19 April 2026

Pangkoarmada 1 : Kabar Adanya Ribuan Kapal Asing di Natuna Tak Terbukti !

0
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksmana Muda (Laksda) Arsyad Abdullah saat patroli udara di Laut Natuna Utara

KR, Natuna- Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksmana Muda (Laksda) Arsyad Abdullah memastikan situasi wilayajh laut Natuna Utara hingga hari ini aman dan terkendali, kabar adanya aktifitas kapal perang asing yang diduga melanggar kedaulatan hukum Indonesia mapun kabar adanya ribuan kapal ikan asing di wilayah laut Natuna Utara yang sempat viral minggu ini, ternyata tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

“Kita sudah terbang di wilayah hingga batas lintas kontinen hingga  ZEE bahka,n selama lebih dari 2 jam, hasilya kita lihat bersama tidak ditemukan adanya aktifitas kapal perang asing maupun kapal ikan asing yang melangar hukum di wilayah laut Natuna Utara,” tegas Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksmana Muda (Laksda) Arsyad Abdullah setelah landing di Lanud Raden Sajad Natuna setelah melaksanakan patroli udara,  Jumat (17/09) pagi

Dalam patroli udara Pangkoarmada yang didampingi Asop Koamada 1 Kolonel (P) dan sejumlah awak media nasional ini tidak menemukan satupun dari kabar ribuan kapal asing yang berlayar di wilayah Laut Natuna Utara, sebagaimana isu yang beredar di masyarakat.

Pengamatan situasi di sekitar Laut Natuna Utara selama dua jam justru bertemu dengan empat KRI unsur TNI AL yang melaksanakan patroli di batas landas kontinen. Dalam pantauannya, Arsyad hanya melihat empat kapal yang sedang melintas perairan internasional dengan klasifikasi lintas damai.

“Karena ZEE adalah perairan internasional, maka semua kapal negara lain punya hak lintas damai di laut Natuna Utara,” tutur Arsyad.

Berdasarkan pengamatan langsung, ia membantah isu yang sempat beredar di masyarakat. “Terkait akhir-akhir ini isu ada ribuan kapal di Laut Natuna Utara, menurut saya itu tidak berdasar. Karena kita menyaksikan sendiri tadi, dan tidak menemukan ribuan. Cuma ada beberapa kapal yang melaksanakan lintas damai, jadi saya meragukan data dan sumber inforamsi adaya  ribuan kapal tersebut, dasarnya apa, buktinya mana? ” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan, Laut Natuna Utara memiliki perbatasan dengan negara tetangga, khususnya dengan Vietnam. Pemerintah kedua negara telah menyepakati landas kontinen.

Namun, tidak dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), karena masih dalam perundingan. Dia menyebut, ZEE merupakan perairan internasional. Setiap negara memiliki hak untuk melaksanakan lintas damai. Indonesia, kata Arsyad, hanya memiliki hak berdaulat di sana, bukan kedaulatan.

“Hak berdaulat itu, kita memiliki hak untuk melaksanakan eksplorasi dan eksploitasi,” ucap Arsyad. Bagi negara lain yang ingin manfaatkan sumber daya alam di ZEE ataupun landas kontinen, sambung dia, diperbolehkan dengan syarat mengantongi izin dari pemerintah Indonesia.

“Apabila hanya melintas, itu tidak masalah, silahkan tanpa izin, kita tetap melaksanakan tugas pemantauan terhadap kapal ynag melintas tersebut, ” kata mantan Panglima Kolinlamil tersebut.

 

Pantauan udara menunjukkan situasi laut Natuna Utara aman terkendali

Terkait video viral tentang kapal nelayan yang memvideokan keberadaan kapal perang asing, Arsyad mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi.

Hal itu karena, kata dia, di atas ZEEI juga ada hak pelayaran internasional atau freedom of navigation di mana semua negara memiliki hak lintas damai di sana.

Kapal perang yang viral dalam video tersebut, kata Arsyad, mungkin sedang melakukan hak lintas damai atau sedang melintas di laut natuan Utara.

” Jajaran TNI AL sering mendapat info adanya Kapal perang Amerika, maupun China yang melintas di laut Natuna Utara, itu hal biasa dan sudah berkoordinasi dengan jajaran TNI AL, kita juga melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap keberadaan kapal tersebut saat melintas,  kapal induk Amerika biasa melintas karena pangkalan induk meraka kan di Singapura dan Filiphina, jalurnya  melintas di laut Natuna  Utara, itu hal biasa,” Tambah Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksmana Muda (Laksda) Arsyad Abdullah . (red)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan