15 April 2026

Libur Lebaran, BPBD Wonosobo Imbau Pemudik dan Wisatawan Tetap Waspada

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Kabupaten Wonosobo dipastikan tetap aman bagi pemudik maupun wisatawan yang berkunjung selama libur Lebaran.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, mengatakan bahwa para pemudik perlu memperhatikan kondisi cuaca dan jalur perjalanan sebelum melakukan perjalanan menuju wilayah Wonosobo.

“Pemudik diimbau untuk memantau informasi cuaca dan kondisi jalur sebelum melakukan perjalanan. Informasi dari BMKG maupun instansi terkait dapat membantu mengetahui potensi hujan lebat, angin kencang, atau kondisi jalan yang rawan bencana,” ujarnya dalam konferensi pers di Ruang Rapat BPBD Wonosobo, Jumat (13/3/2026).

Ia juga mengingatkan agar pengendara berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki potensi longsor dan pohon tumbang, terutama setelah hujan dengan intensitas tinggi.

“Pemudik perlu berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan atau perbukitan, karena beberapa ruas jalan di Wonosobo memiliki potensi tanah longsor dan pohon tumbang,” katanya.

Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama pada bagian rem, ban, dan lampu kendaraan, mengingat karakteristik jalan di wilayah Wonosobo yang berkelok, menanjak, dan menurun.

Pada periode libur Lebaran, kawasan wisata di Kabupaten Wonosobo, terutama Dataran Tinggi Dieng, biasanya mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Oleh karena itu, BPBD mengingatkan wisatawan agar memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat di wilayah pegunungan.

“Wilayah pegunungan seperti Dieng memiliki cuaca yang dapat berubah dengan cepat, termasuk potensi hujan, kabut tebal, maupun angin kencang,” jelasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal potensi longsor sebagai langkah antisipasi, seperti munculnya retakan pada tanah maupun pohon dan tiang yang mulai miring akibat pergerakan tanah.

Data BPBD mencatat hingga 1 Maret 2026 telah terjadi 42 kejadian bencana di Kabupaten Wonosobo.
Sebagian besar kejadian tersebut masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, angin kencang, serta pohon tumbang.

Dalam penanganan bencana, BPBD Wonosobo didukung 15 personel TRC, 15 personel Damkar, serta sekitar 1.079 relawan kebencanaan yang tersebar di berbagai wilayah.

Selain itu, posko siaga bencana juga didirikan di kawasan Alun-Alun Wonosobo untuk memantau kondisi wilayah selama arus mudik dan libur Lebaran.

Jika terjadi kondisi darurat atau masyarakat menemukan kejadian bencana, laporan dapat disampaikan melalui Call Center TRC BPBD Wonosobo di nomor 0813-1111-6976 atau Call Center Damkar di nomor 0813-8911-3113 agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. (Adv/Aris)