21 Juli 2024

Ada Apa dengan Jalan Tol Indra-Prabu?

Catatan : Drs H Iklim Cahya, MM ( Wartawan/Pemerhati Sosial Politik tinggal di Indralaya)

JALAN Tol dibangun dengan visi untuk memperlancar dan mempercepat arus lalu lintas yang lebih aman dan nyaman. Karena maknah dari tol itu sendiri bebas hambatan, terutama dari kemacetan yang sering terjadi di jalan umum non tol. Karenanya jalan tol dibangun lebih lurus dan lebih mulus. Tapi ternyata fakta yang terjadi pada sejumlah jalan tol di Indonesia, harapan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.

Sebagai contoh jalan Tol Indralaya – Prabumulih (Indra Prabu), sejak dibuka akhir Agustus 2023 lalu, tercatat sudah tiga kali kendaraan yang melintas di jalur bebas hambatan tersebut mengalami kecelakaan. Tentu kejadian Lakalantas ini termasuk tinggi di jalur sepanjang 60 Km tersebut. Ada apa?

Ada yang mengaitkan kasus Lakalintas tersebut, dengan hal-hal mistis. Tapi sebaiknya ini dikesampingkan saja, karena sifatnya sekunder. Kalau hal tersebut mau dipercaya, solusinya adalah dengan melaksanakan doa bersama saja, yang bisa dipusatkan di kawasan rest area, dengan mengundang ulama, pemerintah dan masyarakat setempat secara terbatas saja. Berdoa untuk keselamatan sangat dianjurkan.

Namun yang perlu kita kaji adalah penyebab yang lebih nyata dari Lakalantas di jalan tol khususnya di jalur Indraprabu tersebut.

Sebetulnya secara umum jalur tol Indra prabu kondisinya lebih baik dari jalur tol Palindra dan Kapal-Betung. Tapi melihat frekwensi kecelakaan yang terjadi di jalur tol Indraprabu dalam rentang waktu sebulan ini, tergolong relatif tinggi. Dari catatan yang ada sudah tiga kali terjadi kurang dari satu bulan. Namun kita berharap, ini dijadikan pengalaman berharga sehingga ke depan tidak ada kecelakaan lagi di jalur tol tersebut.

Secara umum kecelakaan yang terjadi termasuk di jalan tol ada tiga penyebab utama ; faktor human error (kelalaian pengemudi), faktor kondisi kendaraan dan faktor kondisi jalan. Faktor pengemudi dan kondisi kendaraan menjadi tanggungjawab pengguna jalan. Sedangkan faktor kondisi jalan menjadi tanggung jawab pengelola tol.

Kelalaian pengemudi diantaranya karena mengantuk/tertidur dan akibat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Jalan tol yang kondisinya baik, lurus, apalagi agak sepi, sering memanjakan mata untuk mengantuk dan sedikit terlelap. Apalagi kalau kondisi badan agak lelah dan kurang tidur, ditambah lagi dengan dinginnya AC. Kelalaian pengemudi lainnya karena seringkali memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, kendati belum begitu mengenal medan jalan. Dimana ada tikungan, atau ada jalan bergelombang, sehingga dengan kecepatan tinggi akan membahayakan. Termasuk juga kelalaian yang sering terjadi adalah tidak disiplin mainkan lampu sen, saat mendahului, atau ngambil jalur ke kanan dan ke kiri. Bila banyak kendaraan dan sama-sama kecepatan tinggi, ini juga bisa menyebabkan tabrakan.

Sedangkan kondisi kendaraan bisa menjadi penyebab, kalau kendaraan tersebut sudah tua dan kurang layak kalau melintas di jalan tol. Atau bisa juga karena kondisi ban, misalnya mengalami pecah ban atau kerusakan lainnya.

Selain itu penyebab kecelakaan di ruas tol, sering juga terjadi karena kondisi jalan, seperti jalan bergelombang bahkan berlobang atau kerusakan lainnya. Sebetulnya kondisi jalan tol tidak boleh ada yang demikian, karena sangat membahayakan pengguna jalan. Kemudian juga akibat ada tikungan atau ruas agak menikung yang kondisinya kurang nyaman bagi kendaraan yang melintas. Hal ini antara lain terlihat dan dirasakan pada posisi jalan naik/layang tol Palindra yang menuju pintu keluar di Indralaya.

Hal tersebut juga dirasakan oleh pengurus KONI Ogan Ilir yang mengalami kecelakaan, Kamis 21 September 2023 lalu. Menjelang pintu keluar Tol di Prabumulih, tau-tau ada jalan agak menikung, sehingga mengagetkan sang sopir. Walau ada juga kelalaian sang sopir, karena kecepatan kendaraan masih cukup tinggi. Sebetulnya yang namanya jalan tol “haram” kalau ada jalan yang berlobang atau bergelombang yang membahayakan kendaraan. Sebab jalan tol pada prinsifnya dibuat sebagai jalan bebas hambatan.

Selain itu juga sangat diperlukan rambu-rambu petunjuk dan peringatan dengan jumlah yang memadai, serta posisi yang jelas dan mudah terlihat. Apakah di ruas jalan tol Indraprabu hal-hal tersebut sudah terpenuhi dengan lengkap?

Untuk menghindari Lakalantas, maka semua persyaratan yang disebutkan di atas harus terpenuhi. Kondisi si Pengemudi yang prima, kecepatan yang terkendali, kondisi jalan yang bagus, memperhatikan rambu serta kondisi kendaraan yang baik. Inilah kunci keselamatan berkendara di jalan tol.

Untuk memenuhi kunci keselamatan ini kembali kepada si pengemudi dan pengelola jalan tol. Pengelola jalan tol bukan sekedar mengimbau pengemudi tidak ngebut, tapi harus memenuhi semua unsur yang menjadi tanggung jawab operator/pengelola tol.

Sudah saatnya pula, bila terjadi kecelakaan yang disebabkan kelemahan pihak pengelola jalan tol, seperti jalan bergelombang dan rusak yang terkesan dibiarkan, juga tanpa ditunjang rambu-rambu yang tidak memadai, maka sejatinya juga harus bertanggung jawab secara hukum.**