Edward Candra Pimpin Persiapan Pembentukan Forum Kemitraan Sinergi GSMP Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Palembang|KoranRakyat.co.id –– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., memimpin Rapat Persiapan Pembentukan Forum Kemitraan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (Sinergi GSMP) di Ruang Rapat Bina Praja, Palembang, Rabu (5/8/2026). Rapat tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Rapat dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, lembaga keuangan, perbankan, media, serta para pemangku kepentingan lainnya. Hadir di antaranya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Rahmadi Murwanto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Adhie Wicaksono yang mewakili Kepala Perwakilan BI Sumsel, serta Kepala Divisi Layanan anajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Selatan Murtaza yang mewakili Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Edward Candra menjelaskan bahwa pembentukan Forum Kemitraan Sinergi GSMP merupakan langkah strategis untuk menyatukan kekuatan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem pangan daerah secara berkelanjutan. Melalui forum ini diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih efektif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, perbankan, lembaga keuangan, media, komunitas, dan masyarakat.
Menurut Edward, forum tersebut dibentuk untuk memperkuat implementasi GSMP dari hulu hingga hilir sehingga mampu menjamin ketersediaan, kualitas, dan keberlanjutan pasokan pangan daerah. Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan pangan lokal yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.
“Tujuan utama pembentukan Forum Kemitraan Sinergi GSMP adalah agar pelaksanaan GSMP berjalan secara kolaboratif, efektif, dan berkelanjutan. Output yang diharapkan adalah terciptanya sinergi yang terintegrasi dalam mendukung GSMP, Program Makan Bergizi Gratis, pengendalian inflasi, ketahanan pangan, serta pengentasan kemiskinan di Sumatera Selatan,” ujar Edward.

Ia menegaskan, Sinergi GSMP merupakan kunci kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah, mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, menjaga stabilitas inflasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
Edward mengatakan Sumatera Selatan memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Salah satu inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sejak 2021 adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang terus berkembang hingga membangun ekosistem rantai pasok pangan.
Menurutnya, GSMP tidak hanya mendorong masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen. Masyarakat didorong memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menghasilkan kebutuhan pangan sendiri, bahkan menjual hasil produksinya sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.
Edward juga menyampaikan bahwa GSMP telah mendapat perhatian di tingkat nasional dan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas inflasi. Capaian tersebut turut mengantarkan Sumatera Selatan meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award.

Lebih lanjut, Edward berharap forum tersebut mampu menghadirkan sistem pengukuran yang lebih jelas terhadap kontribusi GSMP, mulai dari produksi pangan rumah tangga, sekolah, kantor, hingga pondok pesantren. Dengan demikian, dampak nyata GSMP terhadap pengendalian inflasi, peningkatan konsumsi pangan lokal, serta penurunan angka kemiskinan dapat terukur secara komprehensif.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, mengatakan bahwa GSMP sebagai program yang mendukung ketahanan pangan masyarakat telah memberikan dampak signifikan terhadap capaian pembangunan daerah, salah satunya dalam menjaga stabilitas inflasi.
Menurut Wahyu, inflasi yang terkendali akan berdampak pada terjaganya daya beli masyarakat. Kondisi tersebut pada akhirnya turut memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat serta berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Sumatera Selatan. (*)
