18 April 2026

Sumur Bor Desa Sukabanjar Jadi Sorotan dan Masih ‘Nganggur’ Tak Termanfaatkan

OKU SELATAN | Koranrakyat.co.id – Proyek pembangunan sumur bor di Desa Sukabanjar Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, kini jadi sorotan masyarakat. Selain belum bisa dimanfaatkan, pengerjaan proyek swakelola yang semestinya melibatkan masyarakat setempat, justru disebut-sebut diborongkan kepada orang luar yang bukan warga setempat.

Kecurigaan masyarakat juga mengarah kepada kondisi bangunan menara tapmon penampungan air, yang terbuat dari rangka besi, bukan terbuat dari beton cor.

”Ini sepertinya tidak lazim, kekuatan besi yang gampang keropos dengan beton cor, itu pasti jauh berbeda. Bisa saja, pembuatan menara tapmon tersebut menyimpang dari spesipikasi sebenarnya,” kata seorang warga setempat yang menaruh curiga setelah melihat dari dekat kondisi proyek sumur bor ini,”  kepada media ini ketika sama-sama berada di lokasi sumur bor tersebut.

Di lokasi sumur bor ini, terlihat jelas papan proyek yang terpajang, menjelaskan bahwa pembangunan sumur menggunakan anggaran dana desa tahun 2024, sebesar Rp 55.321.000,00.

Namun secara fisik, seberapa besar anggaran itu digunakan, menurut perhitungan seorang pemborong, proyek ini paling-paling menghabis separuh dari anggaran tersebut. ”Kita tidak menuduh ya, cuma kalau dilihat bangunan fisiknya, apa iya sumur bor ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 55 juta itu,” ujarnya.

Dikatakan untuk proyek yang sama, rincian biaya ditaksir hanya sekitar Rp 25 juta. Misalnya harga tapmon Rp 1 juta, upah pengerjaan pengeboran Rp 12 juta, rangka besi Rp 2 juta, alat pump jenis Sibel Rp 5 juta, prasasi Rp 250 ribu, semen dan pasir krokos Rp 2 juta serta potongan pajak sekitar Rp 1,5 juta.

Proyek ini juga belum memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar, karena letak sumur tersebut jauh dari pemukiman warga. Lokasi rumah warga terdekat saja sekitar Rp 100 meter. Artinya untuk mendapatkan air dari sumur tersebut, warga harus mengeluarkan biaya pemasangann pipa sendiri sejauh jarak tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Sukabanjar, Zulfakar, yang dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp terkesan enggan memberikan penjelasan. ”Terserah saja, mau diberitakan silahkan. Sumur bor itu sudah siap digunakan dan tidak menyimpang dari spek-nya. Soal pengerjaannya, ada juga warga setempat yang ikut bekerja,” ujarnya menjawab konfirmasi. (red)