25 Agustus 2026

Jawab Tantangan Komunikasi Digital, UIN RF dan UiTM Shah Alam Malaysia Kembangkan Modul Pragmatik Komunikasi Digital Beradab

Palembang|KoranRakyat.co.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi menutup rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk “Strengthening Pragmatic Literacy and Ethical Digital Communication Among Indonesian and Malaysian Undergraduate Students Through a Kurikulum Cinta-Based Digital Learning Community” melalui Closing Ceremony yang digelar secara daring, Jumat (21/8/2026).

Momen penutupan program kolaborasi empat minggu dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara kedua perguruan tinggi.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UIN Raden Fatah Palembang, Susi Herti Afriani, S.S., M.Hum., Ph.D  dalam sambutannya menegaskan bahwa berakhirnya program bukan berarti berakhirnya kolaborasi, melainkan menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.

“Program ini kami pandang bukan sekadar penelitian yang melihat mahasiswa sebagai objek, melainkan sebagai aset yang potensial untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

radenfatah.ac.id

Dalam rilis yang dikirim ke meja Radaksi KoranRakyat.co.id Susi Herti Afriani menambahkan, hasil program ini akan ditindaklanjuti menjadi modul pembelajaran terintegrasi antara Kurikulum Cinta dan etika komunikasi digital, yang direncanakan akan didesiminasikan ke lebih dari 250 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia, khususnya bagi program studi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Bahasa dan Sastra Arab maupun Inggris.

Dukungan dari UiTM Malaysia

Deputy Dean of Student Affairs Akademi Pengajian Bahasa (APB), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Dr. Muhamad Zaidi bin Zakaria, yang turut hadir secara daring, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya UiTM sebagai mitra kolaborasi UIN Raden Fatah Palembang. Ia menjelaskan bahwa program ini melibatkan sekitar 30 mahasiswa dari UIN Raden Fatah Palembang dan 30 mahasiswa dari UiTM Malaysia, dengan harapan kerja sama dapat berkembang menjadi program pertukaran fisik antar kedua kampus pada tahun mendatang.

“Kami di UITM turut berbesar hati dan bangga dapat menjadi pilihan dari sekian banyak universitas di Malaysia. Semoga kolaborasi ini dapat terus berkembang, baik dari sisi program pengabdian masyarakat maupun penelitian bersama,” ungkap Dr. Zaidi.

Penandatanganan Letter of Intent (LoI)

Perwakilan mahasiswa dan dosen dari UIN Raden Fatah Palembang dan UiTM Malaysia dalam sesi Closing Ceremony International PKM Program 2026.

Prosesi penandatanganan LoI dipandu oleh perwakilan UiTM Malaysia, Nur Natasha binti Noor Azman, M.ProfComm. Ia menjelaskan bahwa LoI tersebut mencakup ruang lingkup kerja sama Joint Academic Program, Faculty and Staff Exchange, Research and International Community Service Collaboration, serta Cultural Exchange, dengan masa berlaku dua tahun terhitung sejak 21 Agustus 2026.

ist

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yendrizal, turut memberikan sambutan dan menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan target utama pengembangan riset dan pengabdian di lingkungan UIN Raden Fatah.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti antara Indonesia dan Malaysia saja, tetapi dapat diperluas ke negara-negara ASEAN lainnya, seperti Brunei dan Thailand,” katanya.

Refleksi Mahasiswa Lintas Negara

Salah satu momen yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah sesi refleksi pembelajaran yang dipandu oleh Prof. Dr. Dian Erlina, S.Pd., M.Hum., menghadirkan perwakilan mahasiswa dari kedua negara. Siti Nur Fatiha binti Muhammad Rozali, mahasiswa UiTM Malaysia, mengungkapkan bahwa program ini mengajarkannya bahwa kejelasan berkomunikasi tanpa empati adalah sesuatu yang tidak lengkap. Ia turut mengaitkan enam prinsip Al-Kawlan dalam Kurikulum Cinta dengan konsep Maxim of Conversation yang pernah ia pelajari sebelumnya.

Sementara itu, Ramzi Al Fadhil Haddad, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, menekankan pentingnya empat topik utama yang dipelajari selama program, yaitu pragmatic literacy, politeness strategies in cross-cultural communication, ethical digital communication, dan asset mapping and collaborative learning.

“Jangan takut untuk berkomunikasi dengan orang yang berbeda dari kita, jangan takut membuat kesalahan, karena terkadang pelajaran terbaik justru datang dari sudut pandang orang lain,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia turut memberikan penghargaan berupa e-Certificate of Recognition kepada perwakilan mahasiswa terbaik dari masing-masing negara, yang diserahkan langsung oleh Nur Natasha binti Noor Azman.

Acara Closing Ceremony ini turut dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yendrizal, beserta jajaran Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, serta diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dari Indonesia dan Malaysia sebagai penanda berakhirnya rangkaian Program PKM Internasional 2026. (*)