MUI Sumsel Gelar Musda, Siapa Bakal Pimpin MUI Lima Tahun Berikutnya

Palembang|KoranRakyat.co.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 7–9 Agustus 2026 di Asrama Haji yang akan dibuka langsung Gubernur Sumatera Selatan Dr. H Herman Deru MM.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian Musda adalah pemilihan Ketua Umum lima tahun kedepan dengan sistem pemilihan formatur sesuai tradisi yang berlaku selama ini dalam organisai para ulama dari berbagai organisasi keislaman.
Sehari menjelang pembukaan, nama-nama kandidat calon ketua umum sepertinya tidak jauh dari lingkungan MUI itu sendiri baik dari pengurus harian maupun Dewan Pertimbangan MUI serta kandidat dari Ormas keislaman seperti NU.
Sebelum pelaksanaan Musda, beberapa waktu yang lalu jajaran MUI Sumsel telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru untuk melaporkan dan membahas pelaksanaan Musda yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus MUI Sumsel atas peran yang selama ini dijalankan dalam menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Sumatera Selatan.
Menurut Herman Deru, hingga saat ini hubungan antarorganisasi kemasyarakatan Islam di Sumsel tetap berjalan harmonis. Bahkan, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mampu menjaga soliditas dan kebersamaan di bawah pengawasan serta pembinaan MUI Sumsel.
“Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kinerja MUI Sumsel selama ini telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Sumsel,” ujar Herman Deru.
Terkait pelaksanaan Musda, Herman Deru berharap proses pemilihan kepengurusan dapat berlangsung kondusif dengan mengedepankan kualitas dan kapasitas figur yang akan memimpin MUI Sumsel pada periode mendatang. Ia juga meminta seluruh persiapan kegiatan segera dimtangkan agar pelaksanaannya berjalan tepat waktu dan sukses.
Pantauan KoranRakyat.co.id di lapan sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon potensial Ketua MUI Sumsel. Mereka dinilai memiliki pengalaman organisasi, kapasitas keilmuan, serta rekam jejak yang kuat dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.
Bursa calon juga diramaikan oleh Dr H Deni Priansyah, yang saat ini menjabat Wakil Ketua PWNU Sumatera Selatan. Akademisi sekaligus aktivis organisasi tersebut dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan memiliki jaringan luas di kalangan pesantren, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan Islam.
Terdapat juga nama yang dianggap potensial Drs Kemas Badaruddin Ali. Akademisi UIN Raden Fatah Palembang tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia sehingga dinilai mampu membawa perspektif baru bagi MUI Sumsel dalam menghadapi tantangan keumatan di masa mendatang.
Tokoh pendidikan yang nama juga mencuat adalah Dr KH Rasyidin Hasan, yang saat ini menjabat sebagai Rois PCNU Kota Palembang. Tokoh yang aktif dalam dunia pendidikan dan dakwah tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang dalam organisasi keagamaan serta kedekatan dengan berbagai elemen umat Islam di Sumatera Selatan.
Terdapat juga nama mantan Kanwil Kemenagn Sumatera Utara yang disebut memiliki peluang Dr KH Abdul Amri Siregar, mantan Ketua PWNU Sumatera Selatan. Sosok ulama senior ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam membangun organisasi keagamaan dan melakukan pembinaan umat di berbagai daerah di Sumsel.
Selain itu, juga muncul nama mantan Sekretaris MUI Sumsel dua periode, Dr KH Supadmi Kohar MM. CH CPHt yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan. Supadmi juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumsel.

Dilansir Manaberita.com, Wakil Dewan Pertimbangan MUI Sumsel, Dr H Abdul Shobur, saat audiensi dengan Gubernur Sumsel meminta arahan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan Musda MUI Sumsel Tahun 2026. “Kami meminta arahan dari Pak Gubernur terkait pelaksanaan Musda. Harapan kami kegiatan ini dapat sukses dan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Shobur juga mengundang Gubernur Herman Deru untuk hadir sekaligus membuka secara resmi Musda MUI Sumsel Tahun 2026.
Musda MUI Sumsel tahun ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan berbagai rekomendasi strategis terkait penguatan peran ulama dalam pembangunan daerah, pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, serta menjaga harmoni kehidupan masyarakat di Sumatera Selatan. Dengan munculnya sejumlah figur potensial, pelaksanaan Musda MUI Sumsel diperkirakan akan berlangsung dinamis dan menjadi perhatian berbagai kalangan masyarakat.

Siap Jalankan Amanah
Dr KH Supadmi Kohar MM. CH CPHt yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan. juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumsel saat dihubungi KoranRakyat.co.id menyatakan siap kalau diamanahi Ummat. “Kalau diamanahi, InsyaAllah kita jalankan.”
Doktor psycolpogy Islam dengan Certified Hypnotherapist dan Certified Professional Trainer ini ketika ditanya KoranRakyat.co.id dengan berdiplomasi menjawab bahwa posisi sebagai ketua MUI merupakan amanah ummat yang kolektif kolegial didukung oleh birokrasi pemerintahan setempat. “Kalau Ummat memberikan amanah melalui perwakilan sesuai dengan aturan, InsyaAllah kita terima dan itu juga untuk kepentingan Ummat,” jelas Supadmi Kohar beberapa hari lalu.
“Dengan dukungan dua unsur ini, diyakini roda organisasi komunitas ulama ini akan berjalan dengan baik” Ustadz Padmi menguatkan.
Dengan latar belakang akademisi dan aktivis organisasi kemasyarakatan, sosok ini juga pernah diamanahi ketua Dewan Masjid Indonenesia (DMI) Sumsel dan dianggap sejumlah kalangan berpotensi dan diharapkan mampu menjebatani dua ormas keislaman NU dan Muhammadiyah. (*)

