1 September 2026

Tribun Bergemuruh, Ultras Smehi Sabet Best Supporter FestFAS 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Gemuruh chant, kibaran flag, hingga gerakan kompak mewarnai tribun GOR Indoor Wonosobo selama gelaran FestFAS (Festival Futsal Anak Sekolah) 2026. Di antara deretan kelompok suporter sekolah yang hadir, Ultras Smehi dari SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo berhasil keluar sebagai Best Supporter.

Penghargaan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Ultras Smehi. Pasalnya, ekstrakurikuler Ultras di SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo baru resmi dibentuk pada tahun ajaran baru ini. Meski demikian, mereka mampu menunjukkan kekompakan dan kreativitas hingga berhasil menjadi yang terbaik dalam kategori Best Supporter FestFAS 2026.

Penentuan Best Supporter berlangsung pada hari terakhir FestFAS 2026, Minggu (30/8/2026). Ultras Smehi mengikuti battle supporter menghadapi suporter PSWS dari SMA Muhammadiyah Wonosobo. Dalam battle tersebut, kedua kelompok suporter menampilkan berbagai aksi dukungan, mulai dari chant, gerakan, hingga koreografi.

Guru Otomotif sekaligus Pembina Ekstrakurikuler Ultras SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo, Safrul Hidayat, S.Pd., mengaku bangga dengan pencapaian tersebut. Terlebih, pada event yang diikuti sebelumnya, kelompok suporter sekolahnya hanya mampu meraih juara dua.

“Mungkin senang, ya, senang, terus bangga, enggak nyangka. Karena di event tahun lalu kan kita mendapat juara dua. Nah, untuk kali ini alhamdulillah kita mendapat juara satu, itu pun karena kekompakan dan ketekunan anak-anak,” kata Safrul.

Perjalanan Ultras Smehi untuk meraih penghargaan tersebut tidak dilakukan secara instan. Menjelang FestFAS 2026, para siswa menghabiskan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan suporter, mulai dari koreografi, tulisan, hingga bendera.

“Kalau koreo dan bendera itu, sebelum event ini dilaksanakan, anak-anak sudah lembur dua minggu sebelum ada event. Jadi sebelum ada event futsal ini, anak-anak setiap malam ke sini dan membuat koreo untuk menggambar, menulis tulisan, dan membuat bendera seperti itu,” ujarnya.

Persiapan tersebut dilakukan secara mandiri oleh para siswa. Untuk kebutuhan koreografi yang digunakan pada FestFAS, mereka mengandalkan iuran sendiri. Sementara untuk kegiatan ke depan, pihak sekolah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk berbagai kebutuhan suporter, termasuk koreografi dan perlengkapannya.

Dukungan sekolah juga diwujudkan dengan penyediaan perangkat musik untuk menunjang aktivitas Ultras Smehi. Meski ekstrakurikuler tersebut baru dibentuk, sekolah telah menyediakan dua set bass drum dan snare beserta mejanya.

Dalam pelaksanaannya, kekompakan menjadi salah satu kunci. Safrul mengatakan latihan Ultras Smehi telah dijadwalkan setiap Senin sore setelah kegiatan belajar mengajar. Materi latihan meliputi lirik lagu dan gerakan tangan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Menurutnya, pola tersebut turut menjadi pembeda ketika Ultras Smehi mengikuti battle supporter. Para siswa terlebih dahulu mendapatkan briefing mengenai urutan lagu dan gerakan yang harus dilakukan.

“Jadi kenapa kita bisa juara satu, karena kita kemarin pas di battle itu pada nyanyian dan gerakan itu tidak ada jedanya. Beda dengan yang SMA. SMA nyanyi satu lagu ada jeda beberapa detik. Nah, kita lurus terus tidak ada jedanya,” kata Safrul.

Antusiasme tersebut juga melibatkan ratusan siswa SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo. Sebanyak 600 siswa dari kelas 10 hingga kelas 12 hadir untuk memberikan dukungan kepada tim sekolah selama FestFAS 2026.

Redi Irawan, salah satu siswa yang menjadi maskot Ultras Smehi, mengaku sempat tidak menyangka kelompok suporternya mampu meraih penghargaan tersebut. Menurutnya, pada awalnya masih banyak siswa yang kesulitan mengikuti gerakan maupun nyanyian secara serempak.

“Yang pertama ya kayak enggak nyangka aja gitu bisa jadi juara satu. Kan dari hari-hari kemarin ini siswa-siswanya, anak-anaknya pada susah diatur, banyak yang enggak gerak, banyak yang enggak nyanyi. Nah, pas kemarin Best Supporter, ya enggak nyangka aja bisa juara satu. Jadi terharu, senang gitu,” ujar Redi.

Bagi Redi, menjadi maskot juga memiliki tantangan tersendiri. Ia harus mengenakan jas dan topeng selama berada di tribun. Meski terasa panas dan melelahkan, rasa lelah tersebut terbayar setelah Ultras Smehi dinobatkan sebagai Best Supporter.

“Ya capek, sumpek memakai jas, memakai topeng. Tapi ya senang lah bisa juara satu di Best Supporter,” katanya.

Di balik keberhasilan tersebut, Ultras Smehi juga memiliki pengalaman tampil dalam kompetisi dengan cakupan yang lebih luas. Sebelumnya, kelompok suporter SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo dipercaya mewakili Polres Wonosobo dalam Kapolri Cup untuk mendukung tim esport di De Tjolomadoe, Jawa Tengah.

Dalam ajang tersebut, mereka berhasil meraih juara satu suporter terbaik tingkat Jawa Tengah. Prestasi itu kemudian membawa mereka tampil di tingkat nasional dengan mewakili Polda Jawa Tengah pada event Kapolri Cup di GBK, Jakarta.

Di tingkat nasional, Ultras Smehi kembali meraih juara satu. Untuk keikutsertaan di Jakarta, sekitar 70 siswa tergabung dalam tim suporter dan sekitar 25 siswa mengikuti tim defile, dengan total sekitar 100 siswa yang diberangkatkan.

Rekam pengalaman tersebut menjadi modal bagi Ultras Smehi untuk terus berkembang. Safrul berharap para siswa tidak hanya mampu menjaga kekompakan, tetapi juga tetap menjunjung sikap santun ketika mendukung tim sekolah.

“Buat anak-anak Ultras, ingat pesan saya: tetap kompak, tetap jaga satu komando. Yang terpenting adalah biarpun kalian suporter sepak bola, jaga nama baik SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo, jaga nama baik diri kalian, jaga nama baik orang tua kalian, dan yang penting adalah tetap sopan dan santun,” pungkasnya.

Atas keberhasilannya menjadi Best Supporter FestFAS 2026, Ultras Smehi berhak menerima hadiah sebesar Rp2,5 juta. Penghargaan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi kelompok suporter yang baru dibentuk sebagai ekstrakurikuler itu untuk terus berkembang dan mempertahankan kekompakan pada berbagai event berikutnya. (Aris)