Cerita Penumpang, Sebelum Terjun ke Jurang, Bus Sriwijaya Dua Kali Kecelakaan Ringan

example banner

PAGARALAM | Koranrakyat.co.id — Bus Sriwijaya Jurusan Bengkulu – Palembang yang jatuh ke jurang di Sungai Lematang, Kota Pagar Alam, dan menewaskan 28 penumpang serta 13 orang luka-luka, ternyata sempat dua kali mengelami kecelakaan ringan.

Bus bernomor polisi BD 7031 AU itu, sempat menyenggol kendaraan lain tapi berdamai dan melanjutkan perjalanan. Namun tak lama kemudian, dalam perjalannnya bus ini terperosok ke parit di Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Peristiwa ini diceritakan Hasanah (52), salah seorang penumpang yang selamat dari maut dan kini dirawat di Rumah Sakit Basemah Pagaralam. Menurutnya, sejak berangkat dari pool kondisi bus memang kurang nyaman, sering oleng ketika melintas di tikungan. Bahkan, akibat oleng itu, bus sempat menyenggol kendaraan lain.

Sopir bus sendiri, sepertinya tak peduli dengan kondisi bus seperti itu. Bahkan terus memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Alhasil, setelah menyenggol kendaraan lain tersebut bus kembali celaka, terperosok ke dalam parit dalam kondisi bus hampir terbaring.

Puluhan penumpang pun berteriak histeris. Agar bisa keluar dari parit tersebut, bus akhirnya ditarik oleh mobil lain yang melintas saat kejadian. Sopir bus bernama Ferry berusaha mengemudikan setir busnya agar ban kendaraannya bisa menaiki parit.

“Kami semua disuruh turun, lalu ada mobil travel yang menarik bus kami agar keluar dari paritan. Setelah berhasil, seluruh penumpang akhirnya naik bus lagi,” kata Hasanah, yang masih menjalani perawatan, Selasa (24/12/2019).

Hasanah mengaku, saat itu dirinya sudah khawatir melanjutkan perjalanan. Dua kecelakaan kecil tersebut seakan mengisyaratkan petanda akan terjadi kecelakaan maut. Namun ia tak punya pilihan, kecuali harus melanjutkan perjalanan, karena posisi kendaraan masih berada di jalanan yang sepi dan hari sudah larut malam.

Ironisnya, setelah bus berhasil keluar dari parit, pengemudi kembali melajukan busnya dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya terdengar benturan keras. Bus menabrak pembatas jalan dan langsung terjun ke jurang Sungai Lematang Pagar Alam.

“Sopir membawa busnya ngebut. Saat itu saya belum tidur, masih bercanda dengan cucu saya. Tiba-tiba saya merasakan bus langsung terjun,” ucap Hasanah.

Hasanah dan puluhan penumpang lainnya berusaha menyelamatkan cucunya dengan cara memecahkan kaca bus. Mereka berdua kemudian terbawa arus sungai yang deras. Wanita ini sangat ingat betul, ketika cucunya berteriak minta tolong, namun tidak ada satu orang pun di lokasi yang bisa menolong karena larut malam.

“Cucu saya sempat teriak ‘om tolong kami, yang ada di atas tolong kami’. Saya dan beberapa penumpang yang masih sadar, berusaha memecahkan kaca, agar bisa keluar dari bus,” ungkapnya.

Penumpang lainnya yang berhasil selamat yaitu Aril Geroti (14). Dia mengalami patah tulang di bagian kanan tangannya. Saat ini Aril masih dirawat di Ruang Anak RSUD Basemah Pagar Alam Sumsel. Menurut Aril Saat bus terjatuh, ia sedang tidur di kursinya. Lalu dia terjaga, karena bus menabrak jurang dan berbunyi benturan keras.

“Saya berhasil keluar dari dalam mobil, setelah menjebol jendela. Lalu saya langsung naik ke bagian atas bus yang terbalik. Ada korban yang meninggal dunia bernama Ikbar,” katanya.

Fotografer Senior

Sementara itu Salah satu korban tewas Bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang di Pagar Alam adalah Ali Jaya alias Jojon. Korban merupakan fotografer senior di Bengkulu. Rolimah, istri korban mengungkapkan, Jojon memang berangkat ke Kota Palembang menaiki Bus Sriwijaya, untuk menghadiri kegiatan di kota pempek tersebut.

Awalnya, korban mau berangkat bersama Rolimah dan anaknya. Namun Jojon akhirnya hanya membeli satu tiket saja. “Memang rencana berangkat bertiga, saya tidak tahu akhirnya dia beli tiket sendiri. Suami saya sempat pamit untuk berangkat, tapi dia tidak memberitahu saya naik bus apa dan kapan,”ujarnya.

Rolimah mulai curiga saat ketika suaminya tidak pulang ke rumah hingga Senin dini hari sekitar 03.00 WIB. Karena kebiasaan suaminya selalu pulang ke rumah di bawah pukul 00.00 WIB.

Dia pun tidak punya firasat apapun, namun baru kali ini suaminya tidak pulang hingga dini hari. Rolimah baru mengetahui salah satu korban kecelakaan Bus Sriwijaya adalah suaminya, setelah petugas Jasaraharja mendatangi rumahnya.

Korban sendiri merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Korem 041/Garuda Emas. Usai pensiun, Jojon masih sering meliput foto di Korem 041/Garuda Emas, Kodim 0407 Kota Bengkulu dan Lanal Bengkulu.

Hingga Selasa malam berapa Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di RSUD Besemah. Sementara itu sejumlah penumpang yang luka parah masih dirawat di rumah sakit. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *