20 September 2026

Harhubnas 2026 di Wonosobo, Sinergi Perhubungan Diperkuat untuk Mobilitas Masyarakat

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Keselamatan dan konektivitas menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam memperkuat sektor perhubungan, terutama di tengah mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah yang terus berkembang.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 se-Eks Karesidenan Kedu di Taman Rekreasi Kalianget, Wonosobo, Kamis (17/9/2026).

Menurut Afif, peringatan Harhubnas menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antardaerah dalam menghadirkan transportasi yang aman, terhubung, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, berbagai kecelakaan transportasi menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak cukup dipandang sebagai persoalan administratif. Aspek tersebut, menurutnya, merupakan tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan di lapangan.

“Di tengah tantangan bencana alam dan kompleksitas operasional, keselamatan dan konektivitas harus senantiasa dipastikan berjalan beriringan,” katanya.

Sejalan dengan tema Harhubnas 2026, “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, Afif menyebut transportasi memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyediaan kendaraan dan pembangunan infrastruktur.

Transportasi menjadi penghubung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mempertemukan keluarga, membuka akses pekerjaan, mendistribusikan bahan pangan, menggerakkan perekonomian hingga memperkuat konektivitas wilayah.

Karena itu, insan perhubungan didorong meningkatkan layanan transportasi perintis dan angkutan massal, memperkuat integrasi antarmoda, meningkatkan efisiensi logistik, serta memanfaatkan teknologi dan transformasi digital dalam pengawasan.

“Secanggih apa pun teknologi, kunci utama pelayanan publik ada pada integritas, kepedulian, dan keberanian personel di lapangan,” tegasnya.

Bagi Wonosobo, sektor perhubungan dinilai memiliki posisi strategis mengingat karakter geografis daerah yang didominasi wilayah pegunungan, sekaligus berkembangnya aktivitas ekonomi dan pariwisata.

“Transportasi menjadi pilar utama dari berbagai macam kegiatan, bahkan kebijakan-kebijakan strategis di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujarnya.

Afif juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi, khususnya untuk memastikan bantuan dan kebutuhan pokok dapat menjangkau masyarakat tanpa hambatan.

Ia berharap Harhubnas tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi dan perbaikan pelayanan transportasi secara berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan perhubungan di wilayah Eks-Karesidenan Kedu atas dedikasi tanpa henti dalam menjaga mobilitas dan keselamatan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimhub Wonosobo Agus Susanto mengatakan rangkaian Harhubnas 2026 se-Eks Karesidenan Kedu di Wonosobo turut diisi sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pemberian bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Sepulau.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan peran insan perhubungan yang tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.

Seusai upacara, Afif juga menyampaikan sejumlah program yang telah dilakukan Pemkab Wonosobo untuk memperkuat sektor perhubungan. Di antaranya pembukaan akses penyeberangan Waduk Wadaslintang untuk memangkas jarak tempuh masyarakat Desa Kumejing, penguatan angkutan sekolah gratis, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang 157 kilometer, serta revitalisasi lampu lalu lintas, termasuk untuk mendukung kelancaran arus kendaraan menuju kawasan wisata Dieng.

Menurut Afif, pembangunan infrastruktur transportasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat kita,” katanya.

Dalam momentum Harhubnas tersebut, Afif juga mengajak insan perhubungan memperkuat budaya keselamatan dengan menjadikan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Namun, budaya keselamatan menurutnya harus diterapkan secara konsisten sepanjang tahun.

Selain keselamatan, kualitas interaksi petugas dengan masyarakat juga menjadi perhatian. Petugas perhubungan yang bekerja di lapangan diharapkan mampu memberikan pelayanan secara ramah, responsif, dan komunikatif.

“Sehat, senyum, sapa dengan masyarakat. Di saat bertugas di lapangan, tetap harus menunjukkan sikap yang humanis, yang ramah kepada semua masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Wonosobo menyatakan akan terus memperkuat penyelenggaraan perhubungan melalui peningkatan keselamatan, koordinasi lintas sektor, kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi.

Penguatan konektivitas tersebut diarahkan untuk menunjang akses pendidikan, pelayanan publik, distribusi logistik, kegiatan ekonomi, hingga pengembangan pariwisata di Wonosobo dan kawasan Kedu. (Diskominfo Wonosobo/Aris)