26 Agustus 2026

Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan

Oleh: Lia Nurliana, S.Si, M.Si

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Sumatera Selatan

KoranRakyat.co.id —-Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian, Sumatera Selatan mampu menunjukkan ketahanan ekonomi yang layak diapresiasi. Berbagai tekanan ekternal, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga ketidakpastian geopolitik, tidak menghalangi laju perekonomian daerah untuk tetap tumbuh.

Kinerja perekonomian daerah terus bergerak pada jalur positif. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Sumatera Selatan mampu tumbuh sebesar 5,35 persen, lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah lain di Pulau Sumatera. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, serta investasi yang terus menunjukkan tren positif. Dari sisi lapangan usaha, penguatan juga terlihat pada berbagai sektor produktif, seperti penyediaan akomodasi dan makan minum, perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian yang tetap menjadi penyangga utama perekonomian daerah.

Namun, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut dapat dipetakan secara akurat sehingga menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Di sinilah Sensus Ekonomi (SE2026) memiliki peran yang sangat strategis.

Sensus Ekonomi bukan sekedar kegiatan pendataan yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Ia merupakan investasi informasi yang menentukan arah pembangunan ekonomi pada dekade berikutnya. Ketika aktivitas usaha terus berkembang, mulai dari UMKM, industri kreatif, ekonomi digital, hingga berbagai usaha berbasis teknologi, pemerintah membutuhkan data yang lengkap dan mutakhir agar setiap kebijakan mampu menjawab kondisi riil di lapangan.

ist/dok bps

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Selatan menjadi momentum penting untuk menangkap denyut perekonomian daerah secara komprehensif. Seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha berskala besar, menjadi bagian dari gambaran utuh perekonomian yang akan didokumentasikan secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya tidak hanya menggambarkan jumlah usaha, tetapi juga persebaran, karakteristik, penyerapan tenaga kerja, serta potensi pengembangan sektor-sektor unggulan. Informasi tersebut akan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Selatan menjadi cerminan semakin kuatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha akan pentingnya data statistik sebagai fondasi pembangunan. Tingginya partisipasi dalam sensus tidak hanya menunjukkan kesediaan responden untuk memberikan informasi, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya kepercayaan bahwa setiap data yang disampaikan akan dijaga kerahasiaannya, diolah secara profesional, dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Kepercayaan ini merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam menghasilkan statistik yang berkualitas. Semakin lengkap, akurat, dan representatif data yang berhasil dihimpun, semakin kokoh pula landasan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data, mulai dari pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.

Bagi dunia usaha, hasil Sensus Ekonomi juga memiliki nilai strategis. Investor membutuhkan informasi yang valid sebelum menanamkan modalnya. Perbankan memerlukan gambaran struktur ekonomi dalam menyalurkan pembiayaan. Akademisi membutuhkan data sebagai dasar penelitian. Pemerintah daerah memerlukan peta ekonomi untuk menentukan prioritas pembangunan. Semua kepentingan tersebut bertumpu pada satu hal yang sama, yaitu tersedianya data statistik yang berkualitas.

Di era ekonomi digital, tantangan pendataan memang semakin kompleks. Munculnya jutaan pelaku usaha daring, pekerja lepas berbasis platform, hingga usaha rumahan tanpa lokasi fisik menuntut metode pendataan yang semakin adaptif. Namun tantangan tersebut justru menjadi peluang bagi Badan Pusat Statistik untuk terus berinovasi dalam menghasilkan statistik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Lebih jauh lagi, keberhasilan Sensus Ekonomi akan memperkuat kualitas indikator ekonomi yang selama ini menjadi acuan dalam mengukur pertumbuhan daerah. Angka pertumbuhan ekonomi yang selama ini menunjukkan tren postif akan memiliki fondasi yang semakin kokoh karena didukung oleh basis data usaha yang lebih lengkap, akurat, dan mutakhir. Dengan demikian, kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan, produktivitas, dan keberlanjutan.

Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan tersebut. Pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, media massa, organisasi profesi, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Keberhasilan sensus bukanlah keberhasilan Badan Pusat Statistik semata, melainkan keberhasilan bersama dalam menyediakan fondasi informasi yang akan menentukan kualitas pembangunan ekonomi Sumatera Selatan pada masa mendatang.

Optimisme terhadap masa depan Sumatera Selatan patut terus dijaga. Pertumbuhan ekonomi yang konsisten merupakan modal yang sangat berharga, tetapi modal tersebut akan semakin kuat apabila didukung oleh data yang kredibel. Sensus Ekonomi 2026 menjadi jembatan yang menghubungkan capaian pertumbuhan ekonomi saat ini dengan arah pembangunan di masa depan. Sebab pada akhirnya, pembangunan yang berhasil selalu berawal dari data yang benar. Ketika data semakin berkualitas, kebijakan menjadi semakin tepat, investasi semakin percaya diri, dan kesejahteraan masyarakat pun memiliki peluang yang semakin besar untuk terus meningkat. (*)