Meski WNI Wuhan Masih Diobservasi, Warga Natuna Sudah tak Takut Lagi

Bupati Natuna Hamid Risal, terus menyambangi warganya, agar tak perlu khawatir lagi soal penempatan WNI asal Wuhan di Natuna

NATUNA | Koranrakyat.co.id – Sudah sepekan WNI Asal Wuhan diobservasi di Hanggar Barat Lanud Natuna. Ternyata apa yang dikhawatirkan warga sebelumnya, sama sekali tak terbukti. Kini masyarakat Natuna pun mulai bisa memahami dan menerima kondisi yang terjadi.

Hampir tidak ada lagi dampak psikologis berupa persaan cemas, takut, bahkan panik yang sempat dialami masyarakat pasca ditetapkannya Natuna sebagai wilayah observasi WNI Wuhan, sejak Minggu (2/2/2020) lalu. Masyarakat kini mulai tenang dan beraktivitas seperti biasa. Bahkan, warga yang sempat meninggalkan pulau ini, sudah kembali ke rumahnya.

Psikolog Klinis, Hernita Wijayaratna,M.Psi yang bertugas di Natuna mengatakan itu dalam Dialog Interaktif Kopi Pagi melai siaran RRI, edisi Jumat (07/02/2020).

Psikolog Klinis, Hernita Wijayaratna,M.Psi, dalam Dialog Interaktif di RRI Natuna.

Hernita berharap dampak psikologis yang mengguncang masyarakat natuna beberapa hari sebelumnya tidak berlanjut bahkan menyebabkan trauma bagi masyarakat. Karena Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah telah berupaya maksimal untuk mengedukasi masyarakat, memberikan sosialisasi, juga pelayanan kepada masyarakat.

“Dampak psikologis terberat adalah trauma, saya harapkan tidak terjadi kepada masyarakat Natuna ya, karena upaya dari pemerintah untuk menenangkan masyarakat sudah cukup baik. Sampai hari ini kelihatannya masyarakat sudah cukup tenang dari beberapa hari sebelumnya” ujar Hernita pada
Menurutnya, kecemasan yang dirasakan masyarakat Natuna adalah hal ysng sangat wajar dan normal. Masyarakat Natuna merasa tidak pernah diberitahu atau tidak pernah mendapatkan sosialisasi, tiba-tiba Natuna ditetapkan sebagai tempat observasi WNI yang berasal dari Wuhan yang mana masyarakat tahu wabah virus corona yang mendunia berasal dari daerah tersebut.

“Sebenarnya reaksi ini wajar dan sangat normal. Apalagi masyarakat Natuna merasa tidak ada sosialisasi sebelumnya. Macam-macam persepsi masyarakat timbul apalagi media luar biasa mengabarkan hal ini. Untuk itu memang perlu adanya informasi yang benar karena banyak informasi yang membuat masyarakat cemas” kata Hernita.

Untuk saat ini, masyarakat Natuna diharapkan tenang, bijak menerima informasi, tetap menerapkan gaya hidup yang sehat dan juga diharapkan untuk tetap memakai masker. Karena, masker cukup efektif untuk mencegah penyakit, karena masker dapat memutus rantai penularan penyakit tersebut.

“Masyarakat diharapkan untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Gunakanlah masker, karena masker cukup efektif masker untuk mencegah penyakit, dapat memutus rantai penularan penyakit infeksi pernafasan.” ujar Dokter Spesialis Paru RS PMI Bogor, dr. Nancy sovira, Sp.P yang juga hadir pada Kopi Pagi. (arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *