21 September 2026

Menelusuri Jejak Kolonial Wonosobo Bersama Jalan Pintas Lewat Night Walking Tour

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Jalan Pintas bersama Komunitas Wonosobo Heritage menggelar Wonosobo Night Walking Tour #1 dengan mengajak 42 peserta menyusuri sejumlah kawasan bersejarah di Kota Wonosobo, Sabtu (19/9/2026) malam.

Kegiatan bertema Vakantie Menner en Mevrouw in het Wonosobo atau “Tongkrongan Tuan dan Nyonya di Era Kolonial Wonosobo” tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah kota melalui penelusuran langsung sejumlah ruang yang menyimpan jejak masa kolonial.

Dengan berjalan kaki, peserta diajak mengenali kembali tempat-tempat yang pernah memiliki fungsi berbeda pada masa lalu. Rute dimulai dari Taman Habibie Ainun, yang dahulu dikenal sebagai tempat tenis, kemudian berlanjut ke Taman Arpusda yang pernah menjadi kebun binatang.

Dari sana, perjalanan diteruskan menuju GKI Wonosobo dengan arsitektur Neo-Gotik, kawasan Alun-Alun dan Pendopo, hingga bekas Landraad yang pada masa kolonial digunakan sebagai tempat peradilan.

Ketua Komunitas Jalan Pintas, Pratika Indah Widianingrum, mengatakan pemilihan rute tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya mendengar cerita sejarah, tetapi juga melihat langsung ruang yang menjadi bagian dari perjalanan Wonosobo.

“Kegiatan Night Walk ‘Tongkrongan di Era Kolonial Wonosobo’ bertujuan mengajak peserta belajar sejarah Wonosobo secara lebih mendalam melalui penelusuran langsung ruang-ruang kota yang menyimpan jejak masa kolonial,” kata Pratika.

Setelah melewati kawasan tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gereja St. Paulus, Kauman Selatan, hingga Kerkop. Di setiap titik, peserta mendapatkan cerita mengenai sejarah tempat, perubahan fungsi ruang, arsitektur, hingga kehidupan sosial masyarakat Wonosobo pada masa lalu.

“Setiap titik menjadi pintu masuk untuk memahami sejarah, perubahan fungsi ruang, arsitektur, kehidupan sosial, serta relasi masyarakat Wonosobo pada masa lalu secara lebih kontekstual,” ujarnya.

Perjalanan kemudian ditutup dengan makan bersama di Warung Windarti. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, makan bersama tersebut juga dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM lokal.

Menurut Pratika, cara tersebut sekaligus menjadi upaya mempertemukan cerita Wonosobo pada masa lalu dengan kehidupan masyarakat yang berlangsung saat ini.

“Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama di Warung Windarti sebagai bentuk apresiasi terhadap UMKM sekaligus mempertemukan jejak sejarah masa lalu dengan ruang-ruang kehidupan masyarakat Wonosobo hari ini,” katanya.

Wonosobo Night Walking Tour #1 menjadi bagian dari upaya Jalan Pintas dan Wonosobo Heritage mengenalkan sejarah kota dengan cara yang lebih dekat. Peserta tidak hanya diajak mendengarkan cerita, tetapi juga berjalan, mengamati, dan menemukan kembali jejak sejarah yang berada di ruang-ruang publik Wonosobo.

Untuk agenda berikutnya, Jalan Pintas belum memberikan informasi lebih lanjut. Masyarakat dapat mengikuti informasi kegiatan komunitas tersebut melalui akun Instagram @jalanpintas_ku. (Aris)