Jalan Pintas Gelar Bukutopia, Ajak Peserta Menjelajah Makna Perjalanan Lewat Buku

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Jalan Pintas Wonosobo kembali menghadirkan ruang literasi yang berbeda melalui kegiatan Bukutopia bertajuk “Bawa Buku dengan Tema Perjalanan Versimu”, Minggu (26/7/2026), di Ndalem Kenyo, Sukoyoso, Wonosobo. Tak sekadar membaca buku bersama, peserta diajak menelusuri makna perjalanan dari beragam perspektif melalui diskusi dan refleksi diri.

Ketua Komunitas Jalan Pintas, Pratika Indah Widianingrum, mengatakan Bukutopia menjadi upaya menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan literasi. Berbeda dengan forum bedah buku pada umumnya yang berfokus pada satu judul, Bukutopia justru memberi kebebasan kepada peserta membawa buku bertema perjalanan sesuai pilihan masing-masing.
“Hari ini Jalan Pintas mengadakan kegiatan bernama Bukutopia. Kegiatan ini mengangkat tema literasi dalam bidang pendidikan sebagai upaya menghidupkan kembali minat membaca buku. Kalau biasanya forum hanya membahas satu buku, di Bukutopia kami justru membahas berbagai buku,” ujarnya.
Menurut Indah, tantangan literasi saat ini bukan terletak pada minimnya akses terhadap bahan bacaan, melainkan perubahan pendekatan dalam membangun budaya membaca. Kehadiran internet membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai referensi, termasuk buku digital, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah ruang-ruang literasi yang lebih terbuka dan menyenangkan.
“Kalau saya melihat tentang literasi itu sebenarnya bukan berbeda zamannya, tetapi berbeda pendekatannya. Sekarang akses bacaan jauh lebih mudah karena internet, bahkan banyak e-book yang bisa diakses secara gratis. Namun, kami merasa perlu menghadirkan ruang-ruang diskusi yang tidak terlalu kaku, sehingga teman-teman merasa bahwa kegiatan membaca buku bisa menyenangkan. Harapannya, semangat membaca dapat tumbuh kembali,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, Jalan Pintas menghadirkan Agus Susilo Widodo, penulis sekaligus pemikir yang mendalami filsafat, spiritualitas, dan kebudayaan Jawa. Alumni S1 Filsafat Universitas Gadjah Mada dan S2 Universitas Bordeaux III, Prancis itu mengajak peserta melihat buku dari sudut pandang yang lebih luas.
Indah menjelaskan konsep Bukutopia bukan sekadar “jalan-jalan” secara fisik, melainkan perjalanan melalui pikiran. Melalui diskusi bersama Agus Susilo Widodo, peserta diajak menjelajahi berbagai perspektif yang lahir dari kutipan-kutipan pilihan dalam buku yang mereka bawa.
“Konsep yang kami usung bukan jalan-jalan secara fisik, melainkan jalan-jalan melalui pikiran. Kami mencoba menjelajahi cara berpikir Mas Agus. Apalagi beliau memiliki latar belakang filsafat dan juga aktif dalam spiritualitas serta kebudayaan Jawa. Perspektif yang beliau miliki tentu sangat menarik,” jelasnya.

Sebanyak 22 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonosobo mengikuti kegiatan tersebut. Mereka membawa buku bertema perjalanan sesuai versinya masing-masing, mulai dari perjalanan spiritual, perjalanan batin, perjalanan kuliner, hingga perjalanan kehidupan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi silent reading selama sekitar 30 menit. Setelah itu, peserta memilih satu hingga dua kutipan yang paling berkesan untuk dibagikan dalam sesi diskusi dan saling bertukar sudut pandang (POV) bersama narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membuat pembatas buku berisi kutipan pilihan yang selanjutnya dibagikan secara acak kepada peserta lain melalui undian. Suasana kemudian ditutup dengan makan bersama dan ngobrol santai antarpeserta.
Salah seorang peserta, Faris Alaudin, mengaku memperoleh pengalaman yang melampaui ekspektasinya. Menurutnya, Bukutopia tidak hanya mengajak peserta membaca buku, tetapi juga memahami makna yang lebih dalam dari setiap bacaan.

“Awalnya aku mengira kami hanya akan membaca buku bersama, lalu mendiskusikan isi buku tersebut. Ternyata, kehadiran Mas Agus sebagai narasumber memberikan kedalaman makna yang berbeda. Jadi kami tidak hanya membaca buku, tetapi juga diajak melihat banyak hal dari sudut pandang yang lebih dalam,” ungkapnya.
Faris menilai tema perjalanan yang diangkat dalam Bukutopia bukan hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan untuk mengenal diri sendiri.
“Tema perjalanan diri yang diangkat dalam Bukutopia hari ini benar-benar dihadirkan sebagai perjalanan menuju diri kita sendiri. Menurutku, itu menjadi poin paling penting yang aku dapatkan dari kegiatan ini,” katanya.
Selain menjadi wadah bertukar gagasan, Bukutopia juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun relasi melalui buku, percakapan, dan pengalaman bersama. Jalan Pintas pun berkomitmen terus menghadirkan kegiatan bulanan dengan tema yang berbeda agar semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, terlibat dalam aktivitas kreatif dan edukatif.

Usai Bukutopia, Jalan Pintas telah menyiapkan agenda berikutnya berupa kegiatan bertema heritage bekerja sama dengan komunitas Haribike pada 9 Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, peserta akan diajak menjelajahi sejumlah lokasi bersejarah di Wonosobo menggunakan sepeda. (Aris)

