Bupati Natuna Akan Manfaatkan Embung Untuk Penuhi Cadangan Air Bersih Mayarakat Subi

KR Natuna-. Bupati Natuna Cen Sui Lan sangat prihatin dengan kondisi infratsruktur di Kecamatan Subi, pasalnya ditengah pesatnya perhatian pemerintah pusat mengelontorkan progranm di kawasan perbatasan, desa Subi Kecil masih menngalami keterbatasan Infrastrulur Air Bersih.
Kondisi inoi tak sengaja terungkap saaat Bupati Natuna, Cen Sui Lan, baru selesai menyantap makan siang setelah perjalanan laut panjang melewati cuaca ekstrem. Ia hendak mencuci tangan sebelum melanjutkan agenda, namun seketika langkahnya terhenti.
Air yang keluar dari keran berwarna coklat pekat, keruh seperti endapan tanah. Cen Sui Lan menatap lekat air itu antara kaget, khawatir, dan heran. Reaksi spontan itu membuat suasana di ruangan mendadak hening.
Tanpa menunggu laporan resmi, ia langsung keluar ruangan dan menghampiri Camat Subi, Syarifuddin, bersama beberapa warga yang sudah berkumpul.
“Kenapa airnya begini?” tanyanya, pendek, tegas, namun sarat keprihatinan.
Padahal beberapa jam sebelumnya, ia dan rombongan baru tiba di Subi setelah menempuh gelombang tinggi menggunakan Kapal Ferry Indra Perkasa 159 dari Pulau Serasan, Pulau Panjang, hingga menuju gugusan pulau Subi. Tapi rasa lelah itu lenyap, terganti oleh kegelisahan melihat persoalan dasar: air bersih.
“Biasanya jernih, Bu…,” jawab seorang warga.

Warga menjelaskan bahwa air rumah tangga masih mengandalkan sumur bor, dan biasanya bening. Mereka menduga hujan deras belakangan ini mengubah kualitas air.
Dari obrolan itu, Cen Sui Lan mendapat informasi penting: Subi sebenarnya memiliki embung air di dekat PLN Subi, namun bertahun-tahun tidak pernah dimanfaatkan.
Informasi tersebut membuat rautnya berubah lebih serius. Infrastruktur ada, tetapi tak digunakan sementara masyarakat menghadapi kesulitan air setiap hari.
“Subi Kecil ini termasuk pulau terluar berpenduduk, sama seperti Pulau Kepala, Senoa, Sekatung, Sebetul, Semiun, dan Tokong Boro,” ujarnya.
Diusulkan Kembali Untuk Cadangan Air Bersih Subi

Saat itu juga Cen langsung bergerak mengajak Camat Subi Syarifudin, Ketua TP2D Hadi Chandra, Staf Khusus Bupati, sejumlah kepala OPD, serta Azman, perwakilan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepri. melihat Kondisi Embung yang dimaksud.
Sesampai Lokasi embung dekat bangunan pembangkit PLN, ditengah guyuran hujan Cen Sui Lan langsung memberikan arahan tegas:
” Embung harus segera diaktifkan sebagai sumber air bersih Subi.
Dinas terkait menghitung debit air secara akurat untuk memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi.

Jika debit kurang, embung tambahan harus dibangun di sisi lainnya.”
Tegas Cen Sui Lan dihadapan Kadis PUPR Agus Supardi, Kabid PUPR Wan Tahriri, Kepala Dinas Perkim Edi Rianto, serta pejabat BPJN Kepri yang ikut berada di lokasi.
Pada Kesempatan terpisah Agus Supardi selaku kadis PU Natuna kepada pewarta, menyatakan sudah meminta jajaranya untuk segera menyikapi, menginventarisir, dan meingidentifikasi Embung Subi.
” Saya sudah Minta Cipta Karya untuk tindak lanjuti, kita lengkapi datanya agar bisa diusulkan kembali, kota konsultaikan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan( BPBPK) Embung ini sebelumnya bukan proyek PU/PR sehingga luput perhatian , kita perlu tau kapasitasnya , jaraknya dengan pemukiman padat penduduk, Baru nanti kita Usulkan pembanguan instalsai aiar bersihnya hingga ke sambungan rumah ( SR)” jelas Agus Supardi menjawab KR , Rabo, (3/12).
Sejarah EMBUNG SUBI
Literasi ataudata keberadaan embung di Subi sangat minim, tidak ditemukan detail pembaungan embung ini di situs Kemen PU/PR
Data Embung Subi bukan bagian dari 22 Embung yang dibangun Kemneterian PU 2017-2025. Ditlik dari waktu pembangunan dan waktu selesai, pembangunnannya bisa jadi Embung Subi merupakan bagian dari program Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (KPDT).
“Kami mengelola delapan embung di Kabupaten Natuna, di mana tiga di antaranya berkapasitas besar, tetapi pemanfaatannya belum optimal,” jelas Daniel selaku Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV menjawab Pewarta.
Hingga 2025 , Ia menambahkan embung di Kabupaten Natuna memiliki kapasitas 115 liter/detik, setara dengan 41,78 persen dari kapasitas yang telah terbangun. Jika semua kapasitas dimanfaatkan, kebutuhan air pada tahun 2024 yang sebesar 142 liter/detik dapat terpenuhi hingga 80,98 persen.
Embung Subi Bagian Program Ketahanan Pangan
Satu satunya sumber literasi yang berkaitan dengan embung Subi menyebutkan bahwa Ternyata Keberadaan Embung di Subi Kecil, kecamatan Subi, di bangun pada tahun 2016 selesai pada tahun 2017, dengan luas kurang lebih 1 hektar.
Bisa jadi berdasarkan data ini diduga Proyek pembangunan embung Subi ini berkaitan dengan program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( KPDT)
Saat itu KPDT mengelontorkan Rp20 triliun bagian dari di APBN 2017 untuk pembangunan embung di 3000 desa se-Indonesia.guna mendulung program ketahanan pangan.
“Ini titipan dari Pak Presiden, Rp20 juta untuk embung desa,” katanyaDirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Desa Kementerian PDT Ahmad Erani .saat itu. *(red)
