Bupati Natuna dan Jajaran Temu Ramah dengan Wakapolda Kepri

example banner

KR, Natuna- Menciptakan keamanan dan ketertiban merupakan tanggungjawab bersama seluruh elemen pembangunan, terlebih lagi bangsa ini sedang menyongsong Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan 17 April 2019 mendatang.

“TNI – Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan, hendaknya dalam pelaksanaan tugas harus selalu bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga iklim pembangunan agar tetap kondusif sebagai bentuk dukungan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Natuna. Selain itu dewasa ini, seiring kemajuan teknologi informasi terutama penggunaan berbagai aplikasi media sosial tidak jarang dimanfaatkan bagi kepentingan yang dapat mengakibatkan perpecahan dan potensi gangguan kamtibmas. Oleh karenanya diharapkan kepada seluruh masyarakat dan pengguna media sosial agar lebih dewasa dalam berkomunikasi, mendukung upaya bersama dalam perang melawan hoaks serta tidak mudah terpancing terhadap isu yang sengaja digulirkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.” Tegas Wakapolda Kepri Brigjenpol Yan Fitri saat memberi pengarahan di Gedung Sri Serindit, Ranai, Jum’at (15/3).

Acara temu ramah dan pengarahan Kamtibmas oleh Wakapolda Brigjen Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah,MH dihadiri oleh Bupati Natuna beserta jajaran pemerintahan, Ketua DPRD dan para anggota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya, dimana kesuksesan pesta demokrasi nanti ditentukan dari sikap seluruh masyarakat yang menunjukkan kedewasaan berdemokrasi, dimana walau terdapat perbedaan pilihan terhadap figur yang dipercaya untuk duduk di lembaga eksekutif maupun legislatif, kebersamaan dan persaudaraan harus terus dijaga.

“Mengingat kondisi politik menjelang pelaksanaan Pemilu semakin memanas, segala informasi propaganda yang sering didengar serta dilihat di berbagai media cetak tidak jarang memicu perdebatan baik dikalangan politikus maupun masyarakat luas. Saya mengharapkan agar seluruh masyarakat tidak terprovokasi yang pada gilirannya akan mengganggu stabilitas sosial, yang pada gilirannya juga akan menghalangi suksesnya pelaksanaan pemilu maupun pelaksanaan pembangunan pada umumnya.” jelas Hamid Rizal (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *