19 Juli 2024

Meriah, Pelantikan FKKLAP Oleh Pj Gubernur Sumsel

Palembang, KoranRakyat.co.id —Pj Gubernur Elen Setiadi, SH. MSE yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Dr H Aufa Syahrizal, SP., MSc resmi melantikan Pengurus Harian Forum Komunikasi Keluarga Luhak Agam Palembang (FKKLAP) Periode Tahun 2024-2029.

Suasana pelantikan yang berlangsung meriah penuh dengan budaya khas Minangkabau berlangsung di Hotel Aston Minggu malam (7/7) bertepatan awal tahun dengan hijriah 1446 H – 1 Muharam 1446H.

Rangkaian acara pelantikan yang diawali dengan tari pasambahan, Tambur dari group IKKEK dan rangkaian tari dari Minang Sakato, pembacaan ayat suci Al quran dilanjutkan Pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, penyerahan SK Pelantikan kepada Ketua Umum FKKLAP oleh Kepala Disbudpar Sumsel ke Ketua Umum FKKLAP Periode Tahun 2024-2029.

 Foto Bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Dr H Aufa Syahrizal, SP., MSc dengan jajaran Pengurus FKKLAP usai pelantikan.dok/fkklap

Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel Dr H Aufa Syahrizal, SP., MSc di dalam sambutannya mengatakan, semula yang akan melakukan pelantikan langsung P{J Gubernur Sumsel, namun karena seluruh kepala daerah, baik Gubernur, Bupati/Wako se Indonesia ada kegiatan di Jakarta. “Selain Bapak Pj Gubernur, Wako Palembang, Bupati Agam dan Wako Bukittinggi yang seyogya hadir pada acara pelantikan ini sebagaimana dijelas Ketua FKKLAP dan Ketua BMKM Sumsel,” jelas Dr H Aufa Syahrizal, SP., MSc.

Pada bagian kata sambutannya Aufa Syahrizal berkomentar bahwa  dari awal  kedatangannnya pada acara pelantikan saat  datang disambut dengan lagu-lagu wajib Minangkabau yan bharus dilestarikan tidak hanya di Minangkabau, juga di Palembang khususnya dan Sumsel. “Melihat itu sempat terfikir dalam pikiran saya sebagai Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel untuk melestarikannya dengan memfalitasi kegiatan  Festival lagu-lagu Minangkabau bekerjasama dengan FKKLAP yang baru saja dilantik” harap Aufa Syahrizal.

Aufa Syahrizal mengingatkan agar Ketua FKKLAP segera datang ke kantor Disbudpar Sumsel untuk mendiskusikan langkah langkah kolabori yang bisa dilakukan.” Kalau tidak bisa dilaksanakan tahun ini, bisa tahun depan, nanti kita fasilitasi. Inilah hikmah besar hikmah diantara yang ada dibalik ketidak-hadiran tokoh pejabat.”

Pemprov Sumsel menyambut baik organisasi ini, menyambut baik saudara-saudara kita perantaui  Minang yang punya menyatakan sikap “Dima Bumi dipijak, di situ langit dijunjunjung, disitu air disauak” sebagai sikap ikut bersama-sama membangun  daerah di mana berada mencari kehidupan.

H Ifrajon, SE., MM., St Rajo Palembang yang dilantik sebagai Ketua Umum FKKLAP Periode Tahun 2024-2029 bersaama pengurus lainnya mengatakan bahwa motto yang diwujudkan berbuat yang terbaik untuk masyarakat, tidak hanya retorika, tetapi kerja nyata, dan kami juga tidak akan membuat program yang tidak muluk-muluk, tapi adalah program yang benar-benar menyentuh untuk masyarakat umum.

Masih dilanjutkannya, bahkan insya Allah dengan telah dilantiknya kami ini, di mana kami juga sudah menggagas satu program berikutnya di bidang ekonomi dan kegiatan social yangb bersemtuhan dengan masyarakat kami sudah direncanakan. “Mudah-mudahan berkat dukungan kita semua insya Allah kalau Allah SWT menghendaki kami akan coba menggagas ide yakni sembako terjangkau.”

Di mana ini di tujukan untuk masyarakat keluarga Luhak Agam Palembang ataupun Urang Awak secara umum yang ada di kota Palembang maupun Sumsel. Kami atas nama Ketua Umum dan pengurus mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah hadir didalam kegiatan ini.

“Dengan kehadiran bapak/ibu sekalian ini merupakan inspirasi kita semua, sehingga dengan ketulusan dan keikhlasan semuanya bisa sampai di tujuan, dan kepemimpinan yang mana dalam proses visi yang besar,” imbuhnya.

Berdirinya FKKLAP ini sebagai wujud  keterbukaan, kekeluargaan dalam musyawarah mufakat, disimpulkan dengan “Basamo Mangko Manjadi” Dasar kekeluarga warga  Luhak Agam sebagai wadah bersilaturahmi, merasa senasib dan sepenanggungan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Hadir pada acara pelantikan yang ditutup dengan doa bersama dipimpinm Prof Dr. H Aflatun Muchtar –Pembina FKKLAP yang juga Ketua MUI Sumsel, sejumlah tokoh masyarakat baik Sumsel,Minangkabau, para ketua IKM dibawah lingkungan BMKM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pelembanhg mewakili Walikota Pelembang, ninik mamak, alim ulama serta pengurus Bundo Kanduang BMKM.

Ketua Badan Musyawarah Keluar Minang (BMKM) Sumsel Apt,Drs Noprizon M Biomed Dt Mangkuto Rajo saat memberikan kata sambutan mengingatkan agar FKKLAP membuat progran realitis dan dibutuhkan  warga, baik warga Luhak Agam di perantauan  maupun masyarakat umum di Palembangh. “FKKLAP segera mengajukan permohonan ke BMKM agar dimasukkan sebagai anggota di bawah naungan BMKM karena saat ini belum sebagai anggota BMKM. Nanti Pengurus akan memplenokan  apakah FKKLAP akan diterima sebagai anggota,”  sering disapa dengan panggilan Pak Datuak.

Salah seorang Penasehat FKKLAP Drs. H. Salman Rasyidin Dt Bajo Ameh mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih pada jajaran pengurus karena dalam waktu singkat sudah mewujudkan program kerja nyata setelah deklarasi beberapa hari lalu dengan menggelar khittan massal gratis untuk 101 generasi penerus tidak hanya untuk warga Minang juga warga Palembang umumnya. “Peserta khitan massal selain gratis juga diberi hadiah kain Sarung dan uang jajan,” sembari mengingatkan jajaran pengurus agat tetap kompak, santun  dan tidak mempersoalkan urusan yang bukan urusan FKKLAP.

Prosesi acara pelantikan  FKKLAP diakhiri dengan bersama Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel Dr H Aufa Syahrizal, SP., MSc bersama jajaran pengurus FKKLAP, Pengurus BMKM, tokoh masyarakat dan Bundo Kanduang. (*/Sar)