22 Agustus 2026

Diresmikan Mendikdasmen, MBS Kertek Wonosobo Didorong Jadi Ruang Tumbuh Generasi Berkarakter

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. meresmikan gedung Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (15/8/2026). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan Tabligh Akbar yang dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, jajaran Pimpinan Muhammadiyah, unsur Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat, serta keluarga besar Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti berharap keberadaan MBS Kertek dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan nilai keagamaan yang kuat.

“Kami berharap dengan adanya pesantren ini dapat mencetak generasi beriman, berilmu dan berakhlak mulia serta terampil dan punya kemampuan kepemimpinan dalam memajukan bangsa dan negara,” ungkap Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan berbasis pesantren memiliki posisi penting karena proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Aspek moral, spiritual, keterampilan, kemandirian, dan kepemimpinan juga menjadi bagian dari proses pembentukan peserta didik.

Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda ke depan membutuhkan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan berbagai kemampuan tersebut secara seimbang. Peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh dari sisi pengetahuan, karakter, keagamaan, maupun keterampilan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik perkembangan MBS Kertek dan kehadiran Mendikdasmen dalam peresmian gedung tersebut. Menurutnya, keberadaan MBS menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat.

Afif menilai kiprah Muhammadiyah selama lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pelayanan sosial.

“Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah mengambil bagian dalam pembangunan umat dan bangsa melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan berbagai bidang pengabdian. Nilai-nilai Islam dihadirkan dalam kerja nyata dan dikembangkan melalui semangat Islam yang berkemajuan serta moderat,” tutur Afif.

Ia mengatakan kontribusi tersebut menjadi semakin strategis ketika diarahkan pada pendidikan generasi muda. Sebab, pembangunan daerah tidak cukup hanya ditopang pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu meneruskan pembangunan pada masa mendatang.

Karena itu, Afif berharap MBS Kertek dapat menjadi lingkungan pendidikan yang mempertemukan pembelajaran ilmu pengetahuan dengan pendalaman agama dan pembentukan karakter.

“Dari tempat seperti inilah kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Afif juga mengapresiasi perkembangan MBS Kertek yang kini memperkuat jenjang pendidikan mulai dari SMP hingga SMA. Menurutnya, keberlanjutan tersebut memberikan waktu yang lebih panjang bagi para santri untuk membangun karakter sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

“Enam tahun masa pendidikan tentu menjadi ruang yang sangat berharga untuk memperkuat karakter, memperdalam ilmu, dan mempersiapkan mereka melanjutkan pengabdian pada jenjang yang lebih tinggi,” kata Afif.

Selain penguatan pendidikan di dalam lingkungan pesantren, MBS juga diarahkan untuk membuka akses lebih luas bagi para santri dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi Islam dan kesempatan belajar di luar negeri.

Afif menilai para siswa perlu memiliki kemampuan untuk melihat perkembangan dunia tanpa kehilangan nilai dan jati diri. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menurutnya, perlu berjalan bersama dengan karakter dan nilai yang menjadi pegangan dalam kehidupan.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo, lanjut Afif, terbuka terhadap berbagai inisiatif masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dukungan pemerintah akan diberikan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, sementara keluarga tetap menjadi salah satu lingkungan utama dalam pembentukan karakter anak.

“Semua perlu berjalan dalam semangat yang sama,” tegasnya.

Bupati berharap gedung baru MBS Kertek dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan potensi para santri, bukan sekadar tambahan fasilitas pendidikan.

“Semoga gedung yang hari ini kita resmikan bersama menjadi tempat tumbuhnya ilmu, karakter, dan cita-cita. Tempat anak-anak kita belajar untuk menjadi manusia yang kuat dalam nilai, luas dalam wawasan, dan besar dalampengabdian,” harapnya.

Menurut Afif, pembangunan fasilitas pendidikan pada akhirnya berkaitan dengan upaya mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan daerah dan bangsa.

“Yang kita resmikan hari ini memang sebuah gedung, tetapi yang sesungguhnya sedang kita rayakan adalah lahirnya sebuah harapan bagi masa depan generasi muda bangsa Indonesia,” pungkas Bupati.

Usai peresmian gedung MBS Kertek, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Tower SMK Mutu Wonosobo oleh Abdul Mu’ti.

Pembangunan tower tersebut menjadi bagian dari pengembangan sarana pendidikan Muhammadiyah sekaligus upaya memperluas kapasitas lembaga pendidikan di Kabupaten Wonosobo.

Rangkaian kunjungan Abdul Mu’ti kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama Bupati Wonosobo dan para tamu undangan di Pendopo Bupati Wonosobo.

Kehadiran Mendikdasmen dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah, Muhammadiyah, dan unsur masyarakat untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan pendidikan. MBS Kertek diharapkan dapat mengambil bagian dalam menyiapkan generasi Wonosobo yang memiliki pengetahuan, karakter, nilai keagamaan, serta kemampuan untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di tengah masyarakat. (Diskominfo Wonosobo/Aris)