Pimpinan DPRD Natuna ke Serasan Dampigi Anggota DPRRIdan 3 menteri

KR Natuna -Pipinan DPRd Natuna Daeng Amhar dan Daeng Ganda mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah Natuna dalam menangani bencana tanah longsor di Desa Pangkalan Kecamatan Serasan. pernyataan ini disampaikan keduanya saat mendampingi Anggota DPRRI dapil Kepri, Cen Sui lan, menteri PUPR Basuki Hadimulya, dan kepala BNPB Letjken TNI Suharyanto serta menteri PMK Muhajir Efendi
Daeng ganda selaku wakil ketua DPRd natua mengaku usai memperoleh informasi tentang bencana alam di Serasan, pihaknya langsung menghubungi Anggota Komisi V DPR RI Cen Sui Lan, agar membawa menteri terkait ke Kabupaten Natuna untuk melakukan peninjauan.
“Terima kasih kepada Menteri PUPR atas kebijakannya untuk merelokasi warga yang masuk dalam zona merah usai dilakukan pemetaan oleh BMKG pusat. Infonya akan ada pembangunan 100 unit rumah dilahan milik Pemkab Natuna,” tuturnya. Jumat (10/03)
Menurutnya, saat ini Rp 1 miliar dana tanggap darurat milik BPBD bisa langsung dipakai. Harapannya, semua pihak tergerak hatinya untuk bersama-sama memberikan bantuan kemanusiaan.
Selain itu Daeng Ganda juga meminta kepada Pemkab Natuna agar sesegera mungkin dibentuk satgas khusus, sehingga penanganan bencana bisa lebih cepat bergerak.
“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Natuna dalam penanggulangan bencana alam di Desa Pangkalan. Turut berduka bagi saudara kita yang terkena musibah ini, semoga keluarga diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini,” Hal itu disampaikan Daeng Amhar selaku ketua DPRD Natuna saat melihat jalannya evakuasi oleh tim gabungan yang tengah mencari korban hilang menggunakan dua alat berat dan peralatan lainnya, Kamis (9/3/2023) di lokasi bencana.

Menurut Amhar, pemerintah daerah sudah benar untuk segera merelokasi korban terdampak bencana longsor ke tempat yang aman. Hal ini terlihat hadirnya Dinas PU Kabupaten Natuna serta kementerian PUPR yang mendata dan langsung survei lokasi tempat untuk merelokasi korban bencana yang masih selamat.
Daeng Amhar juga, menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana longsor di Serasan, seperti gerak cepat Pemda Natuna, Pemda Provinsi Kepri maupun pusat, serta dari unsur TNI Polri serta masyarakat yang terlibat membantu jalanya evakuasi.

“Untuk ke depan, BMKG juga harus segera memetakan daerah-daerah rawan bencana di Serasan, mengingat banyaknya tanda-tanda longsor di sekitar rumah warga,” tegasnya.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di tempat rawan longsor untuk waspada bila hujan lebat terjadi.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, akan melakukan evaluasi terhadap anggaran dana taktis bencana alam.
daeng Ganda mennyatakan evaluasi perlu dilakukan, mengingat dalam waktu tidak lama, Natuna mengalami dua kali bencana alam, banjir bandang dan tanah longsor menelan puluhan korban jiwa.
“Nanti dalam pembahasan APBD tahun 2024, kami pun akan bahas ini. Mungkin perlu kita anggarkan lebih,” ujar Daeng Ganda,
Menurutnya, dana taktis untuk bencana alam sifatnya harus lebih fleksibel. Karena ketika ada bencana, realisasi anggarannya harus secepat mungkin.
“Kalau dana taktis ini tidak bisa kaku. Kemungkinan habis penanggulangan bencana alam di Serasan, akan kita evaluasi”.
Selain itu, Ganda juga mengingatkan akan pentingnya peningkatan level (status) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna.
“Kita tidak tau kedepannya seperti apa, tapi kalau ada bencana, paling tidak kita akan lebih siap kalau status BPBD Natuna ditingkatkan. Karena secara anggaran juga akan meningkat,” sebutnya. (red)
