Tiga ASN Pemkab Lahat Ditangkap Menyimpan Pil Extacy,

LAHAT | Koranrakyat.co.id — Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada diruang lingkup Pemerintah Kabupaten Lahat, tertangkap tangan miliki dan menyimpan narkotika jenis pil Extacy. Hal tersebut terungkap pada saat press release yang yang dilakukan Satres Narkoba Polres Lahat.

Setelah melakukan pengembangan lebih dalam, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni P (nama inisial) ASN Pemkab Lahat, Y dan H yang merupakan merupakan pemandu lagu atau sering disebut sebagai PL.

Sementara dua warga lainnya inisial E dan D yang berada satu mobil bersama tersangka, setelah melalui proses pemeriksaan dinyatakan tidak terlibat dalam kepemilikan pil extasi tersebut.Penangkapan oknum ASN ini dilakukan di simpang stasiun jalan Mayor Ruslan III, tepatnya pada hari Jumat (28/02/2020) sekira pukul 19.00 WIB berdasar arahan langsung Kapolres lahat AKBP Iwansyah, S.Ik, MH. CLA, dimana Operasi penangkapan dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Lahat AKP Bobby Eltarik SH didampingi Kanit II team Walet Iptu Mastoni bersama personil.

Dari hasil penangkapan tersebut didapati 4 butir pil ekstasi, satu botol minuman keras , 2 unit Hp milik tersangka dan kedaraan yang dipakai tersangka turut digiring ke Mako Polres Lahat.

Dalam pengembangan dan pemeriksaan terhadap kelima tersangka tersebut ditetapkan 3 tersangka sesuai dengan kapasitas masing masing yaitu P yang diketahui berstatus sebagai ASN dan Y wanita yang berstatus sebagai pemandu lagu serta H juga pemandu lagu.

Dilanjutkannya, untuk dua orang lainnya yakni D dan E tidak terbukti sebagai pemakai atau pengedar narkoba, setelah dilakukan Tes urine terhadap kelima orang tersebut dinyatakan negatif.

“Tiga kita tetapkan sebagai tersangka (Pemakai) terkait kepemilikan Pil Extacy ini. Dua setelah pemeriksaan, dipastikan tidak terlibat dan sudah kita perbolehkan pulang. Pada saat tes urine hasilnya negatif,” jelas Irwansyah.

Atas perbuatannya tersebut, P, Y dan H dikenakan Pasal 112 dan atau 114 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 14 tahun. (*) Rochmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *