4 Juni 2026

PERKAB Sumsel Kirim Utusan Hadiri Peringatan Jam |Gadang 100 Tahun 

 

Palembang|KoranRakyat.co.id —-Perkumpulan Kekerabatan Agam Bukittinggi (PERKAB) Sumatera Selatan kirim hadiri pertingatan 100 tahun Jam Gadang. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua PERKAB Sumsel apt.Drs H Noprizon MKes Dt Mangkuto Rajo berangkat Rabu (3/6) pukul 10.00 WIB.

ist

Rombongan yang  berjumlah 11 orang akan mengikuti beberapa rakaian acara, seperti beberapa seminar yang meliputi kebudayaan, pendidikan, adat istiadat, dan tetang keberadaan Jam Gadang.

Ketua PERKAB Sumsel apt.Drs H Noprizon MKes Dt Mangkuto Rajo, seyogyanuya rombongnan yang akan mengikuti lebih besar, namun karena dari sejumlah pengurus dan penasehat punya agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka jumlah yang berangkat terbatas.  “Karena keterbatasan jumlah rombongan, rangkaian agenda yang sudah dijadwalkan panitia pun tidak seluruhnya bisa diikuti. Intinya, momen ini akan kita manfaatkan untuk  membicarakan potensi terbentuknya PERKAB Nasional yang sudah dibicarakan dan dicanangkan beberapa waktu lalu,” jalas Pak Nop panggilan akrab Dt Mangkuto Rajo kepada KoranRakyat.co.id sebelum beranagkat.

Jam Gadang dalam Pengawalan Ketat

Laporan dari Koto Rang Agam, sebutan  akrab Bukittinggi, menjelang puncak Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, aparat keamanan tak inginmenyisakan celah sedikit pun.

Sebanyak 604 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan peringatan satu abad ikon paling terkenal di Ranah Minang tersebut.

Kesiapan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan yang digelar di Mako Polresta Bukittinggi, Rabu (3/6/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Dessy Ismail, S.I.K., dan diikuti personel lintas instansi yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga berbagai unsur pendukung lainnya.

Mengutip laman imbcnews.com, Pengamanan yang dilakukan tidak hanya terfokus di kawasan Jam Gadang. Aparat juga disebar ke sejumlah titik vital mulai dari Bandara Internasional Minangkabau, jalur utama menuju Bukittinggi, pusat keramaian kota, kawasan wisata, hingga hotel-hotel tempat menginap tamu undangan dan peserta kegiatan.

Langkah ini menunjukkan bahwa peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peristiwa besar yang menjadi perhatian masyarakat Sumatera Barat bahkan nasional.

Dalam amanatnya, Kombes Pol Dessy Ismail menegaskan bahwa seluruh personel harus menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.

ist

Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.

“Peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan agenda penting yang akan dihadiri berbagai unsur masyarakat dan tamu dari luar daerah. Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, menjaga sinergitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Bagi Bukittinggi, Jam Gadang bukan hanya menara jam yang berdiri megah di jantung kota. Ia adalah penanda zaman, saksi perjalanan sejarah, dan wajah yang selama puluhan tahun memperkenalkan Bukittinggi ke dunia luar. Tak heran jika momentum satu abadnya mendapat perhatian luar biasa dari berbagai pihak.

Apel gelar pasukan ini sekaligus menjadi bukti bahwa suksesnya sebuah perayaan besar tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kesiapan aparat menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Dengan ratusan personel yang telah disiagakan, Polda Sumatera Barat bersama seluruh unsur pengamanan berkomitmen memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Di balik gemerlap perayaan 100 Tahun Jam Gadang nanti, terdapat kerja senyap ratusan aparat yang bersiaga agar masyarakat dapat menikmati momentum bersejarah itu dengan rasa aman dan nyaman.

Satu abad Jam Gadang adalah catatan sejarah. Dan tahun ini, sejarah itu dijaga oleh 604 pasang mata yang siap mengawal denyut perayaan dari awal hingga akhir. (*)