Gubernur Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Cetak Generasi Penghafal Al-Quran

Palembang|KoranRakyat.co.id – – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menghadiri pembukaan kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan Akbar Angkatan III Tartil, Tahfidz, dan Turjuman Metode Ummi yang digelar Ummi Palembang di Grand Ballroom Golden Sriwijaya, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai lembaga rumah tahfidz di Sumsel sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan Al-Quran dan pembinaan generasi Qurani.
Panitia Munaqosyah dan Khotmul Quran Akbar Metode Ummi, Maliki Utama Putra, mengatakan kegiatan ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Tahun ini, Ummi Palembang meluluskan 149 peserta dari berbagai lembaga rumah tahfidz di Sumsel.
Menurutnya, perkembangan rumah tahfidz di Sumsel menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan Al-Quran.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku terharu melihat perkembangan program rumah tahfidz yang menjadi salah satu program unggulannya sejak periode pertama kepemimpinannya.
“Saya sejujurnya terharu, karena ini program saya di periode pertama, satu desa satu rumah tahfidz,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan sempat hampir tidak percaya program tersebut dapat berkembang begitu cepat. Namun, dukungan dari para ustad dan penggerak pendidikan Al-Quran membuat program rumah tahfidz terus berkembang di Sumsel.

“Saya hampir tidak percaya mau dibuat satu desa satu rumah tahfidz, tapi ternyata Ustad Malik dan para ustad lainnya mendukung program ini,” katanya.
Menurut Herman Deru, dalam kurun waktu empat tahun jumlah rumah tahfidz di Sumsel telah mencapai lebih dari 5.000 rumah tahfidz.
Ia menilai perkembangan tersebut terjadi karena adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pendidikan keagamaan.
“Kenapa bisa cepat, karena perubahan cara berpikir, mindset jadi perubahan. Rumah tahfidz ini tidak hanya berbicara bangunan, tetapi kegiatan belajar mengajar Al-Quran,” ucapnya.
Herman Deru juga menyinggung capaian Sumsel di ajang MTQ Nasional. Ia mengatakan Sumsel pernah masuk 10 besar MTQ Nasional pada 2006 dan kembali masuk 10 besar pada 2022 setelah penantian selama 16 tahun.
“Kita pernah masuk 10 besar MTQ Nasional tahun 2006, setelah 16 tahun, tahun 2022 kita masuk lagi 10 besar. Bangga kita,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru mengajak para orang tua untuk bangga apabila putra-putrinya memilih menempuh pendidikan Al-Quran dan menjadi generasi penghafal Al-Quran.
Ia berharap para peserta dapat menularkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat luas sehingga syiar Al-Quran terus berkembang di Sumsel.
Selain itu, Herman Deru menegaskan pentingnya peran ibu dalam pendidikan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak terlepas dari peran ibu sebagai madrasah pertama dalam keluarga. “Ini tidak lepas dari peran ibu utamanya. Para ibu menyadari 70 persen program pendidikan berasal dari rumah, seperti pepatah Arab yang menyebut ibu adalah madrasah pertama,” tandasnya. (*)

