Kam. Jan 23rd, 2020

10 Penumpang Bus Masuk Jurang Belum Ditemukan

Inilah tikungan maut, yang membuat BUs Sriwijaya jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter dan menewaskan 29 penumpangnya.

LAHAT | Koranrakyat.co.id  — Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri serta masyarakat hingga kini masih melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Lematang, untuk mencari 10 penunpamg bus yang masuk jurang di Jalan Lintas Pagaralam – Lahat Km 9 Kelurahan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam.

”Kemungkina masih ada korban yang hanyut dan belum ditemukan,” Kata Kapolres AKBP Dolly Gumara SIK MH didampingi Kasat Lantas Iptu Riki Mozam dan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pagaralam Nopi Hendri ST, saat berada di RUmah Sakit Basemah Pagaralam, guna melakukan pendataan terhadap korban.

Dikatakan saat ini pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, BPBD, Basarnas setempat masih melakukan evakuasi, menyusuri sungai di sekitar lokasi kejadian. Pencarian juga dilakukan dengan mengerahkan sejumlah perahu karet, mengingat arus sungai cukup berbahaya.

Pencarian korban

Riki juga menambahkan, Bus Sriwijaya yang naas itu, berangkat dari pool sekitar pukul 14.00 WIB membawa 52 orang penumpang dari arah Kota Bengkulu menuju Palembang, tapi baru berhasil dievakuasi 42 orang.

Saat melewati tikungan Lematang Indah KM 9 Kota Pagaralam sekitar pukul 23.00 WIB, mobil dengan kecepatan tinggi menabrak dinding pembantas sehingga masuk ke jurang sedalam 50 meter.

“Bus tersebut jatuh ke tengah aliran Sungai Lematang yang mengakibatkan korban meninggal dan luka luka akibat benturan, terhimpit badan bus dan tenggelam,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Besemah Pagaralam dan bus mengalami rusak berat, dan ada yang sudah dijemput keluarga.

Tikungan Maut

Sementara beberapa warga mengatakan, tikungan Lematang Indah ini, memang belokan maut yang sering sekali terjadi kecelakaan. Bahkan untuk menghindari kecelakaan tersebut, Dishub Kota Pagaralam sudah memasang rambu cermin cembung, agar masing-masing pengendara dari dua arah berlawanan dapat saling melihat.

”Memang pada malam hari, apalagi situasinya gelap, ada kemungkinan sopir tak dapat melihat rambu cermin cembung itu dengan jelas. Sehingga, begitu muncul kendaraan dari arah berlawanan, ssang sopir kaget dan banting stir. Bisa saja terjadi seperti itu. Tapi ini analisa warga saja, bagaimana penyebab persisnya tentu pihak kepolisianlah yang akan mengungkap,” ujar Harun, yang mengaku warga desa setempat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Terbit Sejak 2014 | koranrakyat by Divisi IT.