19 Juni 2026

Bazar Pangan Tim Satgas Pangan Untuk Tekan Inflasi

KR, Natuna-  Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pemkab Natuna, Minggu (16/04/) petang, mengelar Bazar Pangan Murah Ramadan 1444 Hijriah di kawasan Pantai Piwang. Kegiatan ini melibatkan sejumlah stake holder terkait.

Kadisperindag Natuna Marwan Saputra

 

Bazar pangan murah diadakan dalam rangka gerakan nasional pengendalian inflasi pangan . Pada bazar ini panitia menyediakan telur ayam,beras, terigu , gula, sayur, dan ikan segar tersebut digelar mulai pukul 2 siang itu hanya dalam tempo 2 jam sudah ludes diserbu pembeli.

 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Komperasi Usaha Kecil Mikro Kabupaten Natuna, Marwan Sjahputra, di sela kegiatan menjelaskan, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ,dalam hal pengadaan komoditas yang dijual. Adapun tujuan digelarnya bazar pangan murah ini adalah dalam upaya menekan inflasi harga menjelang lebaran Idul Fitri.

bazar satgas pangan Natuna

”Tujuan kita menggelar Bazar pangan Murah jrlang lebaran ini adalah untuk menginteevensi kenaikan harga komoditas dipasaran saat ini, maksudnya kita adakan shok terapi kepada pedagang yang nakal dalam menaikan harga,” kata Marwan.

Dengan adanya bazar pangan murah ini tentunya masyarakat sangat terbantu karena harga komoditas yang dijual mrmang jauh dibawah aharga pasaran. Seperti harga kentang yang beredar dipasaran Natuna mencapai Rp.25 kg /kg, dibazar hanya dijual dg harga Rp.14.rb/kg. Wortel yang dipasaran seharga Rp.20 rb/kg, dibazar hanya dijual dengan harga Rp. 12 rb/kg. Kadisperindagkop UMI Natuna Marwan Sjahputra menambahkan, total nilai harga keseluruhan komoditas yang dijual mencapai Rp.20 juta lebih.

 Masyarat Natuna kKecewa, Tim Satgas Pangan Minta Maaf

Pelaksanaan Bazar pangan murah Ramadan 1444 Hijriah yang diadakan oleh  mengundang kekecewaaan warga yang datang hendak berbelanja di bazar tersebut.

Pasalnya dalam pengumuman yang disebarkan oleh tim bazar, bahwa kegiatan akan dibuka pada pukul 15.00 WIB, atau pukul 3 sore, namun ternyata pada pukul 14.00  WIB, bazar sudah diserbu warga yang hendak membeli.

 Salah seorang calon pembeli yang merasa kecewa adalah Rina warga Kelurahan Batu Hitam. Rina yang datang ke bazar pukul 3 sore itu hanya dapat membeli kacang panjang seharga Rp.5000, sementara untuk komoditas lainnya seperti kentang, wortel, terigu, beras, dan gula pasir, sudah terjual habis.

” Bagus sih kegiatan seperti ini cukup membantu warga karena harga komoditas yang dijual jauh dibawah harga pasar. Tapi saya kecewa karena pengumumanya buka jam 3 sore ternyata jam 3 saya sampai sini sudah tinggal kacang panjang. Bawang merah. Daun bawang dan ikan saja,sementara yang lain sudah habis dijual,” kata Rina

 

Tetapi rina dan masyarakat lainnya mengaku  kecewa dan menyayangkan panita bazar yang tidak konsisten dengan waktu, yang telah ditetapkan.

” Harusnya kalau memang pengumuman jam 3 sore dimulai ,ya harus konsisten. Masa kami datang jam 3 sudah habis semua , sangat kecewa,” tambah Rina.

 

Sementara itu Kadisperinkop UMi Natuna, Marwan Sjahputra, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut,  menyampaikan ucapan maaf kepada masyarakat yang kecewa karena tidak dapat membeli komoditas yg dijual karena sudah habis

 

 

penjualan dipercepat menurut Marwan pihaknya juga telah mrmbatasi jumlah barang yang boleh dibeli warga. Seperti beras hanya boleh dibeli 1 sak, gula pasir hanya 2 kg, demikian juga untuk komoditas lainnya.

Marwan berjanji pihaknya kedepan akan tepat waktu dan memperbaiki sistem penjualan sehingga dapat dilakukan sesuai jadwal.

(red)