4 Februari 2023

Kursi Sekolah pun “Diembat” Maling

Ki Abdul Gofar, Ketua Komite SMPN 1 Lubuk Keliat

INDRALAYA|KoranRakyat co.id – KASUS pencurian di SMPN 1 Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI) kembali terjadi. Setelah sebelumnya satu set kursi tamu bermerek dan peralatan praktik mata pelajaran IPA yang dicuri, kali ini giliran sejumlah kursi di ruang belajar dan kursi plastik di ruang perpustakaan yang “diembat” atau digondol maling.

Kejadian ini membuat Ketua Komite Sekolah, Ki Abdul Gofar Ruslan sangat prihatin.
” Ini sangat memperihatinkan, dimana barang inventaris milik SMP Negeri 1 Lubuk Keliat menjadi sasaran empuk bagi para penjahat, dan ini untuk kedua kalinya,” ujarnya.

Sikap prihatin juga disampaikan, Sayadi, S.Sos, Kepala Dinas Dikbud OI yang dihubungi, Senin 2 Januari 2023.

Menurut Sayadi, pihaknya sudah menambah petugas jaga sekolah menjadi 2 orang, tapi masih juga kecolongan. Saat ini pihaknya sedang meninjau ke SMPN 1 Lubuk Keliat tersebut, dan juga melapor ke Polsek Tanjung Batu yang membawahi Kecamatan Lubuk Keliat, ujar Sayadi.

Ditambahkan Sayadi, saat ini kasus pencurian barang-barang inventaris milik SMPN 1 Lubuk Keliat ini, sedang dalam penanganan pihak Polsek. Mudah-mudahan segera terungkap, harapnya.

Selain itu, lanjut Sayadi, pihaknya juga sudah memberitahukan kejadian ini kepada Kades setempat. Ia juga sudah memerintahkan Kepala SMPN 1 Lubuk Keliat untuk berkoordinasi baik secara internal maupun dengan pihak eksternal, supaya kasus seperti ini tidak terulang lagi.

Sementara menurut Ki Abdul Gofar, beberapa waktu lalu peralatan kantor berupa kursi “garuda” di ruang kepala sekolah dan alat alat praktek MIPA ludes di gondol maling, sekarang sebagian kursi belajar dan kursi plastik di ruang guru serta perpustakaan sekolah yang di habisi maling. Akibatnya saat ini siswa/siswi belajar di bawah pohon, sungguh sangat
memprihatinkan, tukasnya.

Ditambahkannya pihak sekolah sudah melapor kepada intansi terkait. Menurutnya, baik kepala sekolah maupun guru guru sudah kewalahan. Pihaknya juga sudah memberikan pencerahan ke para wali murid maupun ke masyarakat secara umum, agar sama sama ikut menjaga asset yang ada di sekolah, guna memudahkan pendidikan bagi masyarakat di sekitar sekolah sendiri. Tapi nyatanya kembali terulang kasus pencurian tersebut, sesalnya.

Ki Gofar menduga, kejadian ini bisa saja akibat pengaruh kecanduan narkoba dan judi online serta himpitan ekonomi.

Selama ini pihaknya sudah berupaya untuk memajukan dunia pendidikan, tapi ada oknum-oknum yang justru mencuri barang dan fasilitas di sekolah, ujarnya dengan nada prihatin.

Lokasi SMPN 1 Lubuk Keliat ini letaknya memang agak jauh dari pemukiman warga. Tapi cukup strategis karena mudah dijangkau dari beberapa desa yang menjadi sumber siswa sekolah tersebut. (ica)

Lewat ke baris perkakas