Press "Enter" to skip to content

Panglima TNI Video Conference dengan Asops Kasdam II Terkait Karhutla Sumsel

PALEMBANG | Koranrakyat.co.id — Bertempat di Ruang Puskodaldam II/Swj,sekitar pukul 09.00 pada hari Rabu 16 Oktober 2019,Panglima TNi Marsekal Hadi Cahyanto mengadakan video conference dengan asisten Operasi kasdam II/Swj Kolonel.Inf Michel Asmi berkaitan dengan situasi kegiatan Karhutla yang dilaksanakan sejauh ini.

Dari hasil vicon tersebut Panglima Tni nenanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan situasi yang menonjol berkaitan dengan kegiatan Karhutla di wilayah kodam II/Swj.Pada kesempatan itu Asops Kasdam menjawab bahwa penangan Karhutla terus dilaksanakan bersama stakeholder terkait dengan menitikberatkan untuk menghilangkan titik api yang terpantau di satelit Lapan dan melaksanakan Patroli guna pencegahan timbulnya kembali titik api yang kemungkinan besar dibuat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.

Dengan pola pemadaman yang diawali dengan melaksanakan Patroli udara setiap hari terlebih dahulu sehingga diketahui titik-titik api yang menjadikan fokus/skala prioritas untuk kegiatan pemadaman sehingga dapat terlaksana tepat sasaran,ujar Asops.

Selain itu juga Panglima TNI menayakan berapa junlah helicopter Water Bombing yang operasional pada penanggulangan karhutla saat ini, dan,Asops pun menyampaikan bahwa untuk helicopter yang dikerahkan sejumlah 8 Unit (7 unit operasional dan 1 unit perawatan), untuk pengarahan Helly tidak menetap pada satu wilayah tapi skala prioritas berdasarkan pantauan Patroli udara yang dilaksanakan, wilayah mana yang perlu untuk dilaksanakan Water Bombing. Untuk hari ini helly Water bombing beroperasi di wilayah Riding 2 Unit, diwilayah rambutan 2 Unit, diwilayah Pampangan 2 Unit dan diwilayah teluk Limau 1 Unit.

Diakhir pelaksanaan Vicon, Panglima Tni memberikan penekanan berupa tindakan antisipasi dalam penanganan Karhutla sehingga dapat dikurangi munculnya titik-titik api dan penanganan dapat berjalan dengan efektif, melibatkan stakeholder terkait, manfaatkan sarana dan prasarana yang ada sehingga hasil yang dicapai maksimal,dan yang terakhir Panglima Tni menyampaikan,agar mengupayakan api dapat diketahui terlebih dahulu sehingga dapat diambil penanganan yang tepat sasaran,pungkasnya. (penrem)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *