5 Februari 2023

Prabumulih tak Mau “Ngebon” Peserta MTQ

PRABUMULIH|KoranRakyat co.id – UNTUK peserta yang akan dikirim pada ajang MTQ/STQH tingkat Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Prabumulih hanya akan menggunakan warga sendiri. Tidak mau menggunakan warga dari daerah lain alias tidak mau “ngebon”. Karena kalau yang tampil putra putri Kota Prabumulih sendiri, maka ada kebanggaan kalau menang dan juga tidak begitu kecewa kalau ternyata kalah dalam perlombaan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Asisten III Sekda Kota Prabumulih, Drs H Amilton, saat menyampaikan kata sambutan mewakili Walikota Ir H Rido Yahya, MM usai melantik Kepengurusan LPTQ Kecamatan se Kota Prabumulih, Rabu 16 November 2022, di Gedung Kesenian Prabumulih.

Kepengurusan LPTQ kecamatan yang dilantik ini sebanyak 6 kecamatan yang ada di Kota Prabumulih.

Acara tersebut dihadiri Ketua Harian LPTQ Sumsel, KH Mudrik Qori, Ketua LPTQ Kota Prabumulih, Ust M. Amin, Kadinsos, para Camat, Ketua MUI, Ketua BKPRMI, dan Ketua Ikadi Kota Prabumulih.

Menurut Amilton, sikap Pemkot Prabumulih tersebut sudah sering dinyatakan oleh Walikota H Rido Yahya. Hal yang sama juga berlaku di bidang olahraga dan kesenian.

“Pak Wali mengatakan akan ada rasa puas dan bangga, kalau yang menang tersebut adalah warga atau putra putri Kota Prabumulih sendiri. Dan kalau kalah juga tidak masalah, artinya ke depan perlu terus ditingkatkan pembinaannya,” ujar Amilton.

Dalam upaya meningkatkan daya saing dalam ajang MTQ dan STQH, maka saat ini Pemkot Prabumulih, mengirim sejumlah siswa-siswi yang potensial belajar di Ponpes Al-Ittifaqiah dan di Ponpes Qodratullah, ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua LPTQ Kota Prabumulih, Ust M. Amin. Disisi lain, M Amin juga mengatakan, setelah melantik kepengurusan LPTQ kecamatan, selanjutnya mereka akan membentuk LPTQ pada 25 Kelurahan dan 12 Desa, serta LPTQ unit di sekolah-sekolah termasuk di Perguruan Tinggi. “Sebagian sudah dikomunikasikan dengan pihak yang terkait,” ujarnya.

Sementara Ketua Harian LPTQ Sumsel, KH Mudrik Qori menyatakan, pelantikan tersebut merupakan langkah yang tepat, dlm rangka memperkuat eksistensi organisasi. Karena organisasi yang kuat ditambah pengurus yang mumpuni, menjadi modal dasar bagi munculnya para Ahlul Quran yang andal, ujar Mudrik.

Namun sesuai dengan instruksi Gubernur Sumsel, H Herman Deru, lanjut Kiai Mudrik, masih ada tugas lagi bagi LPTQ Kota dan Kecamatan, yakni membentuk LPTQ desa/kelurahan, serta LPTQ unit di sekolah-sekolah dan termasuk di perkantoran. Hal ini supaya menjadi perhatian kita bersama. Dan alhamdulillah, Kota Prabumulih sudah menyatakan kesiapannya, ujar Mudrik.

Ditambahkan Mudrik Qori, langkah selanjutnya, setelah kepengurusan organisasi LPTQ sudah mantap hingga ke tingkat kecamatan. Maka berikutnya adalah melakukan rekrutmen dewan hakim dan panitera. Yang kemudian mereka ini diberikan pelatihan atau Bimtek, supaya mengetahui dan menguasai perkembangan terkini soal MTQ dan STQ.
Upaya peningkatan kapasitas para pelatih, dewan hakim, dan panitera ini sebaiknya dilakukan secara kontinyu, dgn narasumber dari provinsi bahkan dari nasional, pintanya.

Kemudian yang juga sangat penting dilakukan oleh LPTQ kota/kabupaten, tentu bersama-sama dgn Bagian Kesra, Kemenag serta atas dorongan dan petunjuk Walikota /Bupati, yakni melakukan pembinaan terhadap qori qoriah, hafiz hafizah, mufasir mufasiroh, dan Ahlul Quran lainnya. Krn itu komunikasi dan koordinasi dengan Ponpes, madrasah, rumah tahfiz, TK/TPA, Kelompok Pengajian harus terus diintensifkan, supaya kader-kader ahlul quran tersebut terpantau dan terus bermunculan, ujar Mudrik

Dikatakan, untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka, maka gelaran MTQ/STQ mulai dari tingkat kelurahan/desa, kecamatan, atau antar sekolah, dan antar rumah tahfiz, perlu digalakkan.

“Insyaallah dengan upaya2 ini maka Prabumulih akan menjadi daerah yang dapat diandalkan di bidang MTQ dan STQH. (ica)

Lewat ke baris perkakas