjang dan Serasan menjawab Koran rakyat, (28/10.)
LOKASI PPI
Usulan PPI lengkap ini dibangun diujung pulau Subi Besar yang berhadapan dengan pulau Panjang (kecamatan Pulau Panjang), lokasi ini ideal karena memiliki draf cukup dalam dan alur lebih pendek,
” Saat ini sudah ada separuh jalan menuju titik rencana pelabuhan PPI Subi, dulu semasa saya menjadi anggota DPRD Natuna sudah dibangun jalan kesana kuelb 3 KM, jadi sisa kurang lebih 5 KM lagi menuju titik lokasi pelabuhan pendaratan ikan yang direncanakan,” jelas tokoh masyarkat Subi Baharudin
Lebih jauh Baharudin menjelaskan bahwa untuk mmewujudkan Pembangunan PPI butuh pembangunan fasilitas lengkap, juga ada tempat pelelangan ikan juga fasilitas gudang pendingin dan jalan akses menuju pemukiman masyarat.
Multi Fungsi

Selain sebagai titik cek point nelayan Natuna, PPI ini juga bisa difumgsikan sebagai cek point semua nelayan yang amelaut diwilayah WP 711 baik KIA berijin resmi maupun armada kapal tangkap asal dari jawa dan Kalbar.
Selain itu adanya pelabuhan PPI dan jalan akses ini memperpendek waktu dan efesiiensi jarak tempuh yang menghubungkan masyarakat Subi dan Pulau Panjang, karena selama ini masyarakt hanya bia menggunakan jalan laut, efesiensinya jika melalui jalur laut bisa 3 jam, jika melaui jalur darat hanya butuh kurleb 45 menit, bedanya bisa 2 jam lebih efesien.
Potensi Perikanan Laut Natuna
Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau memiliki peluang besar dalam pengembangan perikanan maupun ekowisata. Kendati demikian, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi.
Sebagai kepulauan dengan lebih dari 98 persen wilayahnya merupakan lautan, Natuna memiliki kekayaan hayati laut yang melimpah. Natuna juga termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 yang memiliki estimasi potensi lestari (Maximum Sustainable Yield atau MSY) mencapai 1.306.379 ton/tahun, dengan jumlah tangkap yang diperbolehkan (JTB) sebesar 911.534 ton/tahun.
Namun, Direktur Bisnis dan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Catur Sarwanto mengatakan, potensi budidaya di Natuna belum dikelola dengan optimal.
“Natuna memiliki potensi sumberdaya ikan yang cukup besar, dan potensi budidaya ikan seperti kerapu dan napoleon yang telah diekspor ke Malaysia, Jepang, dan Singapura, namun potensi ini belum dijalankan secara optimal,” ujar Catur.
Kendala
Menuurt Direktur Eksekutif KPPOD Armand Suparman mengatakan, perlu kerja keras sektor swasta lebih optimal berkolaborasi dengan Natuna. “Peningkatan investasi masih terkendala regulasi dan birokrasi, seperti perizinan dan infrastruktur.
(baca: https://koranrakyat.co.id/2024/12/23/natuna-butuh-di-bangun-8-pelabuhan-pangkalan-pendaratan-ikan-pppi/)
Pelabuhan PPI

- Fasilitas pokok: Meliputi dermaga, kolam perairan, dan alur perairan.
- Fasilitas fungsional:
- Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
- Air bersih.
- Instalasi listrik.
- Kantor.
- Fasilitas penanganan ikan.
- Pasar ikan yang berfungsi menampung dan mendistribusikan hasil tangkapan.
- Fasilitas penunjang: Meliputi pos jaga, MCK (Mandi, Cuci, Kakus), dan area parkir.
- Fungsi: Berfungsi sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan/atau bongkar muat ikan, dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.
- Jenis:
- Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS): Kelas tertinggi dan terbesar.
- Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN): Pelabuhan perikanan yang dikelola oleh pemerintah.
- Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP): Pelabuhan perikanan yang melayani kegiatan perikanan pada skala yang lebih kecil.
- Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI): Jenis pelabuhan perikanan yang lebih sederhana dan umum ditemukan di Indonesia. ** (red)
