Press "Enter" to skip to content

Wakil Ketua DPRD Natuna : Revisi RPJPD Bisa Jadi Moment Garap Maksimal Potensi Perikanan Natuna

KR, Natuna-Rencana Revisi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Natuna (RPJPD) bisa dijadikan moment untuk menggarap potensi kelautan dan perikanan Natuna lebih maksimal berorientasi pada hasil yakni PAD bagi Natuna, agar Natuna kedepan tidak bergantung hanya pada DBH Migas yang semakin tak menjanjikan.

“Potensi perikanan Natuna harus dimanajemen dan digarap dengan tehnologi generasi milineal 4.0 bahkan 5.0 agar bermanfaat besar untuk Natuna.” Jelas  Wakil Ketua DPRD Natuna Daeng Ganda kepada Gardanusantara, Selasa (06/11)

Daeng Ganda berharap enterpreneur muda Natuna, dan pengusaha generasi milineal harus di rangkul dan diberdayakan maksimal mungkin, pemuda Natuna harus diberi ruang sesuai perkembangan tehknologi, konisi ini yang harus bisa di ayomi dalam rencana revisi atau perubahan Rancangan Pembanguann Jangka Panjang Daerah Natuna 2005-2025.

Sesuai Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat Wilayah Perairan Perikanan (WPP) 711 Natuna menyimpan potensi 1.143.673 ton ika per tahun

Potensi besar dan posisinya di paling luar perbatasan mendasari pemerintah menetapkan Natuna sebagai salah satu Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), bersama 11 WPP lain di Indonesia.

Harapannya, SKPT bisa merangsang ekonomi daerah perbatasan lewat perikanan sekaligus mencegah kapal-kapal asing berkeliaran di perairan NKRI.

Sesuai data BPS Sektor perikanan Kabupaten Natuna tercatat memiliki produksi sebesar 88.888,27 ton  pada tahun 2017.

Sumbangan terbesar dari sector perikanan laut atau tangkap  yang mencakup 96,91% dari keseluruhan produksi. Pada tahun 2017.

Produksi perikanan laut atau Tangkap sebesar 86.141,74 ton, sementara sector budidaya laut sebesar 719,27 ton, budidaya air tawar sebesar 165,79 ton, dan budidaya rumput laut sebesar 1.861,47 ton.

Kecamatan Bunguran Barat  merupakan penyumbang produksi perikanan laut dan budidaya laut terbesar. Sekitar 32,93% perikanan laut berasal dari Kecamata Bunguran Barat. Sementara itu, 45% budidaya air tawar dihasilkan oleh Kecamatan Bunguran Timur, dan 42,17% budidaya rumput laut dihasilkan oleh Kecamatan Pulau Tiga.

Potensi Perikanan ini belum dikelola secara maksimal dan belum memberikan dampak signifikan pada PAD Natuna.

Potensi inilah yang harus diberikan perhatian lebih dikelola dengan manajemen 4.0 atau 5.0 dengan melibatkan professional yang kompeten agar dampak kesejahteraan dan perolehan PAD bisa meningkat pesat. Hasil Perikanan Natuna harus bisa dipasarkan di marketplace besar nasional sepetti bukalapak, lazada,agrotani, dan lain sebagainya. (Red)

 

.

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *