Rencana Blasting PT BAU Kembali Picu Aksi Massa

example banner

LAHAT | Koranrakyat.co.id — Kabar tentang rencana Blasting (peledakan) di areal penambangan yang bakal dilakukan PT. Bara Alam Utama (PT. BAU), kembali memicu aksi demo masyarakat, Rabu (29/01/2020). Warga beranggapan aktivitas itu bakal berdampak rusaknya Bukit Jempol serta pemukiman warga yang berada di kawasan tersebut.

Kepala Bagian Humas dan Legal PT. BAU, Heru Wansyah menjelaskan, isu Blasting yang bakal berdampak pada Ikon Bukit Serelo (Bukit Jempol) Kabupaten Lahat tersebut, merupakan isu Hoaks (berita tak benar).

Atas reaksi berbagai ormas masyarakat di Kabupaten Lahat, Heru mengucapkan terima kasih dan menganggap hal itu merupakan bagian dari perhatian untuk sama-sama mengawasi aktifitas dari PT. BAU agar lebih baik. Dituturkan Legal perusahaan ini, rencana Blasting sendiri sebelumnya sudah disosialisasikan ke masyarakat melalui Kades, Tripika dan sudah pernah dibahas di PT. Bukit Asam (PT. BA) beberapa waktu lalu.

Dikatakan Heru, secara teknis pihaknya sudah melakukan rona awal dengan cara mendatangi rumah warga dan melakukan pemotretan awal. Ini sebagai antisipasi tanggung jawab dari PT. BAU apabila nantinya ada rumah warga yang terdampak dan PT. BAU siap betanggung jawab.

“Terkait isu Blasting berdampak dengan Bukit Serelo itu tidak benar, berdasarkan jarak sudah diperhitungkan tidak bakal berdampak karena jarak Blasting jauh dari Ikon Bukit Serelo. Sekali lagi itu Hoaks dan tidak benar apabila ada oknum yang mengabarkan demikian,” disampaikan oleh Heru dihadapan ormas Pemuda Pancasila salah satu ormas yang melaksanakan aksi damai hari ini,

#Penjelasan Hasil Getaran#

Heru menegaskan pihaknya siap melibatkan OKP dan Ormas di Kabupaten Lahat apabila Blasting dilakukan. Ditegaskannya, prosedur Blasting sendiri sudah melalui tahapan dan aturan yang berlaku.

“Kalau Blasting diharamkan tidak mungkin pihak berwenang memberikan izin. Sekali lagi Blasting yang diisukan berdampak negatif dengan Bukit Serelo itu adalah Hoaks, prosesnya nanti kami jamin sudah Standar Nasional Indonesia (SNI, red),” tukasnya.

Selanjutnya, disinggung masalah reklamasi dijelaskan HSE PT. BAU Dodi Lesmono, bahwa PT. BAU sudah menjalankan reklamasi dimaksud. Dijelaskannya, reklamasi sendiri ada dua tahapan yakni reklamasi sendiri dan reklamasi pasca tambang.

“Reklamasi kita dari pihak PT sudah melakukan reklamasi dari tahun 2012 – 2019, pasca tambang sendiri belum dilakukan karena penambangan masih berjalan. Jaminan reklamasi, kita sudah menitipkan uang ke Negara, berupa jamrek pasca tambang dan ini merupakan bukti keseriusan kami dalam reklamasi, reklamasi ada beberapa tahapan, penataan lahan dan kemudian adalah Reboisasi dan reveditasi,” sampainya.

Selanjutnya, ditambahkan Ramadana selaku Engenering PT. BAU, tahapan blasting sudah sesuai ketentuan aturan yang ditetapkan sesuai SNI. Berdasarkan dari hasil kajian dan analisa, blasting yang akan dihasilkan getarannya dibawah ketentuan tak sampai 3 mm/detik dan sama sekali tidak berbahaya tentunya takkan berdampak pada pemukiman warga sekitar.

Sementara itu, Habib perwakilan dari Pemuda Pancasila sekaligus koordinator aksi terkait rencana blasting yang bakal dilakukan pihak PT. BAU kedepan, dengan tegas dirinya bersama perwakilan yang diterima pihak perusahaan tetap bersikukuh menolak blasting.

“Kami dari Pemuda Pancasila tetap menolak rencana pihak PT. Bara Alam Utama untuk melakukan Blasting,” tegasnya.

Aksi Damai yang dilaksanakan dalam pengawalan penuh Polres Lahat besama TNI melalui Koramil 405-02/Merapi, hingga berakhirnya aksi situasi tetap berjalan aman dan kondusif. (*) Rochmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *