Dinas Pariwisata Wonosobo Evaluasi Pengelolaan Glamping, Prioritaskan Keselamatan Wisatawan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Sejumlah usaha jasa akomodasi wisata berbasis glamping di kawasan wisata Kabupaten Wonosobo menjadi sasaran kegiatan monitoring, evaluasi, dan pembinaan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut turut melibatkan Pemerintah Kecamatan Garung dan Kecamatan Kejajar.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan terhadap usaha pariwisata agar seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya sesuai standar yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Selain memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, monitoring juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan wisata, sekaligus memperkuat aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas yang tersedia bagi pengunjung.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, menjelaskan bahwa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan meliputi Glamping Dieng dan Luxcamp by Horison di Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Afton Glamping di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, serta Swiss Van Java Glamping di Desa Mlandi, Kecamatan Garung.
Menurutnya, tim pembinaan dan pengawasan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek usaha. Pemeriksaan mencakup administrasi perizinan berusaha, penerapan standar usaha pariwisata, kondisi sarana dan prasarana, sistem pengelolaan usaha, hingga penerapan standar keamanan dan keselamatan bagi pengunjung.
Selain itu, kesiapan pengelola dalam menghadapi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring tersebut. Aspek kebersihan lingkungan dan pemeliharaan fasilitas wisata turut menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan tim.
Kristijadi menuturkan bahwa kegiatan pembinaan dan monitoring memiliki peran penting dalam menjaga mutu destinasi wisata sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pariwisata di daerah.
“Monitoring dan pembinaan ini bukan semata-mata kegiatan pengawasan, tetapi juga bentuk pendampingan pemerintah kepada pelaku usaha agar dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi standar usaha pariwisata yang telah ditetapkan. Kami ingin memastikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo mendapatkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujar Kristijadi.

Ia menambahkan, faktor keselamatan dan keamanan wisatawan harus menjadi perhatian utama pengelola, terutama bagi usaha glamping yang berada di kawasan pegunungan dengan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Pengelola usaha perlu memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi layak, aman digunakan, serta memiliki prosedur mitigasi risiko yang baik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Wonosobo,” tambahnya.
Dari hasil monitoring yang dilakukan, secara umum seluruh usaha glamping yang dikunjungi telah beroperasi dengan baik dan mampu memberikan layanan kepada wisatawan.
Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah hal yang memerlukan penyempurnaan. Beberapa catatan yang menjadi perhatian antara lain terkait kelengkapan administrasi, pemenuhan standar usaha pariwisata, serta penguatan sistem keamanan dan keselamatan bagi pengunjung.
Seluruh hasil pemeriksaan dan temuan di lapangan telah disampaikan kepada masing-masing pengelola untuk menjadi bahan evaluasi serta tindak lanjut perbaikan. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah berharap setiap pelaku usaha dapat segera menyesuaikan dan menyempurnakan pengelolaan usahanya sesuai rekomendasi yang diberikan.

Ke depan, Tim Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pariwisata Kabupaten Wonosobo akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkala melalui koordinasi lintas perangkat daerah terkait. Langkah tersebut dilakukan guna mendorong seluruh pelaku usaha glamping agar konsisten menerapkan standar usaha pariwisata sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan penyelenggaraan usaha pariwisata yang aman, nyaman, tertib, berkualitas, dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing sektor pariwisata daerah sekaligus memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

