18 April 2026

H+3, Kepala BNPB : ” 16 Ton Logistik Sudah Tiba di Pulau Serasan Kab Natuna”

KR Natuna- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa 16 ton logistik telah tiba di Pulau Serasan, Natuna.  Logistik ini aman untuk kebutuhan pengungsi korban longsor Serasan hingga dua minggu ke depan. Saat ini ada 1.216 orang yang mengungsi dan tersebar di sejumlah titik pengungsian. Rabo, ( 08/03)
“Untuk kebutuhan logistik dasar pengungsi, dari pemerintah pusat dari BNPB sudah ada 16 ton dari Pulau Serasan. Di Pulau Serasan sendiri sekarang untuk satu minggu, dua minggu ke depan ini untuk logistik tidak ada masalah,” ungkap Suharyanto,
Suharyanto memastikan logistik ini segera tersalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Saya sampaikan kebutuhan dasarnya dari para pengungsi semuanya cukup ya. Kalau nanti mencari informasi ini di pulau-pulau besar seperti di Batam, Pontianak, di Tanjungpinang ini sudah banyak bantuan yang tinggal di berangkatkan ke Pulau Serasan,” tambah Suharyanto.

Pemkab Natuna Telah Metapkan Masa Tanggap Darurat

Pemerintah kabupaten Natuna resmi menetapkan status bencana tanggap darurat akibat tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna Bokhori memlalui jubirnya Patli Muhamad menyatakan, status tanggap darurat akan berlaku selama tujuh hari.

“Status bencana tanggap darurat dengan masa tujuh hari. Terhitung, sejak Senin (6/2/2023),” kata Patli dalam keterangan tertulis, Rabo (08/3/2023).

Patli mengatakan, 10 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Enam orang di antaranya telah diketahui identitasnya.

“Data ini dihimpun dari pengurus jenazah dan staf Kantor Camat Serasan Suhardiman.

Sementara, empat lainnya belum teridentifikasi,” kata Patli.

Dia juga mengatakan, korban meninggal dunia saat ini telah diidentifikasi. Mereka adalah Abd Kadir Bin Jakpar Sulaikan (70) laki-laki; Darman BIN Kantur (70) laki-laki; dan Rianti (27) perempuan.Kemudian, Anak Ibu Rianti (5) laki-laki; Abdullah (64) laki-laki; dan Fadil (10) laki-laki.

“Terdapat 47 orang hilang, luka berat satu orang, korban rawat jalan tiga orang, dan 4 orang mengalami kondisi kritis” ujar dia. (red)