19 April 2026

Pangkoarmada 1 : Nelayan Natuna Tak Perlu Cemas, TNI AL Selalu Hadir di Laut Natuna Utara

0

NATUNA | Populinews.com – Pangkoarmada 1 TNi AL  Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P  menjamin keamanan Laut Natuna Utara,  Nelayan Natuna silahkan beraktifitas seperti biasa tidak perlu cemas, karena jajaran TNI AL selalu hadir menjaga keamanan di laut Natuna Utara.

Menanggapi viralnya vidio kemunculan beberapa kapal perang China yang sempat membuat nelayan tradisional Natuna cemas, Panglima menjelaskan bahwa wilayah Laut natuanjuga merupakan jalur wilayah damai, sehingga semua kapal negara manapun boleh melintas, tak terkecuali negara China.

” Laut Natuna merupakan Alur laut kepulauan indonesia (ALKI-red) yang merupakan , alur lintasan kapal, selama kapal melintas dengan misi damai, jajaran TNOI Al tetap melakukan oemantauan, dan itu sah-sah saja, yang dilaranga dalah jika akapal asing melakukan eksplorasi mauun eksploitasi di laut wilayah NKRI, itu ynag tudak boleh, jad nelayan natuan tidak perlu cemas, silahkan beraktifitss seperti biasa, ‘ jelas  Pangkoarmada 1 TNi AL  Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P di hadapan pewarta saat pressconfre diatas KRI Silas Papare (SRE) 386.

Menggunakan pesawat TNI AL jenis King Air U-6401, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P. didampingi Asisten Operasi Pangkoarmada I, Kolonel Laut (P) Ashari Alamsyah, CHRMP melakukan kunjungan komando ke garis depan operasi siaga tempur laut di Natuna, Kamis (16/9/2021)

Kunjungan Komando Pangkoarmada I ini, guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di daerah operasi yang tergabung dalam operasi Siaga Tempur Laut dibawah Kendali Operasi Gugus Tempur Laut Koarmada I.

Didepan awak media, Pangkoarmada I menjelaskan situasi secara umum wilayah atau sektor operasi dari Koarmada I, khususnya Laut Natuna Utara yang menjadi daerah operasi prioritas TNI AL dalam hal ini Koarmada I.

“Laut Natuna Utara merupakan wilayah operasi prioritas Koarmada I, karena itu kita menggelar setidaknya empat KRI untuk melaksanakan operasi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut Natuna Utara ini,” Ungkap Laksda TNI Arsyad.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa klaim sepihak oleh China atas sebagian besar Laut China Selatan (tidak termasuk Laut Natuna Utara) yang melibatkan philipina dan vietnam dimana posisi Indonesia sampai saat ini tidak termasuk dalam negara yang ikut mengklaim (non claimant state). Disisi lain Indonesia masih belum ada kesepakatan dengan Vietnam terkait batas zona ekonomi eksklusif di Laut Natuna Utara. Kedua hal tersebut memberikan dampak pada intensitas kehadiran kekuatan Angkatan Laut maupun Coast Guard Negara asing yang memiliki kepentingan di wilayah perairan tersebut.

“Sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas mendukung kebijakan pemerintah dalam hal pelaksanaan hak berdaulat dan melindungi segenap kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan nasional dan hukum internasional yang berlaku atau telah di ratifikasi , tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran di Laut Natuna Utara” Tegas Pangkoarmada I.

“Tentunya tindakan yang diambil harus sesuai dengan ketentuan hukum positif yang berlaku di Indonesia dan hukum internasional yang telah diratifikasi , sehingga tindakan tegas yang diambil atas dasar professionalisme dan proporsionalitas dengan berpedoman pada standar operasional prosedur yang berlaku,” Pungkas Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Pangkoarmada I akan berada di Natuna untuk beberapa hari dan melakukan patroli melalui udara guna memastikan secara langsung keberadaan unsur-unsur KRI yang sedang melaksanakan patroli di Laut Natuna Utara serta situasi Laut Natuna Utara apakah sesuai dengan isu yang beredar akhir-akhir ini.

“Kita akan melakukan Operasi Siaga Segara-21 secara rutin dilaut Natuna Utara ini demi menjaga dari aktivitas penangkapan ikan,”kata Pangkoarmada I, Laksda TNI Arsyad Abdullah saat jumpa pers bersama awak media diatas KRI Silas Papare (SRE) 386.

Panglima mengatakan, pada operasi Siaga Segara-21 kali ini TNI AL akan mengerahkan sebanyak 5 unit KRI untuk menjalankan operasi rutin menjaga laut Natuna utara dari aktivitas penangkapan ikan (Ilegal Fishing).

“Kita secara rutin akan melakukan Ops Siaga Segara-21, guna mengawasi dan mendeteksi kontak kapal ikan asing yang dicurigai sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Natuna Utara yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), ” terangnya

Beliau menambahkan, selain operasi yang dilakukan di laut pihaknya akan melakukan pemantauan melalui udara dengan menggunakan Pesawat Beechcraft King Air 350i U-6401.

“Sejumlah KRI yang akan melaksanakan operasi Siaga Segara-21 secara rutin dilaut Natuna Utara, secara bergantian termasuk KRI Silas Papare (SRE) 386 yang kita naik ini . Dan kita juga akan melakukan pemantauan langsung melalui udara,” tegasnya.

Panglina Kormada 1 kembali menegaskan agar para nelayan Natuna tidak perlu takut untuk melaut. Apabila menemukan para pelaku Ilegal fishing silahkan langsung laporkan kepada KRI.

“Kami berharap  para nelayan Natuna mari kita ramaikan laut Natuna Utara, agar para pelaku ilegal fishing enggan melakukan aktifitas penangkapan ikan dilaut kita ini, Segera laporkan jika menemukan kapal ikan asing yang mencurigakan atau sedang melakukan penangkapan ikan,” Jelas Pangkormada 1.  (red)

Tinggalkan Balasan