17 Maret 2026

Lagi Berduaan di Rumah Guru PAUD Oknum Kapolsek di Kendal Digerebek Warga Jelang Subuh

KoranRakyat.co.id —- Di tengah – tengah tajamnya sorotan dan kritika terhadap kepolisian RI ada-ada oknum kepolisian yang nyeleneh di tengah masyarakat dengan perbuatan tidak terpuji. Salah satunya yang terjadi di salah satu polsek di wilayah hukum Polres Kedal.

Dilansir Tribunjateng.com, seorang oknum perwira yang menjabat sebagai Kapolsek di wilayah hukum Polres Kedal keciduk warga sedang asyik berduaan di dalam rumah seorang guru PAUD.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/9/2025) dini hari di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kedal.

Dari beberapa informasi yang dihimpun, perwira polisi itu diketahui sering datang menyelinap ke rumah guru PAUD berstatus janda dua anak itu.

Namun dikarenakan kurang bukti, warga selama ini hanya sekadar mengintai.

Tepat pada dini hari itu, warga mengantongi bukti kuat, bahkan disebut-sebut ada yang sudah merekam kegiatan Kapolsek dengan wanita berinisial Y di dalam rumah melalui ponsel.

Setelah itu, warga lantas melakukan  penggerebekan.

Adapun sosok Kapolsek yang dimaksud itu berinisial N, yang kesehariannya juga bertugas di wilayah tersebut.

Kapolres Meminta Maaf

Kapolres Kedal,  AKBP Hendry Susanto Sianipar meminta maaf atas kelakuan oknum perwira polisi yang diduga berduaan dengan seorang janda di tengah malam.

Tingkah tak terpuji itu terjadi di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kedal pada Jumat (19/9/2025) dini hari di sebuah rumah wanita berstatus janda itu.

“Saya selaku Kapolres Kedal memohon maaf atas kejadian itu,” katanya, Jumat (19/9/2025).

Kapolres juga meminta maaf jika hingga saat ini belum bisa membeberkan kronologi kejadian.

Saat ini, Propam Polres Kedal masih memeriksa oknum yang menjabat sebagai Kapolsek tersebut.

Kapolres berjanji akan mengusut tuntas kasus ini secara transparan ke publik.

“Jadi mohon waktu bersabar.”

“Peristiwa ini akan kami sampaikan secara transparan,” sambungnya.

AKBP Hendry mengungkapkan, pihaknya akan memanggil berbagai pihak untuk mendalami informasi atas kejadian tersebut.

Saat ini oknum polisi berpangkat perwira itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kedal.

“Untuk dugaan belum bisa kami sampaikan sekarang.”

“Kami sedang mendalami dengan memeriksa berbagai pihak dan verifikasi informasi.”

“Hasil pemeriksaan dan keputusan akan kami sampaikan lebih lanjut,” paparnya.

Secara umum Kapolres menegaskan, pihaknya telah memerintahkan Propam Polres Kendal untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap oknum perwira polisi tersebut.

“Saat ini, dia sedang didalami oleh Propam dan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui kronologi dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan,” paparnya.

Kapolres menegaskan, status oknum Kapolsek tersebut saat ini juga sudah dinonaktifkan.

“Sudah dinonaktifkan.”

“Tindakan penonaktifan ini dilakukan agar proses pemeriksaan di Propam tidak terganggu.”

“Kami mohon warga tidak perlu terprovokasi informasi yang belum benar,” tandasnya.

Selain itu, Kapolres juga memastikan segala pelayanan masyarakat di Kantor Polsek tempat oknum perwira tersebut mengabdi tidak akan terpengaruh dengan kejadian ini.

“Untuk pelayanan tetap kami laksanakan dan tidak terganggu, baik itu di Polsek maupun Polres.”

“Masyarakat silakan yang butuh pelayanan silakan datang, akan kami layani,” tandasnya.

Kesaksian Warga

Terpisah, warga Desa Tunggulsari, Solikhin mengatakan, dia bersama warga sudah cukup lama mencurigai gelagat yang dilakukan oleh oknum Kapolsek tersebut.

Namun warga belum memiliki cukup bukti kuat untuk melakukan penggerebekan.

“Dia menyelinap masuk ke rumah janda tersebut.”

“Dia tidak tahu jika warga sudah mencurigai dan mengintainya,” kata Solikhin, Jumat (19/9/2025).

Oknum polisi tersebut oleh warga kemudian dibawa ke balai desa setempat.

Setelah itu, Propam Polres Kedal membawa oknum polisi tersebut ke Mapolres Kedal untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sekretaris Desa Tunggulsari, Arif Setyawan mengungkapkan, oknum Kapolsek yang digerebek warga diketahui telah lama menjalin asmara dengan seorang janda di desanya.

Dia mengatakan, warga juga telah lama mengintai gerak-gerik pelaku yang seringkali berkunjung ke rumah janda tersebut.

“Warga sebenarnya sudah tahu sejak lama, tapi kalau setahunan belum ada,” kata Arif, Jumat (19/9/2025).

Arif menerangkan, penggerebekan dilakukan warga selepas melakukan demonstrasi penolakan tambang galian C di desanya.

Warga yang telah selesai melakukan aksi pada malam hari di kediaman Ketua BPD, Kepala Desa, hingga Ketua Karang, masih bersiaga di sekitar desa.

Tak berselang lama, warga kemudian mendapati oknum perwira polisi itu sedang berada di rumah janda di Desa Tunggulsari.

“Versi Pak RT, itu ada laporan dari pemuda yang masih di pinggiran jalan.”

“Pak RT minta bantuan warga.”

“Penggerebekan dilakukan setelah selesai demo, tapi warga masih nongkrong-nongkrong,” ungkapnya.

Menurut Arif Setyawan, oknum polisi tersebut diduga sedang berduaan dengan janda berinisial Y di rumah.

Arif menyebut, Y tinggal di rumah bersama kedua anaknya.

“Di rumah ada 2 anaknya, cowok semua.”

“Waktu  penggerebekan juga ada anaknya.”

“Sepertinya biasa, mereka (anak-anak) juga sudah tahu,” paparnya.

Diterangkannya, saat ini Y berstatus sebagai guru PAUD di Desa Sumur.

Namun sebelum itu, Y pernah menjadi guru TK di Desa Tunggulsari.

“Aslinya memang orang Tunggulsari.”

“Kalau ngajarnya sejak kapan, itu sudah lama itu,”

“Waktu pindah ke Desa Sumur sekira 5 atau 7 tahun,” jelasnya. (*)