17 April 2026

Pemkab Wonosobo Luncurkan CKG 2026, Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan Berbasis Preventif

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi memulai pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 sebagai langkah memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mempercepat deteksi dini penyakit tidak menular.

Kick-off program tersebut digelar pada Kamis (16/4/2026) di Hotel Dafam Wonosobo, dengan melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemangku kepentingan lintas sektor.

Dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Didiek Wibawanto, menekankan bahwa CKG menjadi bagian penting dalam penguatan sistem kesehatan yang berorientasi pada pencegahan.

“Program ini merupakan upaya bersama untuk membangun ketahanan kesehatan masyarakat dari hulu yang mengedepankan prinsip pencegahan. Melalui program ini kita bersama-sama membangun benteng pertahanan kesehatan bagi masyarakat Wonosobo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cakupan layanan CKG kini diperluas tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga menyasar sekolah, komunitas, hingga instansi pemerintah. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mempercepat deteksi dini sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan masyarakat.

“Keberhasilan CKG tidak boleh hanya bertumpu pada segelintir wilayah saja, melainkan harus merata hingga keseluruh pelosok Wonosobo,” tegas Didik.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan strategi jemput bola dengan membuka layanan berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat, termasuk di lingkungan kerja dan kegiatan komunitas.

Selain itu, penguatan kapasitas layanan juga dilakukan melalui keterlibatan puskesmas, rumah sakit, serta klinik pratama mitra BPJS guna mengurangi hambatan akses layanan kesehatan.

Kolaborasi lintas sektor turut didorong, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga organisasi masyarakat. Pemerintah juga menekankan pentingnya peran aparatur sebagai teladan dalam membangun budaya hidup sehat, sebagai fondasi sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“CKG 2026 tidak hanya berfokus pada skrining, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut berupa edukasi, pemantauan, dan intervensi dini. Pendekatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan, mengungkapkan bahwa capaian program pada tahun 2025 berhasil melampaui target nasional. Dari target sebesar 36 persen, realisasi di Wonosobo mencapai 39,20 persen atau menjangkau lebih dari 360 ribu jiwa.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan berbasis komunitas, terutama di sektor pendidikan.

“Kelompok usia sekolah dan remaja justru menjadi capaian terbaik. Target nasional hanya 20 persen, tetapi kita mampu mencapai hingga 80 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, hasil pelaksanaan program juga mengungkap sejumlah persoalan kesehatan di masyarakat, seperti tingginya prevalensi hipertensi, obesitas, gangguan metabolik pada kelompok dewasa, serta masalah kesehatan gigi pada anak, stunting, rendahnya aktivitas fisik, dan tingginya angka perokok. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit tidak menular.

Jaelan menegaskan bahwa temuan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

“Jika tidak terdeteksi sejak dini, akan berujung pada penyakit seperti stroke, gagal ginjal, gagal jantung, hingga kanker stadium lanjut,” tegasnya.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan intervensi yang lebih tepat sasaran ke depan. Pada tahun 2026, Pemkab Wonosobo menargetkan cakupan program meningkat menjadi 54 persen dari total 929.725 jiwa. Hingga pertengahan April, capaian masih berada di angka 14,37 persen.

Dengan strategi yang semakin terarah dan berbasis data, pemerintah daerah optimistis Program Cek Kesehatan Gratis mampu menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan masyarakat Wonosobo yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (Diskominfo Wonosobo/Aris)