2 Juli 2026

Tunda Relokasi Pedagang Stadion Kamboja Ditunda, Wali Kota Ratu Dewa Cari Solusi Tanpa Penggusuran

KoranRakyat.co.id—-Kegalauan dan kekhawatiran sejumlah pedagamg di sekitar stadion  Kamboja yang semula sudah disarankanm pindah karena pembangunan jogging track untuk sementara bisa berlega hati dan bisa melanjutkan usaha dalam ketegori UMKM-nya.

Dilansir rmolsumsel.id, diwartakan  bahwa rencana relokasi puluhan pedagang di kawasan Stadion Kamboja untuk pembangunan jogging track dipastikan belum akan dilakukan. Pemerintah Kota Palembang memilih menunda pemindahan dan mencari solusi bersama agar pedagang tetap dapat menjalankan usahanya.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa usai menerima aspirasi perwakilan pedagang di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Tasik, Rabu (1/7/2026). Pertemuan tersebut membahas nasib 27 kios dan warung yang terdampak rencana penataan kawasan Stadion Kamboja.

Ratu Dewa mengatakan pemerintah tidak ingin penataan kawasan justru mengorbankan mata pencaharian masyarakat. Karena itu, Pemkot memutuskan para pedagang tetap berjualan di lokasi semula hingga solusi permanen disepakati.

“Pemerintah hadir dan merangkul mereka agar bisa menemukan jalan keluar. Pertumbuhan ekonomi di Kota Palembang sangat baik karena pelaku usaha cukup menjanjikan, khususnya pedagang kaki lima di kawasan Kamboja,” ujarnya.

Panduan Kota & Daerah

detiknews.com

Menurut Ratu Dewa, terdapat dua titik aktivitas pedagang di kawasan Stadion Kamboja, yakni kios yang berada di lokasi rencana pembangunan jogging track serta kawasan angkringan.

Ia menyebut para pedagang memahami bahwa lokasi yang ditempati selama ini belum memiliki izin resmi. Meski demikian, pemerintah memilih mengedepankan dialog dibanding langkah penggusuran.

“Mereka menyadari tidak memiliki izin resmi menempati tempat yang akan dibangun jogging track,” katanya.

Sebagai langkah sementara, sebanyak 27 pedagang dipastikan tetap dapat berjualan sambil menunggu keputusan lanjutan dari Pemkot.

“Sementara mereka tetap berada di sana, tidak untuk digusur. Pemkot Palembang akan mencari solusi kepada 27 perwakilan pedagang dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Ratu Dewa memastikan pembangunan jogging track di Stadion Kamboja tetap menjadi bagian dari program penataan ruang publik. Namun, konsep penempatan pedagang akan dibahas lebih lanjut bersama Sekretaris Daerah dan jajaran pemerintah kota.

“Yang penting kawasan tersebut menjadi tempat jogging track. Untuk pedagang, kita rapat kembali. Konsepnya mereka tidak jauh berdagang dari kawasan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kawasan angkringan, Wali Kota meminta agar lapak tidak mengganggu akses jalan maupun arus lalu lintas. Penataan lokasi tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumsel Babel.

“Angkringan ini jangan sampai menutupi jalan. Kita akan bekerja sama dengan CSR Bank Sumsel Babel untuk menertibkan tempatnya, dirapikan agar lebih tertib, khususnya lalu lintas di sana,” katanya.

Ketua Komunitas Pedagang Stadion Kamboja, Huttriza, menyambut baik keputusan Pemkot yang menunda relokasi. Menurutnya, kepastian tersebut memberi rasa tenang bagi para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari berjualan di kawasan Stadion Kamboja.

“Kami sangat berterima kasih atas jawaban Pak Wali. Kami bisa tetap beraktivitas berdagang di sana sampai keluar solusi dari Pemkot Palembang,” pungkasnya. (*)