Bazar Pangan Tim Satgas Pangan Untuk Tekan Inflasi

KR, Natuna- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pemkab Natuna, Minggu (16/04/) petang, mengelar Bazar Pangan Murah Ramadan 1444 Hijriah di kawasan Pantai Piwang. Kegiatan ini melibatkan sejumlah stake holder terkait.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Komperasi Usaha Kecil Mikro Kabupaten Natuna, Marwan Sjahputra, di sela kegiatan menjelaskan, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ,dalam hal pengadaan komoditas yang dijual. Adapun tujuan digelarnya bazar pangan murah ini adalah dalam upaya menekan inflasi harga menjelang lebaran Idul Fitri.

”Tujuan kita menggelar Bazar pangan Murah jrlang lebaran ini adalah untuk menginteevensi kenaikan harga komoditas dipasaran saat ini, maksudnya kita adakan shok terapi kepada pedagang yang nakal dalam menaikan harga,” kata Marwan.
Dengan adanya bazar pangan murah ini tentunya masyarakat sangat terbantu karena harga komoditas yang dijual mrmang jauh dibawah aharga pasaran. Seperti harga kentang yang beredar dipasaran Natuna mencapai Rp.25 kg /kg, dibazar hanya dijual dg harga Rp.14.rb/kg. Wortel yang dipasaran seharga Rp.20 rb/kg, dibazar hanya dijual dengan harga Rp. 12 rb/kg. Kadisperindagkop UMI Natuna Marwan Sjahputra menambahkan, total nilai harga keseluruhan komoditas yang dijual mencapai Rp.20 juta lebih.
Masyarat Natuna kKecewa, Tim Satgas Pangan Minta Maaf
Pelaksanaan Bazar pangan murah Ramadan 1444 Hijriah yang diadakan oleh mengundang kekecewaaan warga yang datang hendak berbelanja di bazar tersebut.Pasalnya dalam pengumuman yang disebarkan oleh tim bazar, bahwa kegiatan akan dibuka pada pukul 15.00 WIB, atau pukul 3 sore, namun ternyata pada pukul 14.00 WIB, bazar sudah diserbu warga yang hendak membeli.
Salah seorang calon pembeli yang merasa kecewa adalah Rina warga Kelurahan Batu Hitam. Rina yang datang ke bazar pukul 3 sore itu hanya dapat membeli kacang panjang seharga Rp.5000, sementara untuk komoditas lainnya seperti kentang, wortel, terigu, beras, dan gula pasir, sudah terjual habis.
” Bagus sih kegiatan seperti ini cukup membantu warga karena harga komoditas yang dijual jauh dibawah harga pasar. Tapi saya kecewa karena pengumumanya buka jam 3 sore ternyata jam 3 saya sampai sini sudah tinggal kacang panjang. Bawang merah. Daun bawang dan ikan saja,sementara yang lain sudah habis dijual,” kata Rina
