1 September 2026

Kopi Dieng Kantongi Potensi Transaksi Hampir Rp15 Miliar di DCF 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Festival Kopi Dieng 2026 tak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan cita rasa kopi Pegunungan Dieng. Gelaran yang menjadi bagian dari rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 tersebut juga mempertemukan petani dan pelaku usaha kopi dengan calon pembeli dalam skala lebih besar.

Hasilnya, sebanyak 147 ton green bean kopi Arabika dan Robusta Pegunungan Dieng mendapatkan komitmen pasokan melalui Letter of Intent (LOI) untuk kebutuhan tahun 2027. Nilai transaksi dari komitmen tersebut diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.

Ketua Festival Kopi Dieng, Alif Zein Fahmi, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting dari festival yang digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026.

Festival Kopi Dieng 2026 digelar melalui kolaborasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara bersama Ekraf Banjarnegara dan menjadi salah satu agenda dalam rangkaian DCF 2026.

Besarnya potensi transaksi terlihat dari volume kopi yang telah mendapatkan komitmen pasokan. Dengan asumsi harga green bean berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram, nilai keseluruhannya mendekati Rp15 miliar.

“Kalau dirata-rata satu kilogram green bean dihargai Rp100 ribu saja, itu sudah hampir Rp15 miliar,” kata Alif, Minggu (30/8/2026).

Menurut Alif, adanya LOI tersebut menunjukkan Festival Kopi Dieng mulai berkembang melampaui fungsi sebagai ajang promosi produk. Festival kini menjadi ruang pertemuan bisnis yang mempertemukan pelaku rantai pasok kopi dari sektor hulu hingga hilir.

Petani dan pelaku usaha dapat berinteraksi langsung dengan calon pembeli sekaligus memperkenalkan kualitas serta karakteristik kopi yang dihasilkan dari wilayah Banjarnegara.

Selain komitmen pasokan untuk 2027, aktivitas perdagangan di area festival juga menunjukkan geliat ekonomi yang cukup tinggi. Selama tiga hari pelaksanaan, seluruh stan atau tenant yang berada di area venue mencatatkan omzet mencapai Rp194,65 juta.

Mengusung tema The Dieng Origin Mountain Coffee, Festival Kopi Dieng 2026 menghadirkan berbagai produk dan sampel kopi khas Banjarnegara melalui Dieng Coffee Showcase.

Kopi yang ditampilkan tidak hanya berasal dari satu varietas. Pengunjung dapat mengenal Robusta, Liberika, hingga Arabika melalui sejumlah rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif.

Di antaranya terdapat Green Bean Station, Roastery Station, Public Cupping, serta Brewing Station. Sebanyak 35 peserta dari berbagai wilayah Banjarnegara, mulai Kecamatan Susukan hingga Batur, turut membawa produk unggulan mereka.

Festival tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antardaerah dengan hadirnya perwakilan kopi dari 14 MPIG dari berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem kopi juga diberikan Bank Indonesia. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Banjarnegara yang memiliki daya saing.

“Di sini ada kopi Arabika dan Robusta. Bank Indonesia juga memiliki binaan kopi di sini sehingga kami ingin mengenalkan produk-produk kopi unggulannya Banjarnegara,” ujarnya.

Menurut Aswin, pengembangan industri kopi tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam ekosistem kopi juga perlu diperkuat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kompetisi manual brewing “Serayu Petal Cup” yang diikuti 12 peserta. Talenta lokal Banjarnegara juga mendapat apresiasi setelah sebelumnya berhasil meraih juara favorit kedua tingkat nasional dan masuk tujuh besar dari total 24 peserta.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana berharap perkembangan industri kopi dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani, sektor ini juga diharapkan ikut mendorong upaya konservasi lingkungan.

Menurutnya, peluang pengembangan bisnis kopi di Banjarnegara masih terbuka luas, baik pada sektor hilir maupun hulu.

“Semoga kopi Banjarnegara ke depan selain menjadi komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dalam upaya konservasi, meningkatkan perekonomian para petani, juga dapat menjadi media promosi agar Banjarnegara lebih dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan adanya komitmen pasokan 147 ton untuk kebutuhan 2027, Festival Kopi Dieng 2026 menunjukkan bahwa kopi Pegunungan Dieng memiliki peluang pasar yang semakin luas. Festival tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara potensi komoditas daerah dengan pasar yang lebih besar. (Aris)