BNPB: Info WNI Wuhan Sakit, Itu Cuma Gatal, Pusing dan Begah

NATUNA | Koranrakyat.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan hingga kini tidak ada WNI asal Wuhan yang diobservasi di Natuna, sejak sepekan lalu, mengalami gangguan kesehatan serius yang mangarah pada kesimpulan terinfeksi virus Corona.

Pernyataan itu disampaikan pejabat BNPB, Egy Masadiah kepada populinews.com, sekalgus memperjelas adanya pemberitaan media lokal yang berjudul ‘WNI yang Dikarantina di Natuna Mulai Sakit’ yang diterbitkan Jumat (7/2/2020), melalui edisi online.

Dikatakan sampai hari ini, Sabtu (9/2/2020), keseluruhan WNI Wuhan yang tengah diobservasi yang berjumlah 238 orang, termasuk tim kesehatan Kemenkes dan Kru pesawat, dalam kondisi sehat.

Memang ada catatan dari tim perawat yang berada di lokasi mengatakan, bahwa di antara ‘pasien’ observasi ini sempat mengalami gatal-gatal, perut begah dan terserang pusing. Tapi semua keluhan itu sudah diatasi dan mereka sehat kembali.

”Kalau gatal-gatal, kemungkinan di sekitar lokasi banyak nyamuknya. Namanya juga di Hanggar yang lokasi di sekitarnya masih banyak belukar,” ujar Egy menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Anung Sugihantono, dalam jumpa pers di Puskodal Ranai, Kamis (6/2/2020), juga menjelaskan hal yang sama.

Dari catatan tim perawat, mengenai perkembangan kondisi mereka yang diobservasi, ada sembilan orang yang menyampaikan keluhannya. Tapi itu tidak berbarengan. Catatan keluhan itu dimulai dari sejak pertama mereka dievakuasi.

Keluhan itu, ujar Egy mengulang pernyataan dr. Anung, hanya gangguan pencernaan, pusing-pusing dan gatal-gatal. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Virus Corona.

Dikatakan, dalam hitungan waktu tertentu, secara periodik tim kesehatan melakukan general cek-up terhadap seluruh warga yang diobservasi ini. Pada saat pemeriksaan itulah, masing-masing pasti ditanya perawat, apakah ada keluhan selama berada di tempat penampungan ini. Jawaban atas pertanyaan perawat itulah yang menjadi catatan, termasuk penanganannya. (arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *