24 Juni 2026

Geopark Natuna Di Proyeksikan Jadi icon Provinsi Kepulauan Riau. Satu-satunya


KR Natuna- Bupati Natuna Wan Siswandi,ingin Geopark Natuna menjadi icon Provinsi Kepulauan Riau satu-satunya.

Hal ini disampaikan Wan Siswandi, saat membuka rapat koordinasi (rakor) Geopark Natuna menuju Global Geopark, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Natuna lantai II, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (11/5/2022) pagi.

Rakor tersebut dihadiri Asisten II, Kepala Dinas Pariwisata Natuna, beserta tamu undangan lainnya.

“Tujuan rakor ini sebagai bentuk keseriusan kita meskipun ada beberapa kendala, disinilah kita coba diskusikan, karena Kementrian Luar Negeri, sudah membuka diri agar Natuna menjadi UNESCO Global Geopark,” ungkap Wan Siswandi.

Salah satu hasil dari rakor itu adalah, ditetapkannya Bupati Natuna, Wan siswandi, sebagai ketua sementara Ketua Harian dijabat Basri.

“Saya berharap tujuannya harus sama, punya tanggung jawab bersama, serta komitmen menuju UNESCO Global Geopark,” pinta dia.

Dengan demikian Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Natuna, Hardinansyah, mengatakan pihaknya akan segera menerbitkan SK pengurus Geopark.

Dikatakan Hardinansyah, ada beberapa kendala yang dihadapi saat ini antaralain, ialah aksesbilitas yang belum memadai serta pengelola geosite juga masih belum tersedia.

“Kedepannya, titik lokasi yang telah ditetapkan sebagai geopark, kita akan melakukan pembebasan lahan,” pungkasnya

Disparbud Kepri Berikan  Dukungan

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Buralimar mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mengusulkan agar Geopark Natuna menjadi UNESCO Geopark Global. Kadisarbuf Kepri Buralimae

Menurutnya, Kabupaten Natuna yang berada di daerah terdepan Provinsi Kepri memiliki ciri khas tersendiri, yaitu berupa wisata alam yang unik, sehingga Natuna dijadikan sebagai destinasi wisata Geopark dengan nama Geopark Natuna.

“Natuna punya ciri khas itu. Di Indonesia hanya 14 provinsi yang punya Geopark dan baru Provinsi Bangka Belitung yang jadi Geopark Global. Untuk itu kita sangat mendukung upaya dan langkah-langkah Pak Bupati, Wakil Bupati dan Dinas Pariwisata Natuna untuk mengusulkan Geopark Natuna menjadi UNESCO Geopark Global,” kata Buralimar kepada pewarta,

Buralimar berharap agar Pemkab Natuna segera memenuhi persyaratan untuk menjadi UNESCO Geopark Global.

Hingga kini Geopark Natuna masih terdapat 8 geosite. Diketahui, salah satu syarat untuk masuk UNESCO Geopark Global, maka Geopark Natuna harus memiliki setidaknya 20 geosite.

Meski begitu, Pemkab Natuna tetap bisa mengusulkan hal tersebut dengan catatan setiap geosite harus dilengkapi fasilitas sesuai standar.

“Kita harap semua persyaratan administrasi maupun di lapangan segera dipenuhi. Sehingga usulan Pak Bupati segera menjadi Geopark Global. Jadi segeralah penuhi persyaratannya dengan bekerja sama dengan semua pihak, baik Provinsi Kepri maupun instansi ataupun lembaga lainnya,” ujarnya.

Buralimar menuturkan, ia sangat bangga dengan Natuna. Meski kabupaten ini berada di ujung utara Indonesia, tapi daerah ini memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa.

Dengan destinasinya yang bersifat wisata alam, sehingga Natuna memiliki ikonik berupa Geopark Natuna.

“Kita dukung langkah-langkah Bupati dan Wakil Bupati dan Dinas Pariwisata untuk menggesa pertumbuhan destinasi yang ada di Natuna,” tegasnya lagi .

kawasan geosite Natuna

Dukungan kementrian luar negeri terhadap usulan Geoprak Natuna menjadi Geopak Unesco

Sejak 2018 kemenrian Mluar ngri dan pemerintah pusat te;ah mendukung usula Geoprak natiamenkadi geoparak Unesco, dikutip daroo Antara  News

Kabupaten Natuna memiliki potensi wisata bawah air khususnya terumbu karang yang tersebar di seluruh pesisir pantai dan kepulauan.

Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan kementerian terkait dan mitra menyelenggarakan program inisiatif pengembangan pulau-pulau kecil (SIDI) termasuk Natuna guna menggali potensi kepulauan tersebut sebagai geopark dunia.

Siaran pers Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kementerian Luar Negeri, Kamis, menyebutkan SIDI-Natuna tahun ini mengangkat tema sentral “Kekayaan Alam dan Budaya di Natuna sebagai Aset Diplomasi Maritim” dengan dua fokus agenda kegiatan, salah satunya menjajaki potensi Natuna sebagai geopark dunia.

Kementerian Luar Negeri melibatkan tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang diperkuat oleh pakar dari Universitas Padjajaran guna melakukan kajian awal mengenai potensi Natuna sebagai geopark untuk tingkat nasional maupun ke depannya menjadikan Natuna sebagai bagian dari Global Geopark Network of UNESCO.

Indonesia telah berhasil memasukkan Danau Batur, Gunung Sewu, Gunung Rinjani dan Ciletuh sebagai bagian Global Geopark Network of UNESCO dan sekarang berupaya memasukkan Danau Toba ke dalam jaringan situs geologis penting tersebut untuk memastikan situs terjaga kelestariannya.

Natuna memiliki banyak situs, termasuk batu granit yang berusia lebih dari 100 juta tahun, yang bisa menjadikannya sebagai geopark maritim. Natuna juga memiliki aspek budaya dan kesejarahan menarik, termasuk tradisi pantun di Kepulauan Riau yang sedang diajukan menjadi salah satu warisan budaya dunia melalui UNESCO.

ada 9 titik kawasan geosit Natuna

Melalui kajian budaya dan kesejarahan, para akademisi akan menggali peran Natuna dalam sejarah Jalur Rempah Nusantara. Dunia perlu tahu bahwa ada jalur perdagangan maritim yang dikenal dengan Jalur Kayu Manis dan Jalur Rempah yang dibangun oleh kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, dimana Natuna adalah salah satu bandar laut internasional di abad keemasan Nusantara tersebut.

Dikelilingi oleh empat negara ASEAN dan berbatasan dengan Laut China Selatan, Kabupaten Natuna merupakan bagian dari wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I), yang merupakan jalur perdagangan global yang sangat ramai.

Secara geopolitik, kawasan Natuna selama seribu tahun terakhir menjadi titik penting dalam jalur pelayaran dari Laut China Selatan ke Samudera Hindia. Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit (abad ke-7 hingga ke-11) Kepulauan Natuna telah menjadi pusat bandar laut internasional.

Di Museum Sri Serindit, Natuna, terdapat lebih dari 10 ribu artefak yang sudah diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diteliti para arkeolog. Museum tersebut berisi berbagai peninggalan China dari era Dinasti Tang, Chung, Yuang, Ming, dan Qing, serta peninggalan dari kerajaan di Vietnam, Thailand, Khmer, Jepang, Iran, dan Eropa. Natuna juga kaya peninggalan dari berbagai kerajaan di Nusantara.

Semua itu merupakan bukti sejarah bahwa Natuna adalah bandar laut yang makmur di era keemasan Sriwijaya dan Majapahit. (red)