5 Fraksi DPRD Natuna Terbentuk

example banner

KR, Natuna– Pasca dilantik sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna periode 2019-2024 Senin lalu, Pimpinan DPRD sementara, Andes Putra bersama Herimarka, langsung memimpin sidang perdana dengan agenda pembentukan Fraksi yang dihadiri seluruh anggota DPRD terlantik.

“Pembentukan fraksi-fraksi DPRD Natuna merupakan salah satu tugas utamanya, sebagai pimpinan Dewan sementara, bersama Wakilnya, Eri Marka dari fraksi Golkar. Allhamdulillah, sidang perdana paripurna telah berjalan lancar, dan telah terbentuk lima fraksi, ada 3 fraksi murni dan 2 fraksi gabungan,”  Terang Andes kepada Koran Rakyat eksklusif diruang kerjanya.

Andes menjelaskan ketiga fraksi murni adalah partai yang memiliki 3 kursi keterwakilan di DPRD Natuna yaitu fraksi PAN, Golkar dan Gerindra.

“Fraksi PAN diketuai oleh Wan Ricci Saputra, dengan anggota Daeng Amhar dan Andes Putra. Lalu fraksi Golkar diketuai oleh Daeng Ganda Rahmatullah, dengan anggota Azi sebagai sekretaris dan Eri Marka sebagai anggota. Kemudian fraksi Gerindra diketuai oleh Marzuki, dengan anggota Jarmin Sidik dan Husin. ” Jelas Andes.

Sementara untuk fraksi gabungan ada 2 yakni fraksi PPP, Perindo, Demokrat dan Nasdem (PPDN), yang ketuanya Pang Ali, dengan anggotanya yaitu Erwan Haryadi, Eryandi sebagai Sekteraris, Henry FN Wakil, Baharuddin, Wan Arismunandar dan Lamhot Sijabat sbagi anggota.

Lalu fraksi Perjuangan Nurani Rakyat (PNR), ketuaya Syaifullah, dengan anggotanya Junaidi, Rusdi dan Ibrahim.

“Setelah pembentukan fraksi-fraksi, tugas berikutnya yaitu pembentukan komisi-komisi, yang akan kita dilaksanakan setelah masa orientasi Anggota DPRD Natuna yang baru dilantik,” terang Andes.

Untuk alat kelengkapan dewan baru ini yang bisa dilaksanakan karena terbentur aturan harus melaksanakan masa orientasi dulu.

“Agenda selanjutnya anggota dewan akan kembali rapat membahas rancangan tatip, tetapi belum bisa disahkan menunggu masa orientasi selesai, nah masa orientasi ini nanti jadwalnya ditentukan oleh propinsi, jadi kita konsultasikan dulu ke propinsi Kepri,” jelas Nandes.

Erimarka dari Golkar dan Hendry FN yang dikonfirmasi pewarta membenarkan keterangan ini.(red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *